
Bramantya yang sudah selesai melakukan gym, melangkahkan kaki menuju ke kolam renang. Senyuman terbit dari mulut laki laki itu, karena melihat Brian yang dia cari, sedang berenang dengan adik kandungnya. Dan yang membuat senyumnya bertambah lebar, melihat betapa mirip wajah keduanya. Elmar versi dewasa, dan Brian versi kecil.
"Aku tidak menyangka akan ada faktor kebetulan seperti ini. Jika saja ada mama atau papa di tempat ini, pasti akan semakin heboh.." Bramantya berbicara sendiri.
Tidak mau mengganggu intensitas Brian dan Elmar, laki-laki itu duduk di pinggir kolah sembari mengamati keduanya. Ternyata Brian mengetahui jika papa besarnya sedang menunggu di pinggir kolam. Anak kecil itu meninggalkan Elmar, dan berenang ke arah tepi.
"Papa besar tidak berenang.." dengan polosnya, Brian bertanya pada Bramantya.
"Tidak Brian... kamu saja yang berenang. Lihat nih, tubuh papa besar basah oleh keringat. Nanti sore saja, jika ada waktu, papa besar akan menemanimu berenang." Bramantya berjalan lebih mendekati pinggir kolam renang. Laki laki dewasa itu berjongkok, dan berinteraksi dengan Brian.
"Okay papa besar.. Brian ada teman berenang kok, ada Uncle yang sejak tadi menemani Brian.." tanpa ditanya, Brian bercerita tentang Elmar, dan tanpa diketahuinya ternyata Elmar sudah berada di belakangnya.
"Kak Bram... Brian ini putramu... Pantas saja, baru sekali bertemu dengan Brian.., hati Elmar langsung jatuh hati padanya.. Brian ini sangat cerdas dan sangat menyenangkan.." Elmar mengusap kepala anak kecil itu.,
"He.. he.. he.., ya pastilah sangat menyenangkan. Persis denganku kan, persis dengan papa bocah ini.." Bramantya menimpali.
"Halah... seperti biasanya Bram, kesombonganmu selalu muncul. Brian... ayo ke tengah, balapan lagi dengan Uncle, kita tinggalkan papamu yang sombong ini.." malas beurusan dengan kakak kandungnya, Elmar mengajak Brian kembali ke tengah.
"Baik Uncle... Brian akan menyusul." karena Elmar sudah lebih dahulu, tubuh Brian kembali berkecipak di dalam kolam renang.
Pemandangan dua orang itu sangat menarik perhatian orang orang yang melihat mereka. Wajah Elmar dan Brian tampak segaris, karena terlalu sangat mirip. Bahkan Bramanntya terperangah melihat keduanya.
__ADS_1
*************
Baru asyik mengamati Brian dan Elmar yang sedang berenang, tiba tiba ponsel Bramantya berdering. Melihat siapa yang memanggil, Bramantya langsung menerima panggilan tersebut, karena Arine yang sedang memanggilnya.
"Ooppss... tadi malam aku berjanji dengan Arine, jika pagi ini aku membawa kembali Brian ke Sapporo. Pasti Arine akan kembali menanyakannya. Aku akan menjawab apa ya.." sesaat Bram merasa kebingungan, siap untuk disalahkan. Laki laki tahu bagaimana reaksi Arine jika sedang marah atau kesal
Panggilan masuk itu mati beberapa saat, tetapi tidak lama kemudian ternyata Arine melakukan panggilan lagi. Sambil tersenyum kecut, akhirnya...
"Ya Rine.. gimana. Ini aku sedang menunggu Brian di kolam renang hotel Rine... Jadi yah, belum bisa menuju ke Sapporo.." dengan pasrah, Bram menunggu omelan marah dari mommy Brian.
"Syukurlah Bram... aku juga sedang perjalanan untuk menuju ke bandara Sapporo, dan akan terbang ke Tokyo juga. Aku masih bisa minta tolong ga Bram.., untuk menjaga Brian sampai nanti malam, karena siang ini aku ada janji ketemu dengan rekan. Tapi malam ini aku juga berencana untuk menginap di Tokyo, dan besok akan mengajak Brian jalan jalan di Disney Land.." mendengar ucapan Arine, rasa bersalah Bram akhirnya hilang.
