One Night Incident

One Night Incident
Bab 82 Pulang ke Mansion


__ADS_3

Hummingbird House


Setelah beberapa hari menginap di rumah papanya, dan melihat jika kondisi papanya sudah stabil, karena sudah berangkat ke perusahaan, Elmar mengajak Brian dan Arine untuk pulang ke mansion mereka sendiri. Bukan mansion tempat papa dan mama Elmar, namun Elmar ingin membawa keluarga kecilnya untuk pulang ke rumah,


"Apakah kamu sudah siap honey..., jika sudah kita segera berpamitan dengan papa..?" melihat Arine duduk di sofa dalam kamar, Elmar bertanya pada perempuan itu.


"Sudah kak..., tapi coba lihat Brian dulu, anak itu sudah selesai bersiap atau belum..." sambil mengambil tas kecilnya, Arine menjawab pertanyaan suaminya.


"Tenang honey... anak itu excited sekali. Sejak pagi, sudah bertanya kapan daddy akan membawa Brian pulang ke rumah. Sepertinya pengalaman berpisah lama denganku, membuat anak itu merasa tidak ingin berpisah lagi. Kita harus mendukungnya honey, agar tumbuh kembang Brian menjadi normal, seperti anak-anak lainnya.." Elmar memberikan tanggapan.


Mendengar kata-kata Elmar yang sudah menjadi suaminya, kening Arine berkerut dan gadis itu menengadahkan wajah melihat ke arah suaminya. Untungnya Elmar menyadari, jika istrinya ada sesuatu yang akan dikonfirmasi...


"Ada apa honey, kenapa tatapan istriku seperti menusuk jantung suamimu ini.." Elmar bergurau, dan menggoda Arine. Laki-laki itu mendekat dan malah duduk di sebelah istrinya.


"Kak Elmar tidak merasakah.., jika kata-kata kakak itu mengandung tuduhan. Brian tumbuh berkembang seperti anak-anak yang lain kak di Sapporo. Meskipun tidak ada daddy nya, karena anak itu belum tahu, tetapi ada Bram yang selalu memposisikan sebagai papa besar bagi Brian. Belum lagi, keberadaan Raffi sebagai papa kecil untuk anak itu. Jangan pernah membuat justifikasi kak.., apalagi berpikir jika Brian tidak tumbuh normal..." seperti mengeluarkan uneg-uneg, Arine memberondong Elmar.


Laki-laki itu terkejut, sama sekali tidak mengira jika kata-katanya barusan seperti menjadi bumerang baginya, Maksudnya hanya untuk menjaga, agar istri dan putranya tidak memiliki pikiran untuk kembali ke Sapporo. Tapi sepertinya Arine salah sangka. Untuk meredakan emosi Arine, Elmar menangkupkan kedua telapak tangan ke depan dadanya, sebagai bentuk permintaan maaf.


"Please forgive me honey..., maksudku bukan begitu sayang. Kita saat ini sudah menjadi pasangan suami istri, tidak ada salahnya bukan jika kita tinggal bersama, sekaligus menyenangkan hati Brian... Kemanapun kita harus selalu bersama. Bahkan jika memang honey merasa tidak nyaman untuk tinggal di Indonesia, dan ingin kembali ke Sapporo, maka aku akan mengikutimu honey.. Semua bisnisku akan aku kendalikan dari kota kecil itu.." dengan tatapan memohon maaf, Elmar merevisi kata-katanya.

__ADS_1


Melihat istrinya diam, Elmar merengkuh bahu Arine dan membawa wajah istrinya ke dadanya sendiri., Beberapa saat, pasangan suami istri itu berpelukan.., dan karena teringat Brian akhirnya Arine lebih dulu melepaskan pelukan itu. Elmar tersenyum, dan masih menatap istrinya..


"Kita keluar sekarang kak.., mumpung papa juga belum berangkat ke perusahaan.." Arine mengajak suaminya untuk keluar duluan.


"Okay honey... tapi kesalahan bicaraku sudah dimaafkan bukan..." Elmar masih menatap istrinya, seakan menunggu pengampunan dari perempuan muda itu.


"Iya sayang..." Arine tersenyum, dan menganggukkan kepala.


