
Menurut informasi yang kubaca dari google, Van der Parra adalah seorang gubernur jendral VOC yang terkenal glamor dan sering melakukan tindak korupsi. Jejak gaya hidup Van der Parra yang mewah bisa dilihat dari rumah megah bekas peninggalannya yang ada di wilayah Cimanggis.
"Kakek buyutku adalah salah satu orang kepercayaan Van der Parra. Kakek buyutku memulai kariernya dari nol di VOC. Dari hasil kerjanya, beliau bisa mengumpulkan harta kekayaan untuk disimpan di Netherland. Menurut cerita dari Papa, kehidupan kakek buyut dan keluarganya di Netherland sangat- sangat miskin."
"Sayang, beliau tewas dalam perjalanan pulang menuju ke rumah. Ketika kereta kuda yang ditumpanginya saat sehabis berkunjung dari rumah Tuan Van der Parra mengalami kecelakaan. Beliau tewas ditempat dan dimakamkan di Batavia."
"Lalu Opa Willy yang saat itu masih berusia muda melanjutkan pekerjaan ayahnya. Opa juga bekerja di Herverman, salah satu perusahaaan perkebunan milik VOC yang akhirnya diambil alih oleh pemerintah Belanda, setelah VOC dinyatakan bangkrut. Lalu bersama rekannya, Opa membangun usaha perkebunan karet di wilayah Tjibinong ( Cibinong) dan meminta Papa untuk membantunya."
"Papa yang saat itu mengurus usaha Opa di Harlingen akhirnya menyusul dan berpindah ke sini, terlebih saat itu Omaku sudah tiada," Noura melanjutkan lagi ceritanya.
"Lalu apakah Opa dan kakek buyutmu mengenal Cornelis Chastelein, seorang tuan tanah Belanda yang membangun tanah perkebunan di wilayah ini?" tanyaku.
"Tentu saja. Kakek buyutku sangat mengenalnya. Bahkan rumah ini juga dibangun atas bantuannya. Rumah ini adalah rumah peristirahatan milik Kakek buyut. Kakek mengunjungi rumah ini setiap seminggu atau dua minggu sekali."
__ADS_1
Menurut informasi yang kubaca, Depok pada tahun 1700 an adalah berupa hutan belantara yang penuh dengan semak belukar. Lama-lama kemudian dibuka dan dijadikan sebagai areal perkebunan. Udara yang sejuk pada saat itu menjadikan beberapa pegawai VOC membangun rumah peristirahatan di Depok.
"Setelah Omaku meninggal karena malaria, Opa memutuskan untuk kembali ke Harlingen dan menyerahkan urusan pekerjaan termasuk perkebunannya pada Papa." Lanjut Noura lagi.
"Kehidupanku di sini dulu sangat bahagia. Aku tumbuh dan besar di rumah ini. Aku bersekolah di sekolah khusus anak-anak Belanda. Aku juga sering membantu Papaku di perkebunan. Aku juga punya beberapa teman dari kalangan pribumi. Rasanya hidupku sangat sempurna. Banyak pengalaman hidup yang kudapatkan di sini yang sungguh sangat jauh berbeda dengan di Harlingen."
Aku tebak jika masih hidup, Noura pasti sudah berusia ratusan tahun. Di mataku, Noura seperti vampire cantik yang ada di film-film. Aah Noura, senyummu benar-benar membuatku terkesan. Aku seolah tak sabar menanti kedatanganmu.
...****************...
Dengan langkah santai aku keluar menuju rumah. Kesibukan di rumah ini masih sama. Ayah yang masih sibuk dengan urusan kantor. Pergi pagi dan pulang malam. Galih yang sedang sangat fokus dengan urusan kuliahnya, Ratna yang terlihat happy karena sudah memiliki banyak teman, dan juga Mama yang kegirangan karena orderan Mpek-Mpek yang terus meroket yang membuatnya kewalahan dan harus mencari asisten tambahan.
Mpek-Mpek buatan Mama memang tiada duanya. Rasanya betul-betul nampol. Sekali coba pasti ketagihan dan ingin mencicipi terus, hehehehe. Setidaknya, itulah testimoni dari para pembeli yang kubaca di platform jual beli online yang turut memasarkan Mpek-Mpek Mama.
__ADS_1
Kadang aku membantu Mama mengantarkan pesanan. Kadang juga aku ke pasar menemani Mama membeli bahan-bahan produksi.
"Bay, mau kemana kamu?" tanya Mama.
"ke halaman belakang, Mah. Mau cari inspirasi."Jawabku santai.
"Sampai kapan kamu mau seperti ini terus? kamu gak mau mencari pekerjaan?" pertanyaan Mama membuatku terperangah.
"Mama lihat hampir setiap hari kamu hanya melukis dan main gitar. Apa kamu tidak ingin mencoba pengalaman baru?"
"Apa kamu tidak mau mencoba melamar di Bank? kalau mau, Ayah kan bisa membantu memberikan rekomendasi." Ujar Mama lagi.
"Bayu gak minat kerja di Bank, Mah. Mama kan tahu, otak Bayu pas pasan. Bayu pasti akan cari lowongan kerja, Mah. Pastinya yang sesuai dengan minat Bayu. Mama doain aja, ya!"
__ADS_1
Bersambung.