NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Lomba


__ADS_3

Hari yang mendebarkan. Segala persiapan telah kami lakukan dengan matang. Lomba aransemen musik tradisional akan berlangsung tiga jam lagi. Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat ke lokasi lomba yang bertempat di Hotel De Javu. Jujur, aku deg degan sekali. Mampukah anak-anak ini tampil maksimal dan menyabet juara?


Acara dibuka dengan pertunjukan musik klasik. Suasana mendadak hening. Wah kenapa harus musik klasik? ini kan lomba aransemen musik daerah. Pertanyaanku terjawab ketika ada salah seorang guru dari sekolah lain mengatakan kalau salah satu sponsor untuk kegiatan lomba aransemen musik daerah se Jabodetabek ini adalah sekolah musik La Vita. Salah satu sekolah musik terkenal se Jabodetabek yang cabangnya tersebar di beberapa wilayah. Nama La Vita sendiri kabarnya diambil dari salah satu nama anak pemilik sekolah musik tersebut yang juga seorang komposer papan atas di negeri ini. Dan musik klasik adalah salah satu ikon utama di sekolah musik tersebut.


Seorang anak muda berwajah blasteran tampil dengan biolanya membawakan salah satu karya Antonín Dvořák yang berjudul "The New World", Simfoni No.9. Semua penonton dibuat terbius dengan penampilannya di atas panggung. Anak muda itu sangat piawai sekali. Bisa memainkan karya musik klasik yang sulit dengan begitu fantastis. Sangat keren.


"Mari beri tepuk tangan sekali lagi untuk Jordan Winhern!" ucap pembawa acara dengan begitu antusias.


Jadi namanya Jordan Winhern. Pantas saja tampangnya bule. Tapi nama Winhern itu bukannya nama dari .....Aku mencoba mengingat-ingat. Winhern, itu seperti nama tetangganya Noura. Aah, seandainya Noura ada di sini, mungkin aku bisa menanyakan langsung padanya. Apa mungkin masih ada pertalian dengan Frans Winhern, tetangganya Noura pada tahun 1930 ? aah, tapi bisa saja hanya kebetulan bernama sama. Bukankah ada banyak nama yang sama di dunia ini.

__ADS_1


Tibalah momen menegangkan itu. Ketika lomba akan dimulai dan seluruh peserta diminta untuk bersiap-siap. Dekorasi panggung yang artistik menambah semarak lomba pada hari itu. Beberapa peserta mulai dipanggil secara bergiliran untuk menampilkan performa terbaik mereka. Wajah-wajah tegang mulai terlihat. Aku terus menyemangati anak-anak binaanku.


"Semuanya keren-keren, Pak. Jadi ciut nih kita!" celetuk Ana.


"Iya nih. Sampe keluar keringat dingin, gini. Duh, malah sebentar lagi nih kita tampil!" sambung Daffa.


"Kalian harus rileks, anggap saja tidak sedang lomba tapi tetap lakukan yang sebaik mungkin. Kalian pasti bisa!" aku terus menyemangati mereka.


Hingga akhirnya tibalah giliran sekolah kami untuk tampil. Anak-anak mulai bersiap-siap. Perlahan tapi pasti, mereka berjalan menuju panggung dan mulai menampilkan hasil latihan selama ini. Lantunan lagu betawi gambang kromong yang diaransemen dengan sentuhan modern mulai tampil dengan dinamis.

__ADS_1


Meskipun tegang, anak-anak binaanku tetap menampilkan hasil latihan dengan baik. Suara tepukan tangan menambah semangat mereka di atas panggung. Para juri nampak berbisik lalu dengan antusias, mereka tersenyum puas. Hatiku semakin dag dig dug tidak karuan. Semoga kami berhasil menjadi juara, doaku dalam hati.


Bersambung.


Keterangan :


Simfoni No. 9 dalam E minor, "Dari Dunia Baru", Op. 95, B. 178, yang dikenal sebagai New World Symphony, digubah oleh Antonín Dvořák pada tahun 1893 ketika dia menjadi direktur National Conservatory of Music of America dari tahun 1892 hingga 1895. Karya ini ditayangkan perdana di New York City pada tanggal 16 Desember 1893.


Sumber: Wikipedia.com

__ADS_1


__ADS_2