One Night Incident

One Night Incident
Bab 65. Pengakuan


__ADS_3

Wajah Arine semakin memucat, ketika melihat kamar dan semua susunan furniture di dalamnya. Masih sama seperti dulu, tidak ada perubahan apapun. Elmar memang sengaja meminta pada manajemen hotel untuk tidak merubah sedikitpun interior kamar, sama seperti ketika mereka melakukan perbuatan yang menyalahi kaidah. Tidak terasa, di dalam ruangan yang dingin itu, tubuh Arine mendadak gemetar, dan gadis itu merasa seperti teringat kembali apa yang telah dilakukannya di malam naas itu.


"Arine... mau kemana kamu sayang.., duduklah dulu di sofa, temani aku barang sebentar.." Elmar dengan gesit menahan pergelangan tangan gadis itu. Merasa tidak bisa mengendalikan dirinya, Arine berontak dan ingin berlari keluar dari kamar tersebut. Air mata sudah mulai menetes dari sudut mata gadis itu, dan sangat terlihat Arine tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.


"Jangan cemas honey... aku akan menjaga dan melindungimu. Aku akan membantumu untuk melupakan malam traumatik itu, dan aku akan menggantinya dengan keindahan di sepanjang hidupmu.." dengan penuh sikap protectif, Elmar menarik Arine dalam pelukannya.


Laki-laki muda itu memeluk erat tubuh gadis itu, dan seakan enggan melepaskannya. Bau harum rambut Arine mengisi rongga pernafasan Elmar, dan laki-laki itu tampak menikmati dengan menghirupnya beberapa kali. Di dalam pelukan laki-laki muda itu, perlahan Arine bisa sedikit menguasai perasaannya. Tanpa sadar, gadis itu malah ikut memeluk Elmar, seakan mencari perlindungan dan kehangatan darinya. Hal itu berlangsung beberapa saat, dan setelahnya..


"Mmmpphh... kamu sudah baikan Arine. Kita duduk dulu ya, aku akan menyampaikan informasi penting untukmu. Tapi kamu harus berjanji, untuk mendengarkan dulu dengan cermat, jangan bereaksi berlebihan. Karena kejadian itu, tidak ada yang bisa memintanya. Semua berlangsung natural, dan itu cara Tuhan mempertemukan kita..." ketika Elmar melepaskan pelukannya, dan laki-laki itu menatap wajah Arine, dengan tersendat akhirnya Elmar mulai menyampaikan maksudnya.


Arine yang sudah mulai bisa menguasai dirinya, bingung dengan statement yang disampaikan oleh laki-laki itu. Tetapi Elmar tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bahkan Arine tidak tersadar, ketika tiba-tiba dirinya sudah duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut. Tidak lama kemudian...


"Arine... mungkin selama ini kamu berusaha melupakan kejadian buruk yang menimpamu di dalam kamar ini bertahun-tahun yang lalu bukan..." Elmar terdiam sebentar, dan wajah Arine semakin bertambah pucat, sampai mata gadis itu terbelalak karena kaget, ternyata laki-laki di sampingnya itu tahu tentang ceritanya.


"Aku harap kamu jangan salah paham Arine..." Elmar menggenggam tangan gadis itu, dan dengan lembut membalas tatapan mata itu.

__ADS_1


"Sama halnya denganmu Arine.. Jika kejadian di malam itu, yang akhirnya berdampak pada kelahiran malaikat kita Brian, membuatmu trauma dan ingin melupakannya. Tetapi tidak bagiku Arine.. Bertahun tahun aku berusaha menemukanmu, untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah kita lakukan, meskipun tidak ada unsur kesengajaan. Dan akhirnya, nasib keberuntungan memang berpihak padaku Arine.. Akhirnya aku menemukanmu.." kata-kata yang terucap dari bibir Elmar sangat mengejutkan gadis itu.


Arine terus menatap wajah laki-laki di depannya, dan mulutnya seperti komat kamit tanpa ada suara yang dikeluarkannya. Untuk marahpun, gadis itu tidak sanggup, karena dirinya juga sadar jika kejadian di malam yang naas, juga tidak diinginkan oleh laki-laki itu. Kebalikannya, wajah Arine menjadi pucat kemerahan karena menahan rasa malu, dan ketika gadis itu akan memundurkan tubuh ke belakang...


