Nikah Paksa Jadi Cinta

Nikah Paksa Jadi Cinta
Part 75


__ADS_3

Halo pembaca semuanya😊


Terima kasih sudah setia dengan cerita saya ini dan selalu menunggu update terbarunya😀


Mohon maaf sekali tidak bisa update setiap hari. Jangan kecewa ya, pasti bakal diselesaikan kok ceritanya😊🙏


Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah😊😊


-Selamat membaca-


***


Hari sudah semakin sore, Jiana baru selesai bersih diri dan kini ia sedang duduk di depan cermin. Jiana berias diri seperti biasa yang ia lakukan. Setelah selesai, ia menuju ke ruang tengah sambil menunggu suaminya pulang kerja.


"Nyonya mau dibuatkan apa?" tanya bi Lastri yang sudah berdiri di samping Jiana.


"Teh hangat saja bi," jawab Jiana. Bi Lastri mengangguk dan segera menyiapkan apa yang diminta Jiana.


Jiana mengambil ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuhnya sambil menunggu suaminya pulang.


Sedangkan disisi lain, Raka belum juga menyelesaikan pekerjaannya. Apa yang ia pikirkan tak sesuai dengan kenyataan. Ia mengira bahwa pekerjaannya akan selesai dengan cepat, namun nyatanya bukan seperti itu. Ia harus lembur sedikit untuk menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Raka melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Ini sudah pukul 16.30. Seharusnya, ia sudah pulang setengah jam yang lalu. Namun nyatanya, berkas-berkasnya menahannya agar tidak segera pulang. Raka melirik ponselnya yang ia letakkan di atas meja kerjanya. Ia teringat pada istrinya yang pasti sedang menunggunya di rumah. Raka menghentikan pekerjaannya dan berinisiatif mengabari istrinya. Untungnya, Jiana memaklumi dirinya yang akan pulang terlambat karena harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini juga. Ia bisa sedikit lega karena Jiana sungguh pengertian kepadanya.

__ADS_1


***


Hari semakin larut. Jiana masih setia menunggu kepulangan suaminya. Karena ia harus meminum obatnya tepat waktu, jadi ia terpaksa makan malam tanpa menunggu suaminya pulang. Jiana duduk di sofa ruang tamu. Tatapannya mengarah pada luar rumahnya. Meskipun ia tahu suaminya akan pulang terlambat hari ini, ia tetap ingin menunggunya.


Jiana menyandarkan tubuhnya pada sofa. Cukup lama ia berada di sana. Tanpa terasa, Jiana tertidur di sofa ruang tamu. Pukul 21.00 malam, Raka baru sampai di rumahnya. Ia segera masuk ke dalam rumah. Namun, ia dikejutkan dengan istrinya yang tertidur di sofa ruang tamu. Raka berjalan pelan menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya. Ia mengecup kening istrinya dan mengusap pipinya dengan lembut.


"Sudah aku bilang jangan menungguku, kenapa masih bandel saja, hmm?" gumam Raka sambil memandangi wajah istrinya. Lalu ia tersenyum tipis. Raka mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar. Ia merebahkan istrinya di atas kasur dengan pelan. Ia sengaja tidak membangunkan Jiana. Raka hanya ingin Jiana istirahat lebih banyak.


Setelah itu, ia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Sekitar setengah jam, ia keluar kamar mandi dengan keadaan segar. Raka menuju ke dapur karena merasa lapar.


"Tuan ingin apa? Biar bibi siapkan," ucap bi Lastri dengan sopan.


"Tidak perlu bi. Bi Lastri istirahat saja," ucap Raka. Bi Lastri mengangguk lalu meninggalkan Raka yang sedang berada di dapur. Ia ingin menyiapkan menu makan malamnya sendiri.


"Eh," ucap Raka terkejut. Namun, beberapa detik kemudian ia tersenyum lebar saat tahu jika itu adalah istrinya.


"Mas, kenapa tidak membangunkanku?" tanya Jiana yang masih memeluk suaminya.


"Aku tidak mau merepotkanmu sayang. Kenapa bangun? Harusnya kamu istirahat saja sayang," ucap Raka dengan lembut. Ia membalikkan tubuhnya dan kini menghadap istrinya.


"Kenapa pulang larut?" tanya Jiana. Raka tersenyum dan menarik tubuh istrinya agar lebih dekat dengannya. Ia mengecup bibir istrinya sekilas.


"Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini," jawab Raka. Jiana mengangguk tipis.

__ADS_1


Jiana duduk di kursi menunggu suaminya selesai memasak. Ia hanya memperhatikan suaminya menyiapkan menu makan malam untuk mereka. Karena Raka tidak mengizinkannya untuk membantunya.


Beberapa saat kemudian, Raka selesai memasak. Ia segera menghidangkan di meja makan. Mereka makan malam bersama dan suasana menjadi semakin romantis. Sudah lama mereka tidak makan malam berdua seperti ini. Selesai makan, mereka menuju ke kamar untuk beristirahat.


***


Hari-hari pun berlalu begitu saja. Kini, kondisi Jiana semakin pulih kembali. Ia mulai beraktivitas seperti biasanya. Raka juga semakin hari semakin sibuk dan kini semakin pulang larut malam. Semuanya karena pekerjaannya yang kian bertambah.


Setelah sarapan, Raka langsung pergi ke kantor. Sedangkan Jiana hanya beraktivitas yang ringan saja. Hampir semuanya bi Lastri yang menyelesaikan. Hari ini, Jiana ada janji dengan sahabatnya, Sarah di kafe biasa mereka bertemu. Sudah lama juga Jiana tidak keluar rumah.


Beberapa saat kemudian, Jiana sampai di kafe favoritnya dengan Sarah waktu kuliah dulu. Ia berjalan menuju meja yang sudah dipesan oleh Sarah.


"Ji, sini!" ucap Sarah sambil melambaikan tangannya. Jiana tersenyum kala melihat sahabatnya dan ia langsung menghampirinya. Jiana memeluk Sarah dengan erat.


"Maaf ya, sudah nunggu lama?" tanya Jiana. Sarah menggelengkan kepalanya. Mereka duduk saling berhadapan.


"Oh iya, aku juga mau memberikan kabar baik untukmu," ucap Sarah senang. Jiana mengernyitkan dahinya. Sarah mengeluarkan sebuah undangan pernikahan dan menaruhnya di meja. Jiana menatap undangan tersebut dan beralih menatap Sarah.


"Jangan lupa datang ya," ucap Sarah.


"I-ini serius?" ucap Jiana tidak percaya. Sarah mengangguk sambil tersenyum lebar. Jiana sangat senang dengan kabar bahagia ini. Ia tak menduga secepat ini sahabatnya akan menikah.


"Aku pasti datang dihari bahagiamu ini. Selamat ya Sarah..." ucap Jiana. Mereka sama-sama tersenyum lebar. Semenjak mereka lulus, jarang mempunyai waktu bersama seperti ini. Karena Jiana yang sibuk dengan urusan keluarga kecilnya, sedangkan Sarah sibuk dengan pekerjaannya. Beruntung waktu itu Raka memberikan Sarah cuti beberapa hari sehingga mereka bisa bertemu dan saling bertukar cerita seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2