Nikah Paksa Jadi Cinta

Nikah Paksa Jadi Cinta
Bonus Part (3)


__ADS_3

♡Jiana♡


Kita tak pernah tahu takdir akan membawa kita ke mana. Seperti halnya takdirku ini. Tak kusangka, setelah penantian yang lumayan lama kini Diandra hadir di tengah keluarga kecil kami. Betapa bahagianya kami, terutama diriku sendiri.


Tak ada penantian yang sia-sia. Kebahagiaan pasti akan datang tepat pada waktunya. Seperti yang sudah aku alami dalam menjalani rumah tangga ini.


Raka Sanjaya. Seorang laki-laki yang berhasil menaklukkan hatiku. Menaklukkan keras kepalaku dan dinginnya sikapku padanya. Seorang yang dengan sabarnya menuntunku dan menerima sikap keras dariku. Dia suamiku dan juga ayah bagi kedua putriku.


Betapa egoisnya aku dulu. Jika teringat masa-masa itu, aku jadi malu. Malu pada diriku sendiri yang dengan arogannya bersikap seperti itu. Harusnya, sebagai seorang istri aku harus patuh padanya. Nyatanya, aku menentang begitu banyak hal hingga membuatnya kesal.


Namun semua itu telah berbalik 180 derajat. Yang kusangka aku sangat membencinya, justru sekarang aku mencintainya. Ya, sangat-sangat mencintainya.


***


Dua tahun kemudian...


"Unda kak La akal." (Bunda, kak Maura nakal) teriak Diandra yang tengah bermain bersama Maura di ruang keluarga. Setiap harinya Jiana dibuat pusing oleh kedua putrinya itu.


"Tidak Bundaa..." balas Maura. Jiana menghentikan aktivitas membacanya. Ia menaruh novel yang sempat ia baca ke atas meja. Lalu melepas pelukan suaminya yang tak mau jauh darinya sejak tadi sore.


"Maura, Diandra, jangan berebut dong. Bunda kam sudah membelikan satu-satu buat kalian berdua," tutur Jiana dengan lembut. Raka hanya memperhatikan mereka bertiga. Sesekali ia tersenyum melihat kedua putrinya yang tidak ingin kalah satu sama lain.

__ADS_1


"Adek yang nakal Bunda. Itu mainan Maura," ucap Maura.


"Ini mua puna Dian." (Ini semua punya Dian)


Bibir Diandra mengerucut dan memegang erat mainan yang ada ditangannya. Menatap Jiana dan Maura. Jiana menggelengkan kepalanya. Ia merengkuh tubuh mungil Diandra dan menempatkannya dalam pangkuannya.


"Lihatlah, kau selalu keras kepala. Tidak ada yang bisa menang darimu," ujar Jiana lalu mencubit bibir mungil Diandra dengan gemas.


"Bukankah sama seperti dirimu sayang?" sahut Raka lalu beralih duduk di samping istrinya. Jiana menatap Raka dengan kesal. Meskipun itu benar, ia tidak ingin mengakuinya.


"Mas, apa kau tidak sadar? Kau juga sama seperti itu," ledek Jiana.


"Baiklah, jangan bertengkar lagi... Papa akan buatkan makan malam untuk kalian," ujar Raka. Maura begitu senang dan antusias. Lalu ia mengajak Maura untuk membantunya di dapur.


Jiana memilih untuk bermain dengan Diandra. Sambil memperhatikan keseruan Raka dan Maura di dapur. Betapa beruntungnya ia saat ini, memiliki keluarga yang begitu harmonis.


"Semoga kebahagiaan ini selalu menyertai keluarga kita mas. Tidak ada lagi hal-hal yang mengganggu rumah tangga kita. Terima kasih sudah sabar menjadi suamiku. Tak lelah mengingatkanku jika aku salah," gumam Jiana sambil menatap suaminya dengan bangga. Jiana mencium puncak kepala Diandra dengan lembut lalu mengusapnya.


"Jadilah wanita yang hebat dan tangguh sayang. Yang sayang dengan keluarga dan lemah lembut," ujar Jiana. Sekali lagi, ia melirik suaminya dan juga Maura. Lalu ia tersenyum tipis.


End.

__ADS_1


*


*


*


Halo pembaca sekalian🙏


Author sangat berterima kasih bagi yang sudah mampir dicerita ini😁


Ambil sisi positifnya saja ya, yang negatif buang saja🤭


Jangan meniru Jiana yang mengekang kemauan suaminya😅 jadilah istri yang selalu mematuhi perintah suami ya❤️ karena surga istri berada pada suaminya.


Bagaimanapun keadaannya, terpaksa atau tidak yang namanya menikah harus bisa menyelaraskan ego🤗🙈


Jangan hanya menuruti kemauan tidak suka, jadi membantah pada suami😅


Semoga cerita ini menginspirasi kalian dan dapat diambil manfaatnya😘


Big Love buat kalian❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2