
"Memasuki tahun 1950 an, rumah ini diambil alih oleh pemerintah untuk dijadikan asrama bagi para prajurit TKR. Aku juga tidak tahu bagaimana prosesnya sampai rumah ini akhirnya berpindah tangan. Dari yang sebelumnya disewa oleh seorang perwira KNIL lalu diambil alih oleh seorang perwira TKR, dijadikan sebagai tempat tinggal bagi para prajurit TKR."
"Setiap hari aku menyaksikan kehidupan para tentara muda itu. Setidaknya pemandangan yang kuamati saat itu jauh lebjh baik dan tidak menyeramkan seperti sebelumnya saat rumah ini dijadikan markas KNIL," tutur Noura.
"Adakah di antara tentara muda itu yang membuatmu tertarik?" tanyaku.
"Ya, ada seseorang yang menarik perhatianku. Dia cukup tampan dan manis. Tapi sayangnya dia tidak bisa melihatku. Aku hanya bisa mengamatinya diam-diam. Sayangnya, dia tidak lama tinggal di rumah ini. Dia pergi dan aku kehilangan jejaknya. Aku bahkan tidak ingat persis siapa namanya. Kalau tidak salah namanya Sudjono, begitu teman-temannya biasa memanggilnya," Noura mulai mengembangkan senyum di sudut bibirnya seolah mengumpulkan kembali serpihan memori.
Mendadak aku merasa lucu melihat ekspresinya, bagaimanapun Noura adalah seorang gadis muda yang mudah terpesona. Gaya dan tingkah polahnya tak beda jauh dengan gadis-gadis modern ketika sedang menyukai lawan jenis.
__ADS_1
"Hanya sebentar saja, rumah ini dijadikan asrama prajurit TKR. Tidak lama setelah itu, rumah ini dibeli oleh seorang Pimpinan TKR. Aku juga tidak mengerti bagaimana bisa rumah ini begitu mudahnya berpindah tangan. Hanya karena tidak ada ahli waris atas rumah ini, maka status rumah ini langsung diambil alih oleh pemerintah setempat, lalu pimpinan TKR itu menjadikan rumah ini sebagai rumah tinggal selama bertahun-tahun."
"Pria itu, istri dan anak-anaknya menempati rumah ini. Hingga akhirnya akhirnya anak-anaknya tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah ini. Pria itu dan istrinya juga pergi entah kemana. Tapi mereka tidak selamanya menetap di rumah ini. Adakalanya mereka menetap sekian tahun, setelah itu mereka pergi dan kemudian kembali lagi ke rumah ini."
Pimpinan TKR yang diceritakan Noura pasti adalah kakek pemilik rumah ini yang pernah diceritakan sebagai mantan pejuang kemerdekaan.
"Lalu rumah ini kembali tak berpenghuni. Kosong, tak terawat sampai akhirnya seseorang yang merupakan cucu dari pimpinan TKR itu kembali merapihkan rumah ini. Setiap satu atau dua bulan sekali, pasti dia datang untuk membersihkan rumah ini. Hanya dia yang rutin datang untuk mengecek dan merapihkan rumah ini.
Noura menyambut tawaku dengan senyum lebarnya. Pipinya yang bersemu kemerahan makin terlihat merona.
__ADS_1
"Ya, kau benar.Aku menjadi saksi bagaimana orang silih berganti memasuki rumahku. Menyaksikan bagaimana hari-hari mereka bersama keluarga. Dan jujur saja, semua itu membuatku perih. Aku selalu teringat dengan keluargaku. Aku sangat merindukan mereka. Rumah ini menjadi saksi betapa kami tumbuh dengan cinta, doa dan juga harapan," ekspresi Noura mulai terlihat kembali sendu.
"Aku tahu kamu sangat bersedih. Dan kesedihanmu sudah begitu berkarat. Kamu sedih tidak hanya kehilangan keluargamu, tapi juga karena rumah ini diambil alih tanpa seizinmu dan ditempati oleh orang asing."
"Tapi aku salut padamu, kamu tidak pernah menakuti orang-orang yang tinggal di rumah ini, meskipun kamu sangat bisa melakukannya, karena mereka termasuk aku sudah menempati rumahmu, kan?"
"Kamu tidak seperti hantu-hantu pada umumnya yang sering mengganggu orang jika kediaman mereka terusik. Kamu memang hantu yang baik."
"Jujur saja, aku merasa nyaman dengan keberadaan kalian. Keberadaan satu keluarga yag tinggal di dalam rumah ini membuatku merasa hidup, aku tidak lagi merasa kesepian, meskipun hanya sebatas melihat dan mengamati keseharian kalian,"
__ADS_1
"Meskipun lagi-lagi aku merasa sedih, sedih dan sedih, dan masih selalu merindukan keluargaku, tapi dengan melihat cinta dan kasih sayang dari keluarga yang tinggal di dalam rumah ini membuatku merasa tenang. Pancaran cinta dari kehangatan keluarga selalu membuatku nyaman," jawab Noura sambil menyibakkan rambutnya.
Bersambung.