NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Cerita tentang peristiwa Gedoran


__ADS_3

"Abang tahu tentang peristiwa itu?" Jordan terkejut mendengar pertanyaanku. Dia nampak begitu antusias.


"Tentu saja aku tahu. Aku banyak membaca tentang sejarah Depok dan termasuk kehidupan tempo dulu di wilayah ini," jawabku. Lagi-lagi aku berbohong, hehehehe. Aku baru mengetahui tentang peristiwa Gedoran ya lewat Noura. Dia yang menjelaskan padaku tentang peristiwa itu. Selebihnya aku hanya mencari sendiri di google.


"Ya...Peristiwa itu juga yang menyebabkan leluhur saya dan warga Belanda lainnya ketakutan dan akhirnya meninggalkan negeri ini.


Peristiwa menakutkan itu terjadi saat Bangsa ini memasuki kondisi Masa Bersiap," Jordan mulai menjelaskan.


"Masa bersiap?" tanyaku.


"Ya... Disebut masa bersiap ketika bangsa Indonesia baru saja meraih kemerdekaannya, euforia untuk merayakan kemerdekaan terjadi di mana-mana. Dan Salah satu bentuk euforia itu ditandai dengan penyerangan dan intimidasi terhadap warga Belanda dan keturunannya. Tidak hanya pada kaum Belanda totok, tapi juga kaum indo dan juga penduduk pribumi yang berperilaku ke belanda-belandaan.


"Peristiwa itu berawal dengan kedatangan para pemuda yang tergabung dalam laskar kemerdekaan. Kedatangan mereka awalnya untuk mengecek kabar tentang benar tidaknya ada daerah-daerah di sekitar Ibukota yang redup dalam menanggapi euforia kemerdekaan. Pada saat itu, euforia kemerdekaan mengggema di mana-mana. Setiap rakyat Indonesia di segala penjuru saling meneriakkan pekik kemerdekaan.Dan mereka melihat Depok sebagai salah satu wilayah yang menurut mereka biasa-biasa saja dalam menyambut euforia kemerdekaan. Dan mereka menduga Depok sebagai bagian dari wilayah yang pro Belanda. Hal ini diperkuat dengan keberadaan sebagian penduduk Depok yang tergabung dalam komunitas yang dibentuk Cornelis Chastelein atau yang dikenal dengan istilah "Belanda Depok", dengan gamblang Jordan Winhern menjelaskan.

__ADS_1


"Dan terjadilah penyerangan besar-besaran terhadap apa saja dan siapa saja yang dianggap masih ada hubungannya dengan Belanda di wilayah ini. Mulai dari penyerangan terhadap komunitas Belanda Depok hingga kaum indo dan warga Belanda totok( asli).


"Peristiwa mengerikan itu terjadi pada tanggal 11 Oktober 1945 dalam kurun waktu berbulan-bulan lamanya. Ditandai dengan gedoran keras di pintu-pintu rumah warga lalu terjadilah penodongan dengan senjata tajam. Lalu kekacauan, penjarahan hingga pembataian terjadi secara besar-besaran. Menurut informasi yang saya dapat dari leluhur, peristiwa itu merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menakutkan," Kulirik Noura yang masih nampak antusias mendengarkan penjelasan dari Jordan Winhern.


"Kebetulan Papa mempunyai arsip berupa artikel dan foto foto tentang kejadian itu. Ayo Bang, kita ke perpustakaan!" ajak Jordan.


Penasaran. Entah kenapa aku jadi makin penasaran. Aku yang awalnya hanya sekedar ingin mencari tahu tentang asal usul Jordan Winhern kini malah semakin ingin mengetahui tentang peristiwa paling bersejarah di kota ini.


Jordan membawa kami memasuki sebuah ruang perpustakaan keluarga berukuran 4 X 6 meter yang tertata dengan rapih. Ada tiga buah lemari besar berisikan deretan buku, jurnal dan juga album-album foto.


