NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Benar-benar jatuh cinta


__ADS_3

Aku baru saja mendapat tawaran kerja. Dan besok aku harus pergi untuk melakukan wawancara. Kuletakkan kertas berisikan tulisan itu di atas laci meja kamarku. Tadi aroma golden rose aneka rupa mulai tercium walau hanya sesaat. Aku tahu, pasti ada Noura di sekitar sini. Dia selalu datang dengan aroma khas yang sangat menyegarkan itu.


Aku mencoba menarik nafas, untuk menenangkan hatiku. Entah mengapa, dari tadi siang aku merasa gugup. Mungkin karena besok harus melakukan wawancara.


"Gefeliciteerd, Bayu. Aku senang mendengarnya. Kau mau bekerja dimana?" Noura tiba-tiba muncul di sampingku. Dia duduk dengannya anggunnya.


"Kamu mengagetkan saja. But well, aku senang kamu muncul di sini. Kamu tahu, Mama melarangku untuk ke paviliun lagi sejak hari ini. Gara-gara kemarin aku keasyikan mengobrol sama kamu di sana. Aku tidak sadar kalau waktu sudah lewat dari tengah malam."


"Oh ya?" Noura memasang ekspresi terkejut.


"Iya. Aku juga heran. Waktu berjalan begitu cepat. Seingatku kita hanya berbincang beberapa jam saja. Tapi kenapa ketika kita keluar dari pavilion dan gudang, keadaan di luar sudah gelap. Ketika aku sampai rumah, jam menunjukkan setengah dua malam."


"Orangtuaku sangat panik. Mereka tidak tahu harus mencariku kemana, karena aku pergi tanpa membawa ponselku."


"Ponsel?" tanya Noura. Aku menunjukkan ponsel android samsung berwarna hitam berukuran lima inch yang terletak di sampingku.


"Benda apa itu?" tanyanya lagi.


"Ini alat komunikasi. Dengan alat ini kita bisa lebih mudah menghubungi seseorang. Ini sejenis telepon." Aku menjelaskan.

__ADS_1


"Ya aku tahu," Noura nampak ingin menyentuh ponselku. Dia nampak begitu penasaran.


"Waktu di zamanku, alat komunikasi bernama telepon hanya digunakan pada beberapa kalangan tertentu."


Noura benar. Dari informasi yang kudengar, penggunaan alat telekomunikasi pada zaman dahulu dilakukan dengan menggunakan telegraf. Beberapa tahun setelah penggunaan telegraf muncullah, jaringan telepon lokal yang mulai menyebar ke sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 16 Oktober 1882. Jaringan telepon lokal itu menghubungkan wilayah Gambir dan Tanjung Priok untuk pertama kalinya.


Noura masih takjub memandangi ponsel milikku.


"Dengan alat ini aku bisa menghubungimu dengan mudah, kalau suatu waktu aku ingin berkomunikasi denganmu," ujarku sambil menjelaskan.


"Apa Aku bisa menggunakan benda itu?" Noura balas bertanya.


Pertanyaan yang membuatku geli dan ingin tertawa. Mungkin seru, jika ada hantu menggunakan ponsel. Hahahaha, pasti seru.


"Baiklah. Aku pasti akan sering memanggilmu. Karena rasanya ada yang kurang, kalau sehari aja gak liat kamu," refleks saja kalimat gombal itu keluar dari mulutku."


Noura tersipu. Wajahnya bersemu kemerahan.


"Jangan pernah tinggalkan aku ya!" pintanya.

__ADS_1


Aku mengangguk.


"Maafkan aku karena telah membuat orangtuamu khawatir. Kemarin saat kita menghabiskan waktu untuk berbincang di paviliun dan gudang, aku telah membawamu masuk ke dalam dimensiku. Tanpa aku sadari, saat aku bercerita padamu, aku telah membuka lembar dimensiku dan membiarkan kau masuk ke dalamnya."


"Dimensi waktu kita berbeda. Terlebih saat aku membawamu pada kisah hidupku di masa lalu, maka tanpa kau sadari, waktu dalam dimensimu berjalan dengan cepat," Noura menjelaskan lagi.


"Oh seperti itu. Meskipun dimensi kita berbeda, aku akan tetap menemuimu. Aku harap kau bisa selalu menemaniku. Karena rasanya ada yang kurang kalau sehari saja gak liat kamu," spontan saja kukatakan lagi kata-kata gombal itu..Aah, tapi tidak. Ini serius dari dalam hati. Bukan gombal.


"Benarkah begitu? apa benar yang kau katakan?" Noura berucap sambil menunduk malu-malu.


"Aku juga merasakan yang sama Bayu. Aku tidak ingin jauh dari kau. Semenjak kau ada di sini, hari-hariku menjadi lebih berwarna. Aku seperti menemukan sesuatu yang hilang."


"Sesuatu yang dulu begitu kuharapkan. Begitu kudambakan. Meski harus terlepas dari harapan. Dan kenyataan yang begitu pahit yang kudapatkan."


"Sudahlah. Sekarang ada aku. Kita akan selalu bersama," kuberanikan diri untuk menggenggam tangannya. Noura menjatuhkan kepalanya di bahuku.


Dari jendela luar, sinar bulan nampak berpendar berkilauan. Suasana malam yang syahdu, saat genggaman tanganku semakin erat menyentuhnya Seolah mewakilkan segenap perasaanku malam ini. Aku benar-benar jatuh cinta padanya.


Bersambung.

__ADS_1


Catatan:


Gefeliciteerd : Selamat


__ADS_2