
"Itulah sebabnya aku benci ketika rumah ini dijadikan markas bagi tentara KNIL. Melihat bilik penyiksaan itu membuatku geram dan ingin bertindak, tapi aku tidak bisa. Seperti ada kekuatan dahsyat yang membuatku tak bertenaga,"
"Kenapa begitu?" tanyaku.
"Entahlah. Aku juga tidak mengerti."
"Ngomong-ngomong, apakah ada makhluk tak kasat mata lainnya yang ada di rumah ini? dan apakah kamu juga berinteraksi dengan mereka?"
"Ada. Mereka menempati beberapa bagian di rumah ini. Di halaman depan, di depan paviliun, di pojok dapur, di halaman samping, tapi tenang saja, mereka tidak mengganggu. Mereka bukan tipe hantu yang jahil. Aku juga sudah mengingatkan mereka untuk tidak menganggu siapapun yang ada di sini. Ini adalah rumahku dan mereka hanya menumpang. Mereka tidak boleh membuat kekacauan yang bisa mengusik ketenanganku. Dan salah satu hal yang membuatku bahagia adalah melihat kehangatan keluarga yang tinggal di sini," tutur Noura.
"Kau tenang saja, Bayu. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keluargamu. Mulai dari penghuni pertama hingga keluargamu yang menempati rumah ini, tidak pernah kubiarkan makhluk-makhluk lain menganggu."
"Masa sih, apa kamu tidak sadar kalau kehadiranmu selama ini sudah cukup menggangguku?" aku berusaha menggodanya.
"Maksudmu? menganggu dalam hal apa? aku tidak pernah menganggu kesibukanmu, Bayu. Tidak pernah. Aku hanya senang bisa berdekatan denganmu. Bisa berinteraksi denganmu, bisa selalu ada di sisimu," ujar Noura begitu serius.
"Jadi kamu masih belum sadar juga kalau kehadiranmu telah menganggu pikiran dan hatiku selama ini, Cantik!!! aku sangat senang jika selalu ada di dekat kamu, menghabiskan waktu bersama kamu. Melihat dan berinteraksi denganmu sudah membuat hatiku terganggu sepanjang waktu. Jadi dag dig dug melulu!" aku mulai menggombal lagi.
"Aah, kau mulai lagi merayuku. Dasar laki-laki perayu!" Noura mengerucutkan bibirnya. Dan dalam sedetik, senyum indahnya mulai mengembang, membuat hatiku seperti dipenuhi denting dawai yang saling beresonansi. Begitu riuh dan mendebarkan.
__ADS_1
Pikiranku kembali dipenuhi khayalan, seandainya Noura adalah manusia tentu kebahagian ini tidak akan semu. Aku pasti akan menikahinya dan mengajaknya untuk hidup bersama. Kami pasti akan sangat bahagia. Tapi lagi-lagi kenyataan telah mendobrak kesadaranku. Dia bukanlah manusia.
"Kau selalu membuatku tersipu. Aku selalu dibuat terkejut dengan kata-katamu, tapi aku suka. Aku semakin menyukaimu, Bayu."
Detak jantungku semakin menari mendengar ucapannya. Aku semakin tidak sanggup menatap wajahnya. Pesonanya benar-benar membuatku terbius.
"Sebelumnya apakah kamu pernah berinteraksi dengan pria lain, maksudku sosok manusia selain aku?" pertanyaanku itu muncul begitu untuk meredakan degub jantungku.
"Tidak ada. Kalaupun ada yang membuatku tertarik, mereka tidak bisa melihatku," jawab Noura makin tersipu malu.
"Jadi hanya aku dong yang spesial buat kamu," ujarku sambil mengedipkan mata.
"Ya, hanya kau yang membuatku terkesan. Sejak pertama memandangmu, aku merasakan getaran yang dulu hilang seakan muncul kembali. Terlebih lagi kau bisa melihatku."
"Hey, kau cemburu ya?"
"Sedikit. Tapi, sudah lupakan saja. Tokh, aku juga tidak mengenalnya kan! dan pasti aku lebih tampan dari dia, kan?"
"Hahahahaha..... Ya, kau jauh lebih tampan. Kalian berdua memiliki kesamaan dari bentuk tubuh dan warna kulit. Sama-sama tinggi, tegap dan berkulit sawo matang. Sudarman memiliki kumis sedangkan kau tidak."
__ADS_1
"Sudarman jauh lebih sederhana dari segi penampilan dan satu hal yang kukagumi darinya adalah keberaniannya. Dia banyak mengajariku tentang kehidupan di alam bebas. Bagaimana cara memancing, berkebun, memanjat pohon, berburu, berkuda, dan masih banyak lagi. Dia luar biasa. Dia orang yang kurindukan selain keluargaku," tatapan Noura mulai terlihat sendu kembali.
Aku tidak tahu sekarang jam berapa. Yang jelas malam semakin larut. Aku menikmati kesyahduan malam ini dengan bercengkrama dengannya. Jika sekarang aku sedang memasuki alam dimensinya, aku tidak peduli. Tokh, aku berada di kamarku sendiri, orang-orang rumah tidak akan panik mencariku jika aku menghilang. Paling tidak kejadian seperti di paviliun dan gudang belakang di mana aku tidak kembali ke rumah selama berjam-jam, tidak akan terulang lagi.
"Sepertinya ada yang mengawasi kita dari luar kamar," ujar Noura sembari melongok keluar.
"Mbak Siti lagi kan?" tanyaku.
"Ya. Siapa lagi kalau bukan dia. Jujur saja, aku ingin berinteraksi dengannya tapi tubuhku mendadak lemah tiap kali dia berusaha mendekatiku. Seakan seluruh energiku tersedot habis. Rasanya mirip seperti ketika aku mendekati bilik penyiksaan tawanan tentara KNIL dan ingin menolong para tawanan itu."
Seketika ucapan Noura membuatku merinding. Ada apa sebenarnya ya? siapa Mbak Siti sebenarnya dan apa tujuan dia bekerja di sini?
"Kau tenang saja, aku akan selalu menjaga keluargamu. Aku tidak akan biarkan siapa pun membuat kekacauan di rumah ini," ujar Noura seakan bisa membaca pikiranku.
"Kita akan hadapi dia bersama Noura. Aku akan terus mengawasi dia untuk mengumpulkan bukti-bukti keanehannya selama ini."
"Akan aku buktikan padamu kalau aku tidak kalah hebat dari Sudarman. Aku juga pemberani dan aku bisa melindungi keluargaku," ucapku sambil menepuk dada.
"Jika memang rumah ini sedang diintai seperti yang terjadi puluhan tahun yang lalu saat kamu masih hidup, kupastikan hal-hal buruk tidak akan pernah terjadi lagi."
__ADS_1
Bersambung.
Terima kasih bagi yang sudah setia membaca cerita ini. Mohon maaf, jika tidak bisa sering-sering update karena terhalang kesibukan di dunia nyata. Mohon like dan votenya ya Guys.....Terima kasih.