NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Bilik Penyiksaan


__ADS_3

"Kau tidak tahu KNIL?" tanya Noura.


"Maaf aku lupa. Kalau tidak salah, KNIL itu tentara bentukan Belanda kan?" jawabku.


"Ya. Mereka adalah orang-orang pribumi yang direkrut sebagai tentara Belanda. Kebanyakan mereka berasal dari Ambon, Manado dan wilayah timur Indonesia. Mereka bekerja di bawah pemerintah Belanda, terutama untuk dalam hal tugas-tugas militer yang berat. Mereka terkenal sangat loyal dan pemberani, tapi juga sadis dan kejam terhadap bangsa sendiri," tutur Noura.


"Aku sering melihat bagaimana mereka menyiksa para tawanan."


"Maksudmu?" tanyaku keheranan.


"Di sudut bagian belakang dekat paviliun dulu terdapat bangunan kecil semacam bilik yang digunakan untuk menaruh para tawanan. Mereka yang ditawan adalah prajurit perang kemerdekaan yang tertangkap."


"Mereka disiksa dengan sadis sebelum akhirnya dibawa keluar dengan mobil untuk dilenyapkan nyawanya," ujar Noura dengan lirih.


"Oh ya? mengerikan sekali. Kamu sering melihatnya?" tanyaku lagi.


"Beberapa kali. Sangat mengerikan. Dan aku tidak kuat untuk menyaksikannya. Melihat penyiksaan mereka membuatku selalu teringat dengan keluargaku. Bisa jadi keluargaku juga menerima siksaan terlebih dahulu dari Johans Alois sebelum akhirnya dihabisi."

__ADS_1


"Rumah ini kembali menjadi saksi kekejian. Desember 1930, keluargaku telah menjadi korban kekejaman Johans Alois. Lalu tahun 1948, rumah ini kembali menjadi tempat penyiksaan para prajurit perang kemerdekaan yang tertangkap. Entah kutukan apa yang ada dirumah ini???" ratap Noura.


"Hatiku pedih. Mengapa harus terjadi lagi kekejaman itu. Aku tidak sanggup melihat mereka yang disiksa. Aku ingin menolong dan menyelamatkan mereka. Tapi apa dayaku? yang bisa kulakukan hanyalah menangis karena aku selalu teringat keluargaku."


"Tak terbayang bagaimana pedihnya? melewati hari demi hari penuh siksaan, diperlakukan bak binatang, tidak diberi makan dan minum sampai akhirnya ajal menjemput mereka. Pasti dalam benak pikiran mereka, mereka sangat merindukan keluarga."


"Keluarga para tawanan itu mungkin tidak tahu kalau mereka sedang ditawan dan disiksa. Saat mereka melewati detik-detik meregang nyawa, pasti terbayang bagaimana hancurnya perasaan keluarga mereka, orangtua dan saudara-saudara mereka. Dan mereka tidak akan bertemu lagi selamanya. Persis seperti yang kualami," Noura menjelaskan lagi dengan tatapan pilu.


"Kau sempat berkenalan dengan mereka? maksudku para tahanan itu."


Noura menggeleng.


"Energi apa?" aku bertanya lagi.


"Entahlah. Seperti ada kilatan cahaya kuat yang menerpaku setiap kali aku ingin memasuki bangunan kecil tempat penyiksaan itu. Aku tidak bisa masuk ke dalamnya, hanya bisa mengintip dari balik lubang kecil di dinding bangunan itu sambil mendengar jeritan mereka ketika menahan sakit."


"Ada sosok pemuda pejuang yang menarik perhatianku. Bukan karena dia tampan. Tapi karena sikap tegarnya untuk pantang membuka mulut. Dia lebih memilih untuk mati daripada harus menyerah pada musuh."

__ADS_1


"Berkali-kali aku melihat bagaimana tentara KNIL itu menendang, meludahi, mengencingi hingga menghantamnya dengan popor senapan hingga babak belur, tapi pemuda itu tetap tidak mau bersuara. Dia lebih baik mati dan menderita daripada harus mengkhianati bangsa sendiri. Dia tetap tidak mau membuka mulut untuk memberitahukan di mana letak markas perjuangannya."


"Sampai akhirnya prajurit muda itu diseret dan dimasukkan ke dalam jeep untuk dibawa ke lokasi eksekusi."


"Ya Tuhan....Sangat mengerikan. Aku tidak sanggup membayangkannya. Sungguh sangat luar biasa pengorbanan mereka," cerita Noura membuatku merinding.


Bersambung.


Mohon like dan votenya Guys! Terima kasih.


keterangan :


Koninklijk Nederlandsch Indische Leger atau yang disingkat dengan KNIL adalah angkatan perang kolonial Hindia Belanda yang didirikan tahun 1830. Tujuan dibentuknya KNIL adalah untuk mengawasi dan mengontrol wilayah jajahan. Meskipun KNIL bekerja pada pemerintah Hindia Belanda, banyak anggotanya berasal dari pribumi.


Pasca Perang Dunia II, KNIL kemudian digunakan untuk merebut kedaulatan Indonesia. Belanda pun melancarkan agresi militer yang dibantu oleh para tentara KNIL. Akan tetapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil, terutama setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag.


Tanggal 26 Juli 1950, KNIL dinyatakan bubar dengan penyerahan kepemimpinan KNIL Dir Cornelis Buuman Van Vreeden kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI)

__ADS_1


Sumber : Kompas.


__ADS_2