One Night Incident

One Night Incident
Bab 39. Melihatmu Kembali


__ADS_3

Arine terlihat kikuk ketika menerima jabat tangan dari Elmar. Laki laki terus menatap ke mata Arine, dengan genggaman tangan yang sangat eratdan senyum yang terkulum di bibirnya. Jantung Arine tambah berdegup kencang, ketika aroma parfum samar dari laki laki di depannya itu, tampak terlihat akrab untuk indera penciumannya. Tapi.. untungnya Raffi segera menyadarkan Arine...


"Arine.. kita sudah bersama dengan Brian sekarang.. Kita bisa kembali sekarang ke hotel tempatmu menginap, ataukah kita lanjut jalan jalan ke Disney land. Aku yakin, Brian belum pernah berjalan ke sana bukan.." Raffi mengajak Arine untuk segera meninggalkan tempat itu.


Tatapan mata Elmar berubah mengerikan, tapi untuk tidak membuat Arine takut, akhirnya laki laki itu mengendalikan amarahnya.


"Mommy... Brian lelah saat ini, ingin segera istirahat di kamar. Kenapa kita tidak naik dulu ke Pant House tempat daddy sebentar mommy, kita bisa menumpang istirahat di tempat itu. Barulah menjelang malam, mommy dan Brian kembali ke hotel mommy.." tiba tiba Brian membuat usulan, dan senyuman Elmar kembali mengembang mendengar hal itu.


"Brian.., kita tidak boleh terlalu merepotkan orang lain sayang... Bukankah berkali kali mommy berpesan padamu, untuk selalu berusaha mandiri menghadapi apapun.. Untuk kita, di Pant House, banyak orang disana, ada papa besar, kedua orang tua papa besar... dan tidak semuanya akrab dengan kita bukan. Sekarang Brian dengar mommy, kita sekarang kembali ke hotel tempat mommy menginap. Papa kecil akan berbaik hati untuk mengantarkan kita.." Arine mencoba bertindak tegas, tidak mau terlibat blunder dengan keluarga pengusaha itu.


Sikap dan penerimaan mama dari laki laki yang bersama dengan Brian itu, sudah memberinya kesan, bagaimana dirinya harus bersikap. Semakin lama, dia  dan Brian berada di tempat itu, maka situasi dilihatnya akan semakin kacau.


"Kembalilah dulu Brian... ikutlah dengan mommy. Jika nanti malam ada waktu, daddy akan bermain ke hotel kalian berdua.. Kita bisa menikmati malam, dan steak di kota ini.." tiba tiba Elmar ikut meyakinkan Brian.


"Benarkah Daddy..." dengan pandangan tidak percaya,. Brian mencoba memastikan


Dengan senyum manis di bibir, Elmar menganggukkan kepala, sambil melihat ke arah bocah kecil itu.


"Baiklah daddy... Mommy... kita tinggalkan hotel ini sekarang... kata daddy nanti malam akan main ke hotel.." Brian terlihat lebih bersemangat.


"Maaf tuan Elmar... sudah merepotkan untuk menangani putra saya.." Arine meminta maaf atas sikap putranya.


"Tidak masalah Miss Arine.. putra anda sangat menggemaskan dan juga cerdas. Saya sangat bahagia, mendapatkan kesempatan untuk dipanggil daddy oleh Brian.." dengan sopan, Elmar memberikan tanggapan.


"Baik.. terima kasih sekali lagi, dan sekalian saya dan Brian akan mohon pamit.." setelah mengucapkan kata pamit, Arine segera menggandeng tangan Brian, dan melangkahkan kaki keluar menuju ke pintu lobby.

__ADS_1


Dari belakang Raffi dan Elmar mengikuti mommy serta putranya, sampai ke depan mobil Raffi yang sudah menunggu di depan lobby..


"Naiklah ke depan Brian... biar mommy dan papa kecil duduk di kursi tengah.." Raffi membuka pintuk kursi depan, dan Brian segera naik ke atas.


"Sekarang kamu masuklah dulu Arine.." setelah menutup pintu depan, Raffi dengan sopan meminta Arine untuk segera masuk ke dalam mobil.


Setelah semuanya masuk ke dalam, perlahan sopir menjalankan mobil. Tampak Brian melambaikan tangan sebagai salam perpisahan pada Elmar. Dari kursi tengah, Arine hanya tersenyum melihat bagaimana interaksi putranya dengan laki laki itu.


