NOURA VAN KEMMERS

NOURA VAN KEMMERS
Sepi


__ADS_3

"Selepas kepergian Nimah dan Sadeli, rumah ini sunyi. Sepi dan mencekam. Hanya beberapa kali Tuan Frans meminta para pekerjanya untuk membersihkan rumah ini. Aku masih tetap menunggu kabar tentang keluargaku. Saat itu, Setiap kali ada yang masuk ke rumah ini, aku selalu berharap itu mereka. Mereka pulang dalam keadaan selamat dan aku bisa melihat mereka lagi."


"Tapi tahun berganti tahun. Keadaan tetap tidak berubah. Mereka tidak pernah kembali. Hingga saat ini," tutur Noura.


"Lalu bagaimana nasib rumah ini selanjutnya? apakah dibiarkan terus kosong? maksudku sebelum djjadikan sebagai markas KNIL?" tanyaku.


"Ya. Tidak ada yang menempati rumah ini. Sampai akhirnya tahun berganti, terjadi penyerangan terhadap beberapa warga Belanda yang dilakukan sekelompok tentara Nippon. Kabar itu sebenarnya sudah lama terdengar, kabar kalau Hindia Belanda akan didatangi bangsa Nippon."


" Mereka melakukan penyerangan terhadap warga Belanda yang tinggal di wilayah ini. Tidak hanya terhadap warga Belanda, tapi juga terhadap rakyat sipil. Mereka melakukan aksi brutal dengan menculik gadis-gadis dan menjadikannya tawanan. Suasana sangat mencekam saat itu. Mereka mendatangi rumah warga keturunan Belanda, melakukan perusakan dan penyiksaan, menculik dan membawa mereka ke kamp tawanan."


"Mereka juga sempat mendatangi rumah ini. Tapi karena kosong tak berpenghuni, mereka hanya menghancurkan beberapa barang-barang di sini. Pintu depan dan pintu samping jebol."


"Beberapa penduduk di kampung belakang memasuki rumah dan mengambil beberapa perabotan yang masih berharga di rumah ini untuk dijual. Aku sedih sekali, tapi apa yang bisa kulakukan? mungkin mereka sangat susah hingga terpaksa harus mencuri. Kehidupan pada zaman itu memang sangat susah."


"Sebelumnya tepat dua tahun sebelum Nippon datang, dokter Hans dan Tuan Frans sempat mendatangi rumah ini. Mereka berbicara sangat serius sekali. Rupanya dokter Hans bermaksud meminta persetujuan kepada Tuan Frans agar sofa dan tempat tidur di rumah ini dipindahkan ke panti asuhan yang dikelolanya. Aku sendiri tidak keberatan.


Sofa dan beberapa tempat tidur itu sudah usang dan berdebu, dan akan sangat berguna jika digunakan untuk anak-anak panti."


"Tuan Frans mengizinkan. Tuan Frans berpikir, keluargaku pasti tidak keberatan karena kami dikenal sebagai keluarga yang baik dan suka memberi. Lalu beberapa barang dipindahkan dari rumah ini. Tidak hanya sofa dan tempat tidur tapi juga lemari dan rak-rak kaca.

__ADS_1


Noura masih menyusut air matanya yang perlahan-lahan mulai menetes lagi di sudut netranya. Pandangannya kembali menerawang.


"Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana tentara Nippon membawa dokter Hans dari kediamannya. Dengan tangan terikat, dokter Hans diseret bersama dengan beberapa warga Belanda lainnya. Nampaknya mereka melakukan perusakan terhadap rumah panti asuhan yang dikelola dokter Hans. Mereka benar-benar tidak punya hati. Dokter Hans, asistennya beserta anak-anak panti sepertinya akan dibawa ke kamp tawanan. Sementara dua anak lelakinya dan juga istrinya sudah tewas secara mengerikan ketika tentara Nippon membantai tempat tinggal mereka."


"Haaaa.....Mengerikan sekali," penuturan Noura membuatku merinding.


"Dokter Hans orang baik. Orang-orang di sini sangat mengenalnya sebagai seorang dokter yang berjiwa sosial dan senang berbagi. Dia tidak pernah mematok biaya untuk warga pribumi yang datang berobat. Terlebih kepada warga sekitar yang tidak mampu, dokter Hans sering memberikan pengobatan gratis."


" Saat dia melintas di depan rumah dengan tangan terikat dan wajah berlumuran darah, di situlah terakhir kalinya aku melihat dokter Hans. Setelah itu tidak ada kabar lagi tentang dokter Hans dan juga anak-anak panti. Mungkin mereka sudah mati di tangan tentara Nippon."


"Lalu bagaimana dengan Tuan Frans?" tanyaku.


"Tahun berganti, Negeri ini akhirnya merdeka. Beberapa warga Belanda yang berhasil menyelamatkan diri dari kekejaman Nippon akhirnya kembali, termasuk keluarga Tuan Frans yang datang kembali ke Hindia Belanda. Tujuan utamanya adalah untuk menyelamatkan aset-aset kekayaan mereka yang masih tersisa di negeri ini."


"Mereka kembali ke Hindia Belanda diiringi dengan kedatangan pasukan sekutu dan NICA. Kekalahan Nippon terhadap sekutu memberikan akses mudah untuk mereka. Lalu seorang perwira Belanda yang juga seorang pemimpin KNIL tertarik pada rumah ini dan ingin menjadikan rumah ini sebagai markas."


"Orang itu ternyata kenalan Tuan Frans. Entah dia menyewa atau tidak, tapi rumah ini dijadikan markas KNIL kurang lebih tiga tahun. Lalu dia membangun bilik kecil di dekat paviliun itu yang dijadikan sebagai tempat untuk menyiksa para tawanan. Aku juga jengkel terhadap Tuan Frans, bagaimana bisa dia menyerahkan rumahku kepada tentara Belanda itu yang aku juga tidak tahu namanya?" ekspresi Noura bersungut kesal.


"Ha, bagaimana bisa?" tanyaku.

__ADS_1


"Mungkin Tuan Frans berpikir rumah ini sudah terlalu kosong. Dan tidak ada satupun ahli waris dari rumah ini. Tapi aku benar-benar tidak sepakat dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap rumahku. Seandainya aku tidak mati. Sudah pasti aku akan menentangnya," tukas Noura.


Bersambung.


Keterangan :


Kedatangan NICA atau pemerintahan sipil Hindia Belanda dan Sekutu ke Indonesia terjadi setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, 15 Agustus 1945. 


Artinya, Sekutu memiliki hak atas kekuasaan Jepang di berbagai wilayah yang pernah dikuasainya, salah satunya Indonesia. 


Oleh karena itu, Sekutu datang ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II.  


Akan tetapi, sebelum Sekutu datang ke Indonesia, telah terlebih dulu ditandatangani Persetujuan Bersama atau Civil Affairs Agreement antara Inggris dengan Belanda.


Oleh sebab itu, Sekutu masuk ke Indonesia dengan dibonceng oleh NICA, dipimpin Van der Plass dan Van Mook. Tujuannya adalah agar Belanda dapat kembali menguasai Indonesia.


Sumber : Kompas


Mohon like dan votenya ya Guys .....Maturnuwun

__ADS_1


__ADS_2