
Tanganku gemetar ketika membaca terjemahan dari tulisan itu. Maaf, aku telah memindahkan Lukisanmu. Jadi ini artinya. Siapa yang telah menulis kata-kata ini? aku semakin merinding.
Apa jangan-jangan penghuni tak kasat mata di rumah ini yang telah memindahkan lukisanku? Aku bangkit dari dudukku dan sesuatu menarik pandanganku. Apa itu? bukankah itu canvas? Lukisan yang kucari ternyata ada di sudut paling bawah dari meja kamarku.
Siapa yang telah memindahkan ke sini? tidak, tidak. Ini pasti bukan ulah Ratna. Hatiku semakin merinding. Rasanya ingin keluar dari kamar dan menceritakan semua keanehan Ini pada Mama dan Ratna.
Tapi tidak! aku tidak mau membuat mereka takut. Lebih baik aku tidak simpan sendiri rasa takutku. Jujur, aku bukan tipe yang sensitif terhadap hal-hal yang bersifat mistis.
Seumur hidupku aku juga belum pernah melihat hantu. Tapi mengalami, aku seperti merasakannya sekarang? benarkah kini aku telah diganggu oleh pemilik rumah ini? apa ada kesalahan yang kubuat yang membuat penunggu rumah ini ingin menakutiku? aku menarik nafas panjang.
Aku ingat kata-kata guru agamaku dulu waktu sekolah, bahwa derajat manusia lebih tinggi dari makhluk apapun yang ada di bumi ini. Oleh karena itu jangan munculkan rasa takut terhadap makhluk halus, karena itu akan membuat mereka semakin leluasa. Kita harus berani menghadapi mereka.
__ADS_1
Maka aku memutuskan untuk tidak tidur malam ini. Aku ingin melihat sosok penampakan yang telah memindahkan lukisanku. Apa jangan dia sosok Noni Belanda yang kerap kulihat di dalam mimpi?
Malam ini aku sibukkan diriku dengan mengedit beberapa video yang akan kuunggah ke youtube. Kuhabiskan dua cangkir kopi supaya aku tidak mengantuk malam ini. Aroma golden rose berbau khas mulai muncul, mataku mulai berat.
Kupaksakan mataku untuk tetap melek. Aku merasakan seperti ada yang mengawasiku di sini. Hawa dingin mulai merasuki persendianku. Aku mencoba berzikir. Ku tengok sekelilingku. Tidak ada apa apa.
Mataku tetap terjaga. Hawa dingin menghilang. Sekarang terasa hangat. Pikiranku mulai tenang. Apa dia sudah pergi? aku tidak lagi merasa merinding. Aku tidak boleh takut, aku tidak boleh takut. Kuulangi berkali-kali dalam hati bahwa aku tidak boleh takut.
Menjelang subuh, aku terbangun. Rupanya tadi aku sempat ketiduran meskipun hanya sebentar. Kurang lebih tiga puluh menit aku merasakan pandanganku mulai melayang.
Aku terbangun saat melihat secarik kertas putih ada di sampingku. Lagi-lagi ditulis dalam bahasa Belanda.
__ADS_1
Kang ik je leren kennen? ik zal je niet bang maken.
Bolehkah aku mengenalmu? aku tidak akan membuatmu takut.
Aku terkejut mengetahui arti dari tulisan berbahasa Belanda itu. Rupanya penunggu tak kasat mata di rumah ini ingin mengajakku berkenalan. Jujur saja, nyaliku mulai mengkerut. Sejak kapan ada hantu bisa menulis kalimat perkenalan seperti ini? Feelingku berkata, hantu ini adalah sosok wanita yang kerap hadir dalam mimpi-mimpiku.
Ya sepertinya memang dia. Mungkin dia penasaran padaku dan ingin berkenalan. Maka segera kubalas pesan darinya. Kelihatannya dia baik dan semoga dia tidak akan mengganggu keluarga kami.
Natuurlijk. Zolang je ons niet stoort ( Tentu saja, asalkan kau tidak mengganggu kami)
Seketika aroma golden rose bercampur aneka warna itu muncul lagi. Penciumanku mengendus lagi aroma segar nan memikat itu.
__ADS_1
Bersambung.