*************


Blossom Hotel...


Meskipun hotel tempat mommy nya menginap, tidak sebesar Pant House yang dihuni keluarga daddy nya, tapi Brian terlihat menyesuaikan. Anak itu dengan mudah menerima apa yang ada di depannya, dan tidak ada muncul kata protes. Melihat Raffi yang tampak ingin ikut masuk ke dalam, Brian mencegat laki laki itu..


"Papa kecil... Brian dan sepertinya juga mommy sudah sangat lelah. Mommy pasti ingin segera istirahat setelah membersihkan tubuh. Jadi... mungkin papa kecil  tidak perlu mengantarkan kami ke dalam, cukup sampai disini saja. Apalagi, tidak etis bukan, jika dilihat banyak orang..., karena papa kecil dan mommy bukan pasangan.." Arine dan Raffi terkejut dengan perkataan Brian.


"Brian... perhatikan kata katamu nak..." terdengar Arine mencoba untuk menegur putranya..


"Tidak masalah Arine... ucapan Brian memang benar adanya. Aku juga melihatmu sudah sangat lelah, dan kamu butuh istirahat. Jadi.. sampai disini saja aku mengantarkanmu  Arine... selamat beristirahat.." untungnya Raffi bisa memahami apa yang diucapkan Brian, dan tidak mempermasalahkannya,


"Selamat tinggal papa kecil.." mengetahui jika Raffi sudah setuju untuk pergi meninggalkan mereka, Brian mengucapkan selamat tinggal.


"Selamat tinggal juga Brian... jaga mommy ya," sambil tersenyum kecut, akhirnya Raffi meninggalkan dua orang itu.


Arine menatap punggung Raffi sampai laki laki itu keluar dari pintu lobby.. Setelah itu, Arine segera merangkul bahu putranya, dan mereka segera berjalan menuju ke arah pintu lift.

__ADS_1


***********


Malam Harinya...


Arine tampak bermalas malasan di atas bed, karena gadis itu memang merasa tubuhnya sangat lelah. Gadis itu mengabaikan apa yang dilakukan putra semata wayangnya, dan hanya memberikan gadget miliknya pada anak kecil itu. Tidak lama kemudian, Arine sudah tertidur.., dan tiba tiba..


"Ting tong..." suara bel pintu kamar berbunyi..


Arine membuka matanya dengan kurang bersemangat, tetapi ketika melihat putranya yang masih terjaga..


"Brian .. bisa membantu mommy untuk mengecek siapa yang datang nak.. Paling hanya room service.." merasa tidak ada janji dengan siapapun, Arine asal menyuruh putranya.


"Baik mommy... sekarang mommy lanjut tidur saja. Brian yang akan menjaga mommy malam ini..." mendengar jawaban putranya, Arine melanjutkan tidurnya.


Perlahan Brian turun dari sofa, kemudian berjalan menuju ke arah pintu. Anak kecil itu kemudian membuka pintu, dan...


"Daddy... bagaimana daddy bisa sampai ke kamar ini... Masuklah daddy.., kita bisa mengobrol di dalam, tapi sayang dadd... mommy sudah tidur.." terlihat ada raut kecewa di wajah Brian..


"Hempphh... tidak apa sayang.., masih banyak waktu daddy untuk mengejar mommy mu.. Saat ini, kedatangan daddy untuk menyambangimu sayang.." Elmar menyerahkan satu paper bag pada anak itu, kemudian masuk ke dalam kamar hotel, dan meletakkan bunga yang dibawanya ke atas meja.


Laki laki itu berdiri terpaku, dan melihat tubuh Arine yang terbaring di depannya. Ingatan masa lalu, menghabiskan malam dengan gadis itu, kembali menari nari datang. Ingin rasanya, hasrat hati laki laki itu untuk berlari, dan memeluk erat tubuh Arine.. tetapi ketika mengingat posisinya saat ini, Elmar hanya tersenyum kecut.


"Daddy.... bantu Brian dadd...!" tiba tiba terdengar suara brian memanggilnya untuk datang.


Elmar segera mengakhiri lamunannya, kemudian bergegas menghampiri Brian yang menunggunya di atas sofa...

__ADS_1


***********


__ADS_2