"Wah keren sekali ! Papamu Luar biasa Ya ! Beliau pasti seorang pecinta buku yang fanatik, " ekor mataku terus mengamati seisi ruangan.


"Ya, begitulah. Sayangnya sifatnya itu tidak turun pada saya, Bang! hehehehe. Saya tidak begitu gemar membaca apalagi menulis. Hanya sedikit dari koleksi buku-buku di sini yang saya baca. Dan tentang peristiwa Gedoran Depok, saya banyak mengetahuinya dari cerita-cerita leluhur saya secara turun temurun dan juga dari beberapa referensi di sini. Apalagi leluhur saya pernah mengalaminya secara langsung.

__ADS_1


Entah kenapa aku seperti melihat sosok diriku dalam diri Jordan. Kami berdua memiliki banyak kesamaan. Sama-sama tidak hobi membaca, sama-sama menyukai musik dan sama-sama berada dalam lingkaran untuk menguak sejarah masa lalu. Jordan yang secara garis keturunan masih ada hubungannya dengan para korban peristiwa Gedoran dan aku yang terpaksa mencari tahu tentang sejarah peristiwa tempo dulu karena Noura. Kulirik Noura yang masih terdiam dengan ekspresi yang sama. Datar dan nampak sedih.


Jordan lagi lagi menunjukkan padaku beberapa buku dan jurnal tentang peristiwa Gedoran Depok. Aku tertegun melihat beberapa foto hitam putih yang tersusun pada sebuah lembaran jurnal.


"Ini rumah Kakek Moyang saya, Bang! Letaknya di daerah Depok lama. Rumah ini menjadi saksi bagaimana tragedi mengerikan itu terjadi.


Lima belas tahun kemudian setelah Indonesia merdeka salah seorang kakek buyut saya kembali mendatangi wilayah ini... Tapi semuanya sudah berubah. Rumah yang mereka tempati sudah kosong dan nyaris tidak terawat. Beberapa perabotan sudah porak-poranda."


"Tapi keluarga kami termasuk beruntung jika dibandingkan keluarga yang lain. Setidaknya leluhur saya tidak sampai meregang nyawa. Opa Frans, Opa Rueben dan Opa Jacobus yang harus mendapatkan serangan fisik dari laskar pemuda. Mereka diseret ke luar rumah, lalu dibawa oleh sekelompok orang sambil ditendangi dan dipukuli. Kejadian itu terjadi pada saat malam hari, saat semua orang sedang bersiap untuk beristirahat. Lalu Oma Bertha, Nenek Moyang saya dan Oma Magda ( anak bungsu dari Oma Bertha dan Opa Frans) diculik dan dibawa ke tempat pengungsian di Bogor. Beruntung Opa Frans dan kedua anak lelakinya berhasil menyelamatkan diri. Mereka terpisah selama kurang lebih enam bulan lamanya. Opa Frans dan kedua anak lelakinya yaitu Opa Rueben dan Opa Jacobus ditawan di Bogor..Lalu mereka berhasil menyelamatkan diri setelah diselamatkan oleh tentara NICA. Lalu Oma Betha dan anak bungsunya yaitu Oma Magda yang waktu itu berusia 15 tahun ditawan di gedung Gemeente Bestuur. Setelah diselamatkan NICA, akhirnya mereka bersatu lagi. Karena kondisi di Depok yang sudah semakin tidak kondusif ditambah lagi dengan rasa trauma selama dalam masa penyekapan, akhirnya Opa Frans memutuskan untuk kembali ke Amsterdam." Jordan menjelaskan lagi dengan sangat gamblang. Noura terus menyimak cerita Jordan dengan antusias.


Bersambung.


Keterangan:

__ADS_1


Gedung Gemeente Bestuur Depok (kotapraja) dibangun di Jalan Pemuda No. 10 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kota Depok di masa lampau ini sekarang menjadi Rumah Sakit Harapan Depok.


__ADS_2