NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Musik Klasik


__ADS_3

"Sama-sama, Cantik. Saat kamu sedih, datanglah padaku. Aku akan menghiburmu."


Noura mendekat dan mencium pipiku. Haaaa....Aku tidak sanggup berkata-kata. Jantungku berdetak lima kali lebih cepat. Ini dahsyat. Aku tidak menyangka. Beginikah rasanya dicium hantu? meski ciumannya terasa dingin, tapi hatiku mendadak terasa dipenuhi bara. Hangat menggelora.


"Maafkan aku. Aku terlalu spontan," ucap Noura sambil tertunduk malu.


"Its ok. Lupakan," aku berusaha menahan debaran hatiku yang semakin menjadi-jadi.


"Oh ya, aku sedang mempelajari musik klasik. Kau pernah dengar tentang musik klasik. Aku yakin kau sudah sangat mengenalnya. Orang-orang Eropa sangat familiar dengan musik klasik," aku berusaha mengalihkan kegugupanku dengan mengajak Noura membahas tentang musik klasik.


"Tentu saja. Dulu aku sempat mempelajarinya. Opa dan Omaku sangat menyukai musik klasik. Begitu pula Papa dan Mamaku. Sejak kecil aku sudah terbiasa mendengar musik klasik."


"Bahkan aku juga sempat mempelajarinya. Tapi aku tidak pernah bisa mahir memainkannya. Terlebih lagi, aku sering...."


"Sering melarikan diri saat guru musikmu datang kan?" aku mencoba melanjutkan kalimatnya.


"Hahahaha. Kau benar. Aku tidak suka dengan Tuan Jansen, Si guru musik itu, karena dia begitu kaku dan tegas. Aku tidak suka caranya mengajariku. Aku tidak seperti Sophia yang cepat paham dalam mempelajari sesuatu."

__ADS_1


"Ditambah lagi, Sophia sangat penurut dan tidak suka membantah. Berbeda dengan aku. Dan Si guru musik itu sepertinya tidak tanggap. Dia memperlakukan aku sama seperti Sophia yang cepat paham setiap kali diajarinya," ucap Noura dengan pandangan menerawang.


"Mungkin jika aku yang mengajarimu, kamu pasti akan sangat betah dan tidak akan kabur lagi, hahahahaha," balasku sambil menatap bola matanya yang indah.


Noura makin tersipu. Dicubitnya lenganku. Sesekali dia menatapku lalu beralih memandang ke arah luar jendela.


"Karena hanya aku yang tahu bagaimana caranya menghadapi murid pemberontak seperti kamu!" ujarku sambil membalas cubitannya.


"Apa yang kau lakukan jika kau mempunyai murid seperti aku?"


"kedua, aku akan banyak tersenyum ketika sedang mengajarmu. Supaya kamu tambah terpikat dan lama-lama kamu akan tertarik untuk belajar musik denganku," jawabku sambil mengedipkan mata.


Malam ini, degub jantungku semakin keras berdetak. Aku menjadi semakin salah tingkah. Pesona Noura membuatku nyaris tak mampu menahan gejolak rasa. Aah, ini gila. Sepertinya mulai besok aku tidak boleh memperbolehkan Noura berlama-lama di kamarku sampai lama begini.


Tapi dia kan hantu! dia bisa leluasa masuk ke kamarku kapan saja dia mau. Dia juga bisa mengintipku kapan saja dia bisa tanpa diketahui oleh siapa pun. Tapi dia benar-benar sangat cantik. Hantu cantik yang begitu nyata. Duduk berduaan dengannya seperti ini membuat jantungku nyaris rontok. Terlebih tadi saat dia mencium pipiku.


Jujur saja, keberadaannya di sampingku sangat menggugah batas kenormalanku. Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Suasana di luar kamarku mulai sepi. Mama, Ayah, Galih dan juga Ratna sepertinya sudah tidur.

__ADS_1


Di sisi lain aku merasa senang dengan keberadaan Noura sampai larut malam begini di kamarku. Aku jadi tidak merasa sepi. Tapi lagi-lagi, menatap dan menikmati keindahan wajahnya membuatku nyaris tak berdaya menahan rasa. Apakah dia bisa merasakan gejolak hatiku? dan dia memang sengaja berlama-lama di sini karena ingin menggodaku?


"Putarkan musik klasik untukku. Aku sangat ingin mendengarnya," pinta Noura.


Aku gelagapan. Tak tahu harus berbuat apa. Tadi dia berkata apa? minta diputarkan musik klasik?


"Kau punya gramophon yang berisikan musik klasik?" tanyanya.


Hahahahaha...Ada-ada saja dia. Dia tidak tahu kalau gramophon sudah jadi benda antik di zaman ini.


"Tidak ada. Gramophon sudah tidak ada di zaman modern ini, Cantik. Tapi aku tetap bisa memutarkan musik apapun untukmu dengan alat ini!" aku menunjukkan laptop ke arahnya.


Langsung saja aku membuka youtube dan mulai mencari lantunan musik klasik. Dalam hati aku ingin tertawa keras-keras. Aku dan Noura tidak hanya berbeda dimensi tapi juga zaman dan usia...Tapi entah kenapa aku semakin menyukainya.


Bersambung.


Mohon like dan dukungannya ya Guys....Thanks a lot.

__ADS_1


__ADS_2