
Javanica Ltd.
Baru saja Arine membuka pintu keluar, tiba-tiba tubuh gagah tinggi besar sudah berdiri di hadapannya, dengan senyum merekah dari bibirnya. Tapi sesaat laki-laki itu tertegun, ketika melihat bekas sembab di mata istrinya. Takut ada masalah, atau kesalahan, Elmar memeluk tubuh Arine. Tapi gadis itu berusaha melepaskan dirinya, dan bahkan Arine seperti tidak sadar jika posisi mereka ada di perusahaan suaminya. Beberapa karyawan yang melintas di dekat ruang kerja Elmar, melihat bagaimana Elmar yang mereka puja, tengah memeluk Arine dalam pelukannya, Seketika, gosip berkembang dengan cepat di perusahaan. Mereka tidak mengira, jika CEO mereka yang terbiasa dingin, dan tampak tidak tertarik dengan perempuan, malah memeluk seorang gadis di ruang kerjanya.
"Hari patah hati sedunia geng... aku barusan melihat boss Elmar berpelukan dengan gadis cantik di depan pintu ruang kerjanya.. Melihat bagaimana tuan muda memeluknya, sepertinya tuan muda betul-betul menjaga dan menyayangi gadis itu..." karyawan yang berhasil mengambil foto, segera menyebarkan ke grup whattsapps karyawan perusahaan.
"Wow... bukankah ini gadis tadi pagi, yang sudah memukau perhatian di lantai satu... Tapi memang serasi sih, jika memang gadis itu yang menjadi pasangan tuan muda. Hanya saja.., karena ini mengejutkan, dan terjadi tiba-tiba, aku tidak bisa menolak patah hatiku kali ini..." karyawan perempuan yang bertugas di lantai satu menyahuti pesan tersebut.
"Gila... gila... betul-betul mengejutkan sekali. Tidak pernah jalan bersama gadis, tiba-tiba membawa kejutan di perusahaan hari ini.." gadis lainnya menyahut.
"Sudah... sudah hentikan. Kalian ini memang biang gosip. Tuan muda Elmar sudah menikah tiga hari yang lalu, dan memang atas permintaan tuan muda, dan juga istrinya, mereka tidak mau jika pernikahan mereka dipublikasikan. Perusahaan ini, hanya manajer divisi yang diperkenankan hadir, itupun melalui serentetan pengamanan. Aku dapat kabar ini dari manajer Pemasaran, yang kebetulan ikut hadir disana.." seorang karyawan laki-laki menengahi suasana.
"Woiii... jangan buat fitnah dong. Kamu sengaja kan, menyebarkan berita bohong.., dan mengatakan jika tuan muda sudah menikah, agar kami berhenti untuk berharap," tampak seorang karyawan perempuan tidak terima.
Gunjingan terus berkembang, dan laki-laki yang membawa kabar itu malah menjadi sasaran bully an. Para karyawan perempuan itu berpikir jika laki-laki itu hanya membawa kabar palsu saja, karena merasa iri dengan tuan mudanya. Tapi beberapa saat, sebuah lampiran picture terkirim di grup wa itu..
"Anjir.... bukankah ini tuan muda, dan gadis yang seperti magnet di lantai satu tadi.." melihat kiriman picture, berisi foto pernikahan Elmar dan Arine, dan juga keberadaan Brian seketika kembali membuat grup whattsapps menjadi heboh.
"Gilaa... ini ada informasi jika ternyata mereka berdua juga sudah memiliki seorang putra. Mana tampan dan imut lagi putranya, mirip sekali dengan tua muda.." seketika pembicaraan mereka beralih membicarakan Brian..
__ADS_1
Melihat sangat serasinya mereka, dan ketampanan serta keimutan Brian, mereka tidak lagi merasa kecewa karena idola mereka sudah menikah. Mereka malah terus mengamati picture itu, dengan penuh rasa kagum.
