One Night Incident

One Night Incident
Bab 47. Terlena


__ADS_3

Malam harinya...


Arine terbangun ketika mendengar bel pintu rumahnya berbunyi. Gadis itu sudah terjaga, tapi masih terasa malas untuk beranjak dari posisi berbaringnya. Tiba tiba..


"Ting tong..." bel pintu kembali berbunyi.


"Hadeh... siapa lagi malam malam begini datang ke rumah. Biasanya Bram sih yang sering datang malam malam, tapi laki laki itu bukannya masih di Tokyo.." sambil menggerutu, Arine akhirnya bangun dan turun dari atas ranjang.


Sebelum menuju ke pintu, Arine melihat ke kamar putranya, dan terlihat Brian sudah tertidur lelap. Dengan malas, Arine berjalan menuju ke pintu, dan perlahan membuka kunci. Tetapi begitu pintu terbuka, Arine tidak melihat keberadaan Bram, melainkan Elmar yang tersenyum kepadanya. Beberapa saat Arine berdiri terpaku..


"Apakah kamu tidak memintaku untuk masuk ke dalam Arine..?" kata kata Elmar mengejutkan gadis itu.


"Ini sudah malam kak Elmar.. tidak pantas, seorang laki laki bertamu di tempat seorang perempuan malam malam begini.." Arine merasa resah, dan berusaha menolak kedatangan laki laki itu.


"Tidak akan ada yang mempermasalahkan Arine, trust me...!! Jikapun ada, sekarang juga aku akan menikah denganmu.. Please Arine... ijinkan aku masuk...!" Elmar berusaha merayu gadis di depannya.


Arine mengedarkan pandangan ke sekitar, mencoba mencari keberadaan Bram di sekitar itu. Tapi.. gadis itu tidak menemukan keberadaan laki laki itu.


"Arine... jika kakakku Bram saja, selalu mendapatkan ijin darimu untuk datang semaunya ke rumah ini, kenapa kamu menolakku Arine. Bukankah posisiku dan Bram sama bukan.." Elmar menggunakan nama kakaknya berusaha mempengaruhi gadis itu.


"Pahamilah kak... Bram dan dirimu jelas berbeda. Sudah sejak pertama kali aku pindah ke Sapporo, bahkan sejak di bandara Soekarno Hatta, Bram sudah menjadi temanku.. Jadi, kamu tidak bisa menyamakan dirimu dengan Bram.." Arine tetap keukeuh menolak kedatangan Elmar.


Apalagi hari memang sudah menunjukkan jam 24 malam, tetapi karena di negara Jepang beda dengan di Indonesia, tidak masalah menerima tamu di jam berapapun. Tapi Arine berusaha tetap mempertahankan budaya Indonesia, dan mengatur jam malam untuk dirinya sendiri. Namun lawannya kali ini adalah Elmar, dan gadis itu tidak bisa untuk menolak kedatangan laki laki itu.

__ADS_1


Elmar merangkul tubuh Arine, dan membawa gadis itu ke dalam. Dengan menggunakan kaki, Elmar menutup pintu, kemudian mendudukkan Arine di atas sofa.


"Arine.. aku lapar, buatkan aku makan malam yah... " seperti dengan istri sendiri, dengan tidak masuk akal, Elmar meminta Arine untuk membuatkan makanan. Laki laki itu memang sangat lapar, karena sejak siang belum terisi nasi perutnya.


Arine melihat ke arah Elmar dengan pandangan kurang suka, tapi gadis itu berdiri saja. Dengan rasa malas, karena masih merasa lelah dan juga mengantuk, akhirnya gadis itu pergi juga ke arah dapur. Untung saja, bahan mentah untuk membuat mieĀ  ramen masih tersisa, sehingga Arine mengolah untuk membuat menu praktis. Tidak sampai lima belas menit, Arine sudah membawa nampan berisi mie ramen, dan satu gelas teh olong.


"Silakan nikmati sendiri makanannya kak... jika diijinkan aku akan kembali ke kamar untuk tidur. Jika kak Elmar akan tidur di rumah ini, bergabunglah dengan Brian di kamar sebelah, atau kak Elmar bisa tidur di sofa ini.."