"Jangan menjauhiku Arine, I love you honey.. Kita memang berjodoh, dan dengan kesalahan itu akhirnya kita disatukan. Ingatlah Brian putra kita Arine... kita harus bersatu untuk melengkapi kebahagiaan putra kita.." kata-kata terus mengalir keluar dari bibir Elmar. Laki-laki itu kembali mendekap tubuh Arine dengan sepenuh perasaan, dan Arine masih tidak bisa mengeluarkan apa yang dirasakannya, Hal itu kembali berlangsung beberapa saat, dan punggung bagian atas Elmar sudah basah dengan air mata Arine...


"Kak Elmar... menjauhlah dariku kak.., Arine kotor.." dengan kalimat terbata, Arine akhirnya mengeluarkan suaranya juga.


"Ssssttt.... silence please honey... Tidak ada yang kotor honey, semuanya natural dan terjadi begitu saja. Kita pasangan yang bebas Arine, aku tidak ada pendamping, demikian juga dengan dirimu... Jangan banyak bicara, kita harus lupakan semuanya..." Elmar terus berusaha untuk mempengaruhi gadis itu.


"Lihatlah ini Arine..., aku memiliki bukti dan hadiah untuk meyakinkanmu..." tiba-tiba Elmar mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tas kecilnya.


Laki-laki itu memberikan amplop tersebut ke tangan Arine, dan gadis itu menerimanya. Elmar kembali meyakinkan pada gadis itu, untuk segera membukanya. Perlahan, dengan tangan gemetar Arine membukanya. Kembali dengan tatap mata terkejut, karena melihat ada nama putranya dengan laki-laki itu. Ternyata kertas yang diberikan oleh Elmar adalah hasil pengujian DNA, yang menyatakan hampir 100% jika putranya Brian, memiliki kesamaan darah dengan laki-laki itu.


"Kak... apa-apaan ini. Dan kapan kakak melakukan pengujian ini..." dengan suara parau, Arine bertanya pada Elmar.

__ADS_1


Bertahun tahun dirinya berusaha untuk menjaga rahasia, dan sedikitpun tidak terbersit niat untuk mencari papa dari putranya. Tetapi kali ini, kenyataan yang entah pahit atau menggembirakan terlihat di depannya.


"Maafkan aku  Arine.., aku melakukan pengujian ini dengan tidak sengaja. Semua aku lakukan karena mama memiliki kecurigaan pada papa, akhirnya mama melakukan pengujian di laboratorium yang ada di Tokyo. Bahkan Bramantya juga ikut melakukan pengujian. Ketika hasil Bramantya melebihi 50%, akhirnya aku membawa Brian untuk  melakukan pengujian juga, dan inilah hasilnya.." dengan terbata, akhirnya Elmar menceritakan kejadian sebenarnya.


"Bri.. Brian memiliki papa sekarang.. Jangan pisahkan aku dengan putraku Brian kak..., please, jangan... Hidupku hanya bersama dengan Brian saja, dan aku sanggup menghadapi dunia dengan status ini.." tiba-tiba Arine melakukan sebuah permohonan.


Kali ini, Elmarlah yang terkejut, melihat sikap yang dilakukan oleh mommy dari putranya.


"Arine.., tidak ada yang memisahkanmu dengan Brian, bahkan denganku. Kita harus segera melegalkan pernikahan kita Arine, tidak ada pilihan lain lagi.." Elmar mempertegas keputusannya.


"Tidak kak, Arine tidak layak. Jangan pisahkan kami saja, semuanya sudah putus. Kejadian dulu, bukan salahmu kak, tetapi kesalahan dan kesembronoanku sendiri. Jadi jangan buat diri kak Elmar, untuk menanggung semuanya.." Arine masih belum bisa memaafkan dirinya.


"Dengar Arine... jika kamu terus berbicara untuk menguasai dan membawa pergi Brian dariku, maka aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuat tuntutan kepadamu. So... hanya pilihan kita menikah, dan menjadi dalam satu keluarga, yang menjadi jalan keluarnya.." kata-kata dengan nada agak tinggi kembali keluar dari bibir Elmar.


*******************

__ADS_1


__ADS_2