NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Kemenangan


__ADS_3

"Selamat Pak Bayu...Selamat ya anak-anak," seorang pria berkacamata menyalamiku. Tepuk tangan semakin riuh menggema di udara. Aku benar-benar speechless. Tidak mampu berkata-kata. Anak-anak binaanku bersorak dengan riang. Benar-benar tidak menyangka kami menjadi pemenangnya. Tepukan tangan dan sorak kemenangan makin menggema ketika kami naik ke atas podium. Ucapan selamat datang silih berganti. Akhirnya, kerja kerasku bersama anak-anak tidak sia-sia. Terbayar dengan kemenangan. Alhamdulilah, Ya Allah....


Sebagai pemenang, kami berhak atas hadiah uang sebesar 7 juta rupiah beserta piala juga potongan diskon untuk anak-anak binaanku yang berminat mengambil les musik di sekolah musik "La Vita". Lantunan lagu " We are The Champion milik Queen" yang menyambut kemenangan kami membuat suasana semakin riuh.


Sebagai penutup, Lantunan musik klasik kembali ditampilkan. Kali ini Jordan Winhern membawakan Prelude to Act I, From Carmen milik Georges Bizet.


Begitu keren dan memukau alunan musik yang dimainkan. Begitu halus dan memikat. Semua mata berdecak kagum. Penampilan Jordan benar-benar membius seluruh pengunjung. Selain karena kemahirannya memainkan musik klasik, ketampanan wajahnya juga mengundang daya tarik. Bahkan, Ana dan Laudya muridku berkali-kali memuji ketampanannya.


Sebelum pulang, seorang panitia penyelenggara sekali lagi menyatakan kekagumannya terhadap kami. Aransemen musik daerah yang kami garap sangat keren dan unik. Dan kesan klasiknya masih melekat walaupun sudah dimodernisasi.


"Pak Bayu, boleh saya minta nomer kontak anda? saya bermaksud ingin mengundang Pak Bayu ke Sekolah musik La Vita," seorang pria berusia lima puluhan yang menjadi salah satu panitia penyelenggara mendekatiku.


Dari obrolan singkat, akhirnya pria itu menawarkan padaku untuk bergabung di La Vita. Aku belum bisa memberikan jawaban. Kukatakan padanya untuk membicarakan lagi tawaran ini nanti via whatsapp. Hari sudah menjelang petang dan kami harus bersiap-siap pulang.

__ADS_1


...****************...


Lagi-lagi ucapan selamat datang silih berganti. Pihak sekolah begitu kagum dengan pencapaian yang kami lakukan. Akhirnya, ekskul seni musik yang sempat mati suri pasca kepergian Pak Arthur bisa hidup kembali. Aku sadar kemenangan ini belum seberapa. Tantangan ke depan masih sangat berat dan panjang, tapi aku berteka akan memberikan dedikasi yang terbaik untuk sekolah ini.


Kemenangan ini membuatku semakin bersemangat dalam mengajar. Aku jadi berpikir kembali soal tawaran dari sekolah musik La Vita. Panitia penyelenggara yang menawariku waktu di lomba itu ternyata adalah kepala cabang sekolah musik La Vita untuk wilayah Depok. Kemarin beliau sudah menghubungiku lagi dan memintaku untuk bergabung segera. Bayarannya cukup menjanjikan. Sepertinya boleh juga.


Aroma golden rose mulai tercium. Aku yang sedang menikmati waktu rileks di kamar mulai merasakan kantuk. Nikmat sekali bisa tidur siang. Kebetulan hari ini adalah tanggal merah. Aku ingin benar-benar bisa menikmati waktu libur.


Noura menggelitik kakiku dengan sentuhan dinginnya. Aku mengerinyit dan mulai menguap.


"Lumayan. Tapi kalau kamu mau cerita ya akan aku dengarkan. Berceritalah!"


"Nanti saja," jawabnya pendek.

__ADS_1


Kulirik Noura dari samping. Raut wajahnya mulai terlihat sedih. Sepertinya dia sedang ngambek, hehehehe.


Terakhir aku mengobrol dengannya saat sepulang dari lomba. Waktu itu aku mengabarkan padanya tentang kemenangan yang kuraih bersama anak-anak. Noura terlihat senang. Tapi aku belum sempat bercerita padanya tentang hal-hal lain. Kesibukanku yang sangat padat membuatku jarang untuk mengobrol dengannya. Dan Noura seolah mengerti dengan kesibukanku. Dia tidak pernah mengangguku.


"Kamu marah ya?" tanyaku.


Noura menggeleng cepat. Bibirnya terkatup rapat. Semilir angin dari jendela menerbangkan anak-anak rambutnya yang ikal kecoklatan.


"Maafkan aku yang selalu sibuk ya!"


"Aku mengerti Bayu. Aku hanya merindukanmu. Aku ingin bercerita banyak padamu, menghabiskan waktu bersamamu," ucap Noura sambil menundukkan wajahnya.


"Aku juga merindukanmu. Aku janji, saat aku libur nanti kita akan lebih banyak menghabiskan waktu. Oh ya, bagaimana pengamatanmu terhadap Mbak Siti? apa yang dia lakukan akhir-akhir ini?"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2