"Begitu ya Rine..., ok ok.., aku pasti akan menjaga Brian dengan baik dan amanah Rine.. Nikmati acaramu hari ini, tidak perlu berpikir keadaan Brian, karena aku jamin jika anak itu akan aman bersamaku." mengetahui isi percakapan dengan Arine, membuat rasa bersalah Bram menjadi hilang.
"Sudahlah Arine.. ada kalanya kamu harus fokus dengan pekerjaan dulu, Abaikan Brian untuk sesaat saja, aku jamin putramu akan baik baik saja. Nanti malam, jika acara kau sudah selesai, aku dan Brian yang akan datang ke hotelmu.." merasa khawatir jika kedatangan Arine akan bersinggungan dengan mamanya, Bram mengubah rencana.
"Mmmmpphh... okaylah kalau begitu. Malah uangku utuh, karena ga keluar untuk bayar taksi... Bye Bram.. sekali lagi nitip Brian ya. Makasih..." beberapa saat kemudian, Arine mengakhiri panggilan.
"Okay Rine... your welcome.."
Bramantya tersenyum, dan tatapan laki laki itu kembali melihat ke arah Brian dan Elmar berenang. Melihat keduanya sangat akrab, Bramantya berpikir untuk meninggalkan Brian bersama dengan adiknya. Perlahan laki laki itu berdiri, dan melangkahkan kaki untuk kembali menuju ke kamar hotelnya.
__ADS_1
**********
Beberapa saat kemudian...
Merasa lelah dan lapar, Brian akhirnya mengajak Elmar mengakhiri acara berenang mereka. Ketika brian sudah naik ke pinggir kolam renang, dengan berbalut handuk, anak kecil itu mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan papa besar. Namun anak kecil itu tidak melihatnya, dan Brian menjadi kebingungan. Untungnya Elmar menyadari apa yang dikhawatirkan anak kecil itu.
"Brian..., apakah mencari papa besarmu." laki laki dewasa itu bertanya pada Brian
"Ya Uncle... mungkin Brian tadi berenangnya sangat lama, sehingga papa besar meninggalkan Brian di tempat ini. Tapi ga pa pa Uncle.., karena Brian tahu dimana letak kamar tempat papa besar dan Brian menginap. Kami menginap di Pant house Uncle.., Brian akan naik ke atas sendiri.." sama sekali Brian tidak terlihat panik. setelah Elmar bertanya tentang keadaannya.
"Tidak perlu Brian... ikut Uncle ke kamar Uncle saja. Nanti aku akan kirim orang mengambilkan pakaianmu di kamar, Brian di kamar Uncle saja menenami Uncle. Biarkan papa besar dengan urusannya sendiri.." Brian menatap ke arah ELmar, dan melihat keseriusan laki laki dewasa itu, senyuman muncul di bibir anak itu.
"Baik Uncle... Brian akan ikut ke kamar Uncle. Tapi Uncle... Brian lapar.." ketika bicara lapar, wajah Brian terlihat sangat menggemaskan.
Karena melihat Brian sangat cute..., sampai tidak sadar Elmar memegang pipi chubby anak itu. Tapi kemudian, Elmar merangkul pundak Brian dan mengajaknya berjalan menuju pintu lift. Sambil berjalan, laki laki itu membuat pengaturan, yaitu untuk menyiapkan breakfast di kamar, dan juga memerintahkan agar seseorang membawa pakaian Brian ke kamarnya.
"Uncle hebat ya..., bisa menyuruh banyak orang. Ada yang diminta menyiapkan break fast, ada yang mengambilkan baju Brian. Wah..., jika nanti Brian sudah besar, ingin juga menjadi orang yang sepenting Uncle Elmar.." dengan celoteh polos, tanpa sadar Brian memuji Elmar.
"Ha.. ha.. ha.., kenapa kamu terlalu menggemaskan Brian... Harusnya Brian ini menjadi putra papa Elmar, bukan papa besar Bram .. sayang.." melihat bocah cerdas dan menggemaskan itu, Elmar menundukkan tubuhnya ke bawah dan menggendong Elmar.,
Terlihat pemandangan, dua orang laki laki mengenakan handuk hotel, dengan santainya memasuki lift.
__ADS_1
"Uncle... Brian sudah punya papa dua Uncle.. Satu papa besar, dan satunya lagi papa kecil.." Elmar terkejut mendengar perkataan Brian, tapi laki laki itu menahannya untuk bertanya ketika mereka sudah sampai di dalam kamar saja.
************