NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Johans Alois


__ADS_3

Laki-laki berdarah Jerman yang pernah bekerja di salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Batavia itu bisa dikatakan sudah tidak muda lagi. Usianya kurang lebih lima belas tahun lebih muda dari Opa Willy. Perawakannya tinggi besar, berambut pirang dan wajahnya cukup garang. Orang-orang banyak menyebutnya dengan Johans Alois, sesuai dengan namanya. Dia sudah tinggal cukup lama di Batavia. Merantau sejak usia muda dan mengabdikan dirinya sebagai pegawai di Herverman.


Orang-orang mengenalnya sebagai pribadi yang keras dan temperamen. Senang mabuk dan menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. Rekam jejaknya di Herverman bisa dibilang cukup licik. Pandai menjilat atasan untuk kepentingan diri sendiri, bahkan tidak jarang menyingkirkan rekan kerja demi meraih jabatan dan kedudukan tinggi. Ketamakan dan keserakahan Johans Alois terlihat ketika dia beberapa kali melakulan tindakan penggelapan dana di Herverman Hingga akhirnya ketika terjadi restrukturisasi perusahaan-perusahaan perkebunan peninggalan VOC, termasuk Herverman, aksi kejahatannya diungkap. Johans Alois pun dipecat, dijebloskan ke dalam penjara dan seluruh aset-asetnya disita oleh pemerintah Belanda pada saat itu.


Johans Alois sudah menikah dengan seorang wanita Belanda yang cantik dan tinggal di sebuah rumah megah di daerah Menteng. Meski tidak dikaruniai anak, kehidupan perkawinannya berjalan harmonis hingga akhirnya ketika dia ditahan di penjara karena kasus korupsi, sang istri meninggalkannya dan jatuh ke pelukan seorang pengusaha tembakau di Semarang. Sang pengusaha yang juga berkebangsaan Belanda memboyong Sang Istri tinggal di kediamannya di Semarang.


Semenjak itu Johans Alois semakin bengis. Sekeluarnya dari penjara, dia bertekad akan membalaskan dendamnya satu persatu kepada orang-orang yang telah menjebloskannya ke dalam penjara. Termasuk kepada Opa Willy yang dianggapnya telah mengadukan tindakan penggelapan dana yang dilakukannya pada pimpinan.


Dia bertekad akan memberikan pelajaran pada Opa Willly dengan cara menguasai kembali tanah perkebunan karet yang diperoleh lelaki tua itu sebagai pemberian dari Herverman.


Johans Alois telah bertekad akan mengumpulkan kembali harta kekayaannya yang sempat lenyap. Dia harus menjadi kaya dan berkuasa kembali. Setelah menjadi kaya dan berkuasa, tujuannya hanya satu, yaitu berangkat ke Semarang untuk mencari keberadaan wanita yang pernah menjadi istrinya sekaligus memberi pelajaran kepada pria kaya yang telah membuat istrinya berpaling.


Segala persiapan pun dilakukan Johans Alois dengan rapih. Berbekal sedikit uang simpanannya, dia menyewa beberapa jawara kampung untuk dijadikannya sebagai Centeng (pengawal pribadi). Para Centeng itulah yang menemaninya untuk melakukan aksi teror dan pemerasan.


"Mana yang menjadi sasaran utama kita, Tuan?" tanya seorang Centeng pada suatu hari.

__ADS_1


"Perkebunan karet di Tjibinung milik William Van Kemmers. Lelaki tua itu yang telah menjebloskanku ke penjara. Karena dia berhasil mempengaruhi Tuan Dekker untuk mengusut harta kekayaanku. Dia harus segera diberi pelajaran. Tanah perkebunan yang dia miliki itu adalah hasil dari menjilat pada Tuan Dekker. Aku harus merebut tanah itu."


"Sekarang tanah itu diwariskan pada anak semata wayangnya, sementara Si Tua Bangka itu sudah kembali ke Netherland. Kita harus menggertak pewaris Si Tua Bangka itu agar segera menyerahkan tanahnya. Kau tahu, tanah perkebunan itu dulu sempat menjadi milikku. Lalu diambil alih kembali oleh Negara. Aku pun dijebloskan ke dalam penjara dan dilakukan restrukturisasi besar-besaran, beberapa aset milik Herverman dibagikan kepada para pekerja yang dianggap loyal, termasuk Si Tua Bangka itu,"


"Setelah tanah perkebunan itu kuambil alih, aku akan menggertak lagi beberapa mantan pekerja Herverman lainnya yang juga mendapatkan bagian dari Herverman setelah bubar, seperti Daniel dan Albertus yang masing-masing mendapatkan lahan peternakan di Tjisaroea (Cisarua). Aku yakin, kedua orang itu juga bersekongkol dengan Si Tua Bangka untuk menyingkirkanku."


"Tuan jangan khawatir. Kami akan membantu Tuan," ujar seorang Centeng yang bernama Samsudin.


Maka hampir setiap hari, Johans Alois dan para centengnya selalu datang ke perkebunan. Kedatangan mereka pertama kali sudah dicurigai oleh Sudarman. Sudarman secara diam-diam mengawasi dari luar perkebunan, bagaimana orang-orang suruhan Johans Alois mengamati gerak-gerik Tuan Adrianus.


Adrianus balik mengancam akan melaporkan perbuatan Johans Alois ke pihak yang berwajib. Dan sebelum itu terjadi, Johans Alois telah menyiapkan rencana yang lebih jahat.


Bersambung.


Mohon tinggalkan jejak like dan komennya ya Guys....Terima Kasih.

__ADS_1


Keterangan :


Konon, kawasan Menteng sudah menjadi permukiman elite sejak zaman kolonial Belanda.


Kawasan Menteng yang berada di selatan Kota Batavia, kadang juga disebut sebagai Untung Jawa, lantaran terletak di sebelah utara Kampung Melayu.


Sebelum menjadi permukiman elite seperti yang dikenal sekarang ini, Menteng merupakan daerah yang kurang dikenal, bahkan dihuni binatang buas.


Semula daerah ini merupakan hutan yang ditumbuhi pohon Menteng (beccaurea racemosa). Pohon buah tersebut akhirnya dikaitkan oleh masyarakat untuk menyebut nama lokasi ini.


Namun, sejak lokasi tersebut dibuka untuk umum dan pengembangan Kota Batavia pada 1810, tempat tersebut mulai ramai. Kemudian sekitar 1912, Gubernur Jenderal Wilem Herman Daendels menjadikan tempat ini sebagai perumahan untuk pegawai pemerintah Hindia Belanda.


Menteng merupakan perumahan villa pertama di Batavia, yang dikembangkan antara 1910 dan 1918. Perancangnya adalah tim arsitek yang dipimpin PAJ Mooijen, arsitek asal Belanda yang merupakan anggota tim pengembang yang dibentuk pemerintah kota Batavia.


Dalam perkembangannya, Menteng terbagi menjadi beberapa nama lainnya. Sehingga terdapat kampung kecil di dalamnya seperti Menteng Atas, Menteng Dalam, dan Menteng Pulo.

__ADS_1


Sumber: Yahoo.com


__ADS_2