
Dan untuk selanjutnya, mimpi itu muncul lagi. Hampir setiap malam. Mimpi dimana aku melihat rumah ini dengan setting dan kondisi yang berbeda. Mungkin kondisi pada zaman kolonial. Semua nampak begitu jelas dan nyata.
Rumah ini, kehidupan keluarga Belanda, halaman dan pelataran yang begitu luas, pepohonan, taman bunga yang cantik, air mancur, ayunan besi dan juga sosok cantik wanita itu.
Kadang aku melihatnya dalam sedang duduk termangu dengan wajah menunduk, atau dia sedang melamun di ayunan, lalu sepasang anak kecil menarik tangannya dan mengajaknya bermain.
Aku pernah melihat Si Cantik itu berjalan ke arah belakang rumah menuju bangunan kecil. Dia masuk ke dalam bangunan itu dan nampak sedang mencari-cari sesuatu.
Aku seperti mengamati potongan slide film kuno yang diperankan oleh tokoh-tokoh manusia zaman dulu. Begitu menarik film itu sampai aku begitu antusias menontonnya.
Dan Si Cantik itu selalu hadir. Ibarat dalam sebuah film, dia adalah tokoh utamanya. Dia selalu muncul dalam setiap slide. Kadang dia menunduk malu-malu tak menampakkan wajahnya, kadang dia menunjukkan wajah cantiknya. Aku begitu penasaran.
Siapa dia ya? apakah dia istri dari Tuan Van Kemmers? ataukah anak perempuannya? mengapa dia selalu hadir dalam mimpiku? dan mengapa begitu aku ingin mendekatinya, mendadak aku langsung terbangun?
Seperti saat ini. Aku terbangun dengan perasaan yang masih terkesan. Terkesan sekaligus penasaran dengan sosok cantik itu. Wajahnya lembut dan anggun, menampilkan kecantikan khas wanita Eropa. Tubuhnya tinggi dan langsing dengan rambut coklat ikal sebahu.
__ADS_1
Wajahnya mengingatkanku pada artis hollywood Nathalie Portman, ah tapi sepertinya lebih mirip Winona Ryder atau Keira Knightley. Pokoknya wajah yang sangat potensial untuk memasuki dunia entertainment di negeri ini, hehehe. Sangat manusiawi sih, kebanyakan kan orang lebih dulu menilai tampilan luarnya ketimbang hal-hal lainnya.
Dan aku sangat terkesan. Setiap habis melihatnya di alam mimpi, muncul inspirasiku untuk melukis. Aku ingin mengabadikan momen yang aku lihat di mimpi itu termasuk
Si Noni Belanda cantik itu dalam sebuah lukisan.
Aku begitu bersemangat untuk melukis. Dengan mudahnya, aku dapat menggambarkan apa yang kulihat dalam mimpi itu ke dalam canvas. Begitu terkesan, begitu nyata, seolah tak ada satu pun yang terlewatkan.
Hari demi hari terus berlalu. Dan setiap malam aku selalu menantikan mimpi itu. Hatiku merasa senang dan lagi-lagi dibuat terkesan saat aku bangun dari tidur.
Begitulah hari-hariku. Aku banyak menghabiskan waktuku untuk melukis di siang hari, dan malam sebelum tidur, aku kembali berkutat dengan buku atau gitar dan mulai bernyanyi.
...****************...
"Wah, lukisannya keren Mas. Mas Bayu jadi senang melukis nih, sekarang?" Ujar Ratna dengan wajah takjub.
__ADS_1
"Hehe iseng aja, Rat."
"Bagus banget Mas. Mas menggambar rumah ini ya? wah, ini siapa Mas? seperti potret keluarga Belanda."
"Iya, Rat. Aku melukis tentang kehidupan pemilik rumah ini. Rumah ini rumah Belanda. Pasti penghuni pertamanya ya keluarga Belanda," jawabku santai.
"Hmmmm, sok tahu. Mas Bayu tahu darimana tentang penghuni pertama rumah ini?" Ratna mencebik.
"Dari mimpiku." Jawabku dengan ekspresi serius.
"Beneran, Mas? kok, Ratna jadi merinding ya?" Ratna terlihat mulai ketakutan.
"Ya enggaklah. Itu cuma imajinasiku saja kok. Kebetulan atmosfer rumah ini membuat moodku untuk melukis muncul. Entahlah, mungkin karena ini rumah tua atau karena sejarah dari rumah ini yang banyak memberikanku inspirasi."
Bersambung.
__ADS_1