Nikah Paksa Jadi Cinta

Nikah Paksa Jadi Cinta
Part 43


__ADS_3

"Awas saja ya kalau sampai aku tahu kamu habis dari ruangan pak Raka," ancam Sandra dalam hatinya.


Sandra sudah jatuh cinta kepada Raka semenjak dirinya bekerja di sini. Namun Raka selalu acuh terhadap Sandra. Semua itu tak membuatnya patah semangat. Dan kini, saat ia yakin dan benar-benar akan mengejar Raka, Jiana datang ke kantor dan mengacaukan semuanya. Tentunya itu membuatnya marah.


Sandra akan melakukan apapun untuk mendapatkan Raka. Selagi Raka belum menikah, Sandra akan terus mengejarnya, pikirnya. Sandra tidak tahu satu fakta bahwa Raka sudah menikah bahkan sebelum Sandra memasuki perusahaan ini.


Raka sedang rapat kecil di ruangannya. Hanya dihadiri beberapa orang penting saja. Termasuk Farrel dan Vanya. Mereka membahas proyek baru yang akan segera mereka tangani.


Mereka terlihat serius saat membahas proyek baru itu. Bahkan Raka sudah melupakan bahwa Jiana tadi keluar dari ruangannya dengan kesal. Setelah beberapa jam, akhirnya mereka selesai dengan rapatnya.


"Farrel, tolong carikan sesuatu untuk membujuk wanita yang sedang marah," ucap Raka. Kini hanya ada mereka berdua di ruangan itu.


"Untuk siapa tuan? Apakah untuk nyonya?" tanya Farrel penasaran. Raka menghela napasnya sejenak.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak tanya. Jika kamu gagal, aku akan memotong gajimu!" ancam Raka. Farrel tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Farrel pamit keluar untuk mencari sesuatu yang diminta Raka tadi.


"Berhasil atau tidaknya itu tergantung usaha Anda tuan. Kenapa gaji saya yang kena imbasnya," batin Farrel menangis.


Cukup lama Farrel memilihkan sesuatu yang cocok untuk diberikan kepada wanita. Ia terlihat bingung. Bahkan Farrel belum punya pengalaman seperti itu. Ia juga tidak tahu selera istri dari Raka itu.


"Semoga ini bisa menyelamatkan gajiku," batin Farrel. Ia segera kembali ke kantor.


"Lumayan juga kamu ya," sanjung Raka. Ia menepuk bahu Farrel dan keluar begitu saja. Farrel menghela napasnya lega.


Raka menuju meja kerja Jiana. Ia tidak peduli apa kata karyawannya nanti. Yang lebih penting memenangkan hati Jiana.


"Hai sayang," sapa Raka sedikit memelankan suaranya. Jiana menoleh dan langsung terkejut.

__ADS_1


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Jiana panik. Ia melihat keadaan sekitarnya.


"Aku ke sini mau melihat istriku, apa tidak boleh?" ucap Raka santai.


"Kamu bisa telepon atau mengirimku pesan. Aku yang akan ke ruanganmu Raka," protes Jiana lagi. Ia tidak ingin tersebar kabar tidak mengenakkan tentangnya.


"Aku hanya ingin memberimu ini. Jika kamu tidak menerimanya aku akan tetap berada di sini," goda Raka. Ia menyerahkan coklat yang dipasang pita dan sekuntum mawar merah untuk Jiana.


"Untuk apa kamu bersikap seperti ini?" tanya Jiana semakin panik.


"Maaf ya... Tadi sempat membuatmu marah dan kesal," ucap Raka. Jiana mengangguk dengan cepat. Ia menerima bunga mawar dan coklat tersebut. Jiana meletakkannya di meja kerjanya. Ia mendorong Raka agar segera keluar dari ruangannya.


Jiana kembali ke meja kerjanya dan mengambil coklat dan bunga itu. Ia tersenyum geli. Jiana mencium bunga mawar itu sekilas. Jiana menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya. Hanya hal kecil seperti ini tetapi membuat hatinya senang. Mungkin saat ini benih cinta mulai tumbuh dalam hatinya. Jiana mulai suka dengan perlakuan suaminya yang menurutnya romantis.

__ADS_1


__ADS_2