Mendapatkan ucapan kata sayang untuk pertama kalinya dari Arine, mata Elmar membelalak seakan tidak percaya. Tetapi belum sampai menyadarinya, ternyata Arine sudah melepaskan diri dari laki-laki itu, dan berlari keluar kamar lebih dulu.  Elmar tersenyum, dan menganggukkan kepalanya, wajah laki-laki itu tampak berbinar, seperti baru saja mendapatkan jackpot. Perlahan-lahan, akhirnya laki-laki itu mengikuti istrinya keluar dari dalam kamar.


*************


Di meja makan,..


"Jadi kalian yakin.., hari ini sudah akan kembali ke mansion kalian sendiri, dan meninggalkan papa sendiri di rumah..?" sambil mengunyah sandwich, tuan Abraham bertanya pada Elmar dan Arine.


"Benar pa... kan papa tidak sendiri, ada mama dan juga Claudia disini pa.. Ataupun jika papa berkehendak, bisa mengajak mama atau Claudia untuk bertandang ke mansion kak Elmar di PIK. Apalagi kita masih berada di dalam kota yang sama bukan.." tidak mau menimbulkan dendam dari mama tirinya, Arine tetap memandang kedua perempuan itu dalam keluarganya.


Nyonya Sarah dan Claudia saling berpandangan, kemudian mereka juga menganggukkan kepala, mengiyakan perkataan Arine..

__ADS_1


"Iya pa... nanti mama dan Claudi akan menemani papa, jika papa ingin berkunjung ke tempat kak Arine.." Claudia menyahuti perkataan dari kakak tirinya.


"Mmmpphh... iya, mama juga akan menemani papa.." sahut nyonya Sarah juga.


Melihat istri kedua dan putri tirinya sudah bisa berkomunikasi dengan baik pada putri kandungnya, wajah Tuan Abraham terlihat berbinar. Seperti ada kebahagiaan dalam tatapan mata itu...


"Baiklah Arine... kalau itu maumu. Hati-hati di jalan, dan jaga selalu cucuku Brian. Jangan biarkan Brian melakukan sesuatu yang bisa mencelakakan dirinya.." setelah menghela nafas, akhirnya Tuan Abraham menyetujui putri dan juga cucunya untuk kembali ke mansion mereka sendiri.


"Opa... bukannya mommy atau daddy yang menjaga Brian opa... Tapi kebalikannya, Brian sudah besar, maka Brian lah yang harus menjaga mommy dan daddy...' tiba-tiba terdengar protes dari Brian..


"Ha... ha.. ha..." semua yang berada di dalam ruangan itu tertawa mendengar kata-kata bocah kecil itu.


"Baiklah.., karena papa sudah setuju kami untuk kembali ke mansion, maka kita tidak perlu membuang waktu honey. Saatnya kita untuk kembali, karena ada telpon juga dari mansion papa, dimana kita harus datang. Katanya ada yang menunggumu disana honey.." karena melihat semua sudah selesai dengan sarapan paginya, Elmar mengajak istrinya untuk berkemas.


"Iyakah... baiklah kak, kita berangkat sekarang... Oh ya pa, Arine berangkat pulang dulu ya, selalu ingat untuk menjaga kesehatan papa, dan tidak boleh makan yang aneh-aneh.." Arine kemudian berdiri, dan mendatangi papanya.


Putri dan papanya itu kemudian berpelukan, dan tuan Abraham menepuk nepuk punggung putrinya tiga kali, kemudian melepaskannya. Tidak berapa lama, Arine juga melakukan hal yang sama pada mama tirinya. Nyonya Sarah tersenyum malu, karena gadis itu tidak membalas perbuatan jahatnya selama ini. Demikian juga dengan Claudia...


"Dada opa... oma.., dan auntie.." dengan celoteh lucunya, Brian berpamitan pada ketiga orang itu.

__ADS_1


Setelah mencium kedua pipi Brian, akhirnya tuan Abraham melepaskan bocah kecil itu. Elmar kemudian mengangkat semua perlengkapan Arine, dan membawa istri serta putrinya menuju keluar rumah.


************


__ADS_2