"Pantas saja tuan muda tidak pernah sedikitpun melirikku, meskipun aku selalu memancing perhatiannya. Ternyata istrinya sangat imut, dan menarik, serta putranya juga demikian.." kekecewaan yang tadi mereka bicarakan, dengan cepat terisi menjadi sebuah pujian untuk keluarga tuan mudanya,
*********
Sementara itu di ruang kerja Elmar.., laki-laki itu dengan kekuatannya mencoba mengendalikan istrinya. Tetapi karena Arine terus berusaha melepaskan diri, laki-laki itu memegang pinggang kemudian mengangkat tubuh istrinya, dan membawa masuk ke dalam.
"Honey... aku tidak tahu apa masalahmu hari ini. Tapi kamu adalah istriku, sehingga aku tidak akan melepaskanmu kali ini.." dengan suara tegas, Elmar bersuara.
"Lepaskan aku kak... tidak ada gunanya aku berada dalam ruangan ini. Semua adalah salahku, yang tanpa sadar telah menyakiti perempuan lain.." Arine terus meronta berusaha lepas dari dekapan suaminya.
"Bicaralah honey... aku akan mendengarkanmu. Jangan bertingkah seperti anak kecil, apakah istriku akan menggegerkan perusahaan ini, dan memberikan pengumuman jika kamu adalah istriku.." bukannya marah, tetapi Elmar malah tersenyum dan menatap ke mata istrinya.
Arine berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain, tetapi bibir Elmar memberikan kecupan di kening istrinya. Mendapatkan perlakuan seperti itu, Arine melotot dan menatap ke mata suaminya.
"Hentikan kak..., jangan memperlakukanku seperti ini. Ini semua keliru kak.., akan ada hati yang tersakiti.." melihat suaminya tetap terus menggodanya, akhirnya Arine mengeluarkan suara.
Mendengar perkataan istrinya, kembali dahi Elmar berkerut. Laki-laki itu ingin mencari tahu dengan perkataan istrinya.
__ADS_1
"Sebentar honey... sepertinya kita perlu untuk bicara. Jelaskan padaku honey, apa maksud kata-katamu barusan.." Elmar akhirnya mengalah.
Laki-laki itu sudah mulai mengangkat badannya ke atas, namun tidak lepas terus melihat serta mengawasi istrinya. Bahkan ketika Arine mau bangun, Elmar mengulurkan tangan membantu istrinya. Tidak lama kemudian, akhirnya Arine sudah mulai bisa mengendalikan dirinya, karena akal sehatnya berpikir jika mereka harus bicara,
"Katakan padaku honey... apa yang membuatmu tidak suka dariku. Sejak tadi, aku dengan ada perempuan lain, perempuan siapakah itu.." dengan tutur kata halus dan lembut, Elmar memulai pembicaraan,
Arine masih terdiam, dan malah terlihat ada air mata menggenang di kelopak matanya. Dengan sigap, Elmar mengambil tissue kemudian membantu istrinya membersihkan air mata itu..
"Kak Elmar... aku rela dan ikhlas kak untuk melepaskan kak Elmar. Dan aku juga berjanji, akan mengijinkan kak Elmar, papa, mama, maupun Bram untuk tetap berhubungan dengan Brian.." akhirnya dengan terbata, Arine bersuara.
Elmar terdiam, mendengarkan perkataan istrinya dengan penuh perhatian. Meskipun tampak ada kemarahan di wajah laki-laki itu, mendengar perkataan istrinya.
"Kenapa kak Elmar tetap melakukannya padaku.. Aku tidak akan menuntut kak, meskipun sudah ada Brian di antara kita, karena apa yang dulu kita lakukan memang sebuah kesalahan. Dan pihakku yang sudah melakukan kesalahan, jadi tidak akan pernah menyeret kak Elmar untuk bertanggung jawab..." lanjut Arine.
Tiba-tiba kedua tangan Elmar mencengkeram kedua pundak Arine, dan tatapan mata laki-laki itu terlihat menyeramkan,
"Ingat honey... jangan pernah mengucapkan kalimat yang tidak beralasan itu kepadaku. Untuk selamanya, bahkan sampai akhir hayat, kamu satu-satunya perempuan yang ada dalam hatiku, dan juga satu satunya istriku. Jangan pernah membuat usulan tentang perpisahan, atau perceraian. jika hal itu terjadi, kenapa kita berdua tidak mati bersama saja..."dengan kata-kata penuh getaran, Elmar memberikan tanggapan.
**********
__ADS_1