Elmar menghentikan aktivitasnya, dan menatap ke arah Arine. Tetapi melihat gadis itu memang sudah mengantuk, akhirnya Elmar menganggukkan kepala dan melanjutkan aktivitas untuk menikmati makanan. Melihat Elmar sudah menyetujui, Arine segera kembali menuju ke kamar, dan tidak lama kemudian gadis itu sudah memeluk guling dan menghadap ke arah dinding.


******


Beberapa Saat kemudian...


Setelah menghabiskan mie ramen dan teh olong, Elmar kembali merasa sepi.. Laki laki itu kemudian berjalan menuju ke kamar Brian, dan laki laki itu menghampiri putranya. Perlahan Elmar membaringkan tubuhnya, kemudian memeluk tubuh kecil Brian, dan memberikan ciuman di pipi bocah kecil itu.


Kelembutan kulit Arine, dan aroma parfum gadis itu ingin dinikmati lagi oleh laki laki itu. Perlahan Elmar kembali terbangun, dan perlahan laki laki itu kembali berdiri. Setelah melihat beberapa saat ke arah Brian putranya, Elmar tersenyum, kemudian meninggalkan bocah kecil itu sendiri.


"Aku akan melihat Arine di kamarnya.." Elmar berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah menyiapkan diri dengan semua resiko yang akan dihadapinya, laki laki itu kemudian memantapkan diri untuk menggeser pintu masuk kamar yang ditempati Arine untuk beristirahat. Tetapi posisi tidur gadis itu membelakangi pintu, dan Elmar berjalan mendekati gadis itu. Perlahan tangan Elmar mengusap lembut pipi gadis itu...


"Mmmpphh...." tanpa sadar, tangan Arine terulur dan memegang tangan Elmar yang ada di pipinya.

__ADS_1


Elmar tersenyum melihat reaksi gadis itu. Di alam bawah sadarnya, kemungkinan besar Arine sedang memikirkannya..


"Maafkan aku Arine... aku tidak bisa mengendalikan hasratku.." Elmar berbisik lirih.


Laki laki itu kemudian duduk di sisi ranjang, dan mengangkat kakinya ke atas ranjang. Setelah meyakinkan diri, akhirnya Elmar mulai merebahkan tubuh di samping Arine. Tangan laki laki itu dilingkarkan di pinggang Arine, dan dengan rakus hidung Elmar menghirup harum aroma parfum yang dikenakan gadi itu. Tidak menunggu lama, akhirnya Elmar tertidur di samping Arine. Jadilah, dua orang tanpa hubungan itu, saling berpelukan dalam posisi tidurnya. Arine yang tidak sadar, secara alami mencari kehangatan, dan gadis itu membalikkan badan serta mendekatkan diri di dada Elmar.


**********


Pagi harinya...


Arine membuka mata lebih dahulu, dan ketika melihat dada bidang di depan matanya, seketika gadis itu terbangun. Melihat keberadaan Elmar yang tidur satu ranjang dengannya, mulut gadis itu terbuka, dan dengan cepat telapak tangan gadis itu menutup mulutnya itu.


"Kenapa Elmar bisa berada di ranjang ini..., dan kita melakukannya lagi... Oh my God.. jangan buat aku gila.." Arine bergumam sendiri. Gadis itu merasa posisinya saat ini dengan Elmar tidak benar.


Tiba tiba mata Elmar perlahan terbuka, dan sebuah senyuman menyambut pagi hari Arine.


"Selamat pagi honey.., kamu sudah bangun duluan.." dengan suara serak khas bangun tidur, Elmar menyapa Arine.


Gadis itu tidak bisa menguasai dirinya ketika mendengar suara serak Elmar. Apalagi tiba tiba tangan Elmar kembali memeluk tubuhnya..


"Kak.. lepaskan Arine. Kita tidak bisa melakukan hal ini kak..." dengan suara tercekat, Arine berusaha menolak perlakuan yang diberikan Elmar.


Tapi Elmar semakin ingin menguasai tubuh gadis itu. Pelukan Elmar semakin erat, dan hembusan nafas hangat Elmar di leher belakang Arine, membuat tubuh gadis itu merinding. Sesaat pikiran Arine seperti blank, ada keinginan yang muncul untuk diperlakukan lebih oleh laki laki itu. Gadis itu menjadi terlena, dan Elmar ingin memaksakan kehendaknya. Namun...

__ADS_1


"Mommy..." tiba tiba terdengar suara Brian memanggil Arine.


***********


__ADS_2