NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Di bawah pohon rindang


__ADS_3

Lagi-lagi aku tidak menceritakan pada orang-orang di rumah tentang interaksiku dengan penghuni tak kasat mata di rumah ini. Rasa penasaran semakin menggelitikku. Aku harus mengenal dia. Si pemilik aroma golden rose dengan wangi yang sangat menggoda.


Seperti saat ini, aku duduk di sudut taman sambil menikmati semilir angin, mencari inspirasi untuk mulai melukis. Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku. Sepertinya aku tidak sendirian. Aku mencoba berdehem.


Aroma menyegarkan itu muncul lagi. Aku seperti dibuai oleh kenikmatan wanginya. Aku tahu pasti dia datang. Muncullah, muncullah.....


Aku mencoba melempar sebutir kerikil sambil terus berdehem.


"Muncullah, aku bisa merasakan kehadiranmu. Asal jangan muncul dalam wujud yang menyeramkan," ucapku.


Aku makin bisa merasakan kehadirannya. Mungkin dia malu-malu untuk menampakkan diri. Aku diam tak bergeming. Semilir angin bercampur dengan aroma golden rose semakin kuat berhembus. Kesejukan mulai melanda, seperti ada tiupan angin di belakang punggung dan leherku.


Aku semakin terbuai hingga tanpa kusadari tepat di depanku berdiri sosok cantik yang sangat mempesona. Aku mematung. Tak bergeming. Tubuhku seperti tidak bisa digerakkan. Lidahku mendadak kelu.


Tidak, tidak....Aku tidak merasa ketakutan. Hanya shock, melihat betapa cantiknya dia. Sosok Noni Belanda yang kerap kulihat di dalam mimpi. Aku tidak bisa mengingat detik-detik awal saat dia muncul. Karena semua terjadi begitu cepat. Sekelebat, saat aku hanyut dalam buaian semilir angin dan aroma golden rose yang begitu memikat.


Dia menatapku dan tersenyum. Kutebak usianya sekitar dua puluh tahunan. Penampilannya sangat anggun. Dia memakai blouse dan rok panjang berwarna abu-abu. Rambutnya yang ikal kecoklatan dibiarkan tergerai.

__ADS_1


Lagi-lagi aku speehless akan kecantikannya. Wajahnya perpaduan antara Winona Ryder dan Keira Knightley dengan sepasang mata indah yang mengingatkanku pada artis Nathalie Portman.


Hidungnya mancung sempurna dengan wajah tirus dan sepasang lesung pipi dan dagu terbelah yang menambah aura manisnya. Alisnya yang tebal sangat kontras dengan bola matanya yang lebar dan sayu itu. Ekspresi wajahnya begitu lembut dan anggun, menggambarkan pesona wanita Eropa tempo dulu.


Aku masih mematung. Tak tahu harus bagaimana. Sepertinya aku benar-benar grogi. Dia seperti akan berbicara padaku. Aku tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Dia mulai menatapku malu-malu.


Kecantikannya benar-benar membuatku seperti tersihir. Seketika ada debaran aneh mengetuk hatiku saat mata kami mulai bertatapan.


"Kamu siapa?"tanyaku


Dia tersenyum. Senyuman yang mampu meruntuhkan hati siapapun yang melihatnya. Sepertinya aku mulai terpesona, meski dia dari dimensi yang berbeda.


"Noura," jawabnya terbata-bata.


Oh jadi namanya Noura. Dia menunduk lagi. Seperti tidak ingin menatapku. Hahaha, jangan-jangan dia grogi.


"Aku Bayu. Aku sering melihatmu di dalam mimpiku. Apa kamu pernah tinggal di sini?"

__ADS_1


Dia mengangguk. Tatapan matanya benar-benar membiusku. Belum pernah aku bertemu wanita secantik ini.


"Bisa kita berteman?" tanyaku lagi.


"Dia mengangguk lalu tersenyum lagi.


Aneh. Tidak asa rasa takut dalam hatiku. Melihat sosoknya yang anggun dan mempesona, tiba-tiba membuatku merasa tenang. Debaran aneh muncul di hatiku. Apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?


"Aku harap kita bisa berteman baik dan aku sangat berharap kamu tidak menakuti aku dan keluargaku. Aku senang berkenalan denganmu," ujarku meyakinkan.


Dia kembali menatapku sambil mengulas senyumannya yang menyejukkan. Kini dia duduk di sampingku. Semilir angin semakin sejuk saat kutatap wajahnya dari samping.



Visualisasi untuk tokoh Noura


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2