One Night Incident

One Night Incident
Bab. 30 Gelisah


__ADS_3

Suites Room...


Di atas king size bed, tampak Brian sedang merebahkan tubuh dengan membawa gadget di tangannya. Untuk mengisi kebosanan anak kecil itu, Elmar memberikan gadget agar anak itu bisa bermain game. Mereka berdua sudah mengenakan pakaian, dan juga sudah melakukan sarapan. Bramantya berpamitan pada Elmar, untuk menitipkan Brian sebentar, karena laki laki itu harus menemani mamanya Nyonya Clara ke laboratoirum. Tiba-tiba  ada yang datang mengetuk pintu kamar Elmar, dan laki laki itu segera membukakan pintu...


"Abidzar.., kamu sudah datang..? Duduklah.." sambil berjalan kembali untuk duduk di sofa, Elmar mempersilakan Abidzar untuk duduk.


Tatapan Abidzar beradu pandang dengan tatapan Brian, dan ketika mengetahui wajah anak kecil itu, mata asister pribadi Elmar itu menjadi terbelalak. Berulang kali Abidzar menatap wajah anak kecil itu, kemudian melihat le arah tuan mudanya.


"Jangan terlalu banyak jelalatan Abidzar, katakan apa rencanamu.." suara tegas Elmar membuyarkan lamunan Abidzar.


"Siap tuan Elmar.... tapi siapa anak ini Tuan... Kenapa wajahnya sama persis dengan wajah tuan sendiri... Kata orang mungkin bagai pinang di belah dua, Apakah tuan Elmar menyembunyikan diri, jika ternyata sudah memiliki seorang anak laki laki...?" tidak bisa menyembunyikan keingin tahuannya, Abidzar bertanya langsung tentang Brian.


"Tutup mulutmu Bidzar... apakah kamu pikir aku sejahat dan sekeji itu. Kenalkan itu putra kak Bram, namanya Brian.. Aku juga terkejut, dan juga belum tahu cerita yang sebenarnya, bagaimana bisa kakakku bisa memiliki anak secerdas dan se cute ini.." dengan santai Elmar menanggapi keterkejutan Abdizar. Laki laki muda itu malah minum segelas juice yang sudah diantarkan oleh room service.


"Oh putra tuan Bram... Hi ganteng, kenalkan aku Om Bidzar..." Abidzar mendekat ke arah Brian, dan mengenalkan dirinya.


Terlihat Brian mengangkat wajah ke atas, dan senyuman manis muncul di wajah bocah tampan itu., Abidzar sangat terkesima melihatnya, karena cara menatap dan cara tersenyum bocah itu sama persis dengan kebiasaan tuan muda Elmar.


"Namaku Brian... Om Bidzar teman papa besar juga ya, atau teman Uncle Elmar..." dengan polos dan berani, Brian memberi tanggapan.

__ADS_1


"he.. he.. he... Om Bidzar teman mereka berdua tampan..." Abidzar mengajak Brian melakukan tos, dan keduanya menepukkan kedua telapak tangan mereka.


Dari sofa tempatnya duduk, Elmar tersenyum melihat asisten pribadinya berbincang asyik dengan Brian. Laki laki itu membiarkannya, sambil matanya menatap ke layar laptop yang ada di depannya...


"Brian... lanjutkan bermain sendiri dulu ya... Om Bidzar akan berbincang sebentar dengan Unle Elmar.." teringat dengan tujuan utamanya menemui Elmar, Abidzar berpamitan...


"Ya Om.." fokus Brian kembali pada gadget yang ada di tangannya.


*************


Abidzar dan Elmar tampak serius berbincang tentang bisnis mereka, dan tiba tiba Abidzar menyinggung tentang kesanggupan Miss Abony untuk menemui mereka siang ini.


Padahal rencana untuk bertemu dengan Miss Abony dibuat dan diinginkan oleh tuan muda Elmar sendiri, namun dengan gampangnya laki laki itu melakukan cancel.


"Kenapa Bidzar... tanggung semua biaya perjalanan, dan juga biaya kamar hotel miss Abony... Aku juga butuh waktu untuk healing dan bersenang senang. Melihat Brian.. aku akan memberikan waktuku hari ini untuknya.." seperti mengetahui apa yang ada dalam pikiran Abidzar, Elmar dengan santai melanjutkan kalimatnya...


"Hemppph... baik Tuan Elmar.. Saya akan mencoba menemui Miss Abony sendiri. Akan aku coba untuk memberikan penawaran yang sangat menarik, terutama dengan tawaran salary dan tunjangan tinggi, asalkan gadis itu mau untuk bergabung dengan perusahaan kita di Jakarta.." akhirnya mau tidak mau, Abidzar mengiyakan.


Dua laki laki itu kemudian kembali terdiam.. Asisten Abidzar mulai membuat pengaturan untuk bertemu dengan tamunya, dan mata ELmar kembali melihat pergerakan harga saham lewat akun pasar modal di depannya. Tiba tiba..

__ADS_1


"Uncle.., uncle Elmar.. apakah Uncle Elmar mengenal mommy Brian..." suara pertanyaan Brian mengagetkan dua laki laki yang sedang serius itu.


"Ada apa Brian..., bisakah kamu mengulang pertanyaanmu. Uncle tidak fokus barusan.." Elmar berdiri dan berjalan mendekat ke arah king size bed.


"Ini Uncle,... kenapa banyak foto mommy Arine di gadget Uncle Elmar. Makanya Brian bertanya, apakah Uncle mengenal mommy.." wajah Elmar menunjukkan keterkejutannya.


Tiba tiba wajah laki laki tampan itu menjadi serius, begitu juga dengan wajah Asisten Abidzar. Ketika Elmar mendekat, terlihat Brian sedang mengusap foto gadis yang sudah bertahun tahun dicari oleh laki laki itu. Dan sampai sekarang, ELmar belum mendapatkan sedikit informasi tentang keberadaanya. Perasaan Elmar tiba tiba menjadi gundah, dan beberapa kali laki laki itu menatap ke wajah Brian dengan serius.


"Brian putra kak Bram..., dan karena kesalahan, aku dan mommy anak ini pernah tidur karena sebuah ketidak sengajaan. Jadi... Brian ini keponakanku, dan sekian lama, bertahun tahun aku menunggu untuk menemukan mommy anak ini. Dan sekarang.., aku dihadapkan dengan kenyataan jika gadis yang aku tunggu adalah istri kakakku.." Elmar berada dalam persimpangan.


Dari belakang, Asisten Abidzar tampak melihat tuan muda nya dengan perasaan iba. Laki laki itu tahu bagaimana tuan Elmar berusaha menemukan gadis yang pernah tidur dengannya. Bahkan laki laki itu menolak hadirnya gadis yang berusaha mendekatinya. Namun... kali ini, ternyata gadis itu sudah menjadi istri dari kakak kandungnya sendiri. Abidzar juga tidak bisa menengahi, laki laki ini hanya diam, tidak ikut berkomentar.


"Uncle... kenapa uncle menjadi terdiam. Benarkah ini foto mommy Uncle..." Brian tampak mengejar pertanyaan pada Elmar.


"Ppppffthhh... iya Brian. Itu bukan foto mommy Brian sayang.., itu foto teman Uncle, yang kebetulan wajahnya mirip dengan mommy Brian." Elmar tampak membelokkan fokus anak itu,


"Oh begitu ya... ternyata di dunia ini, banyak wajah yang sama dan mirip ya Uncle. Brian malah tidak tahu... Atau begini saja Uncle... jika Uncle mau, Brian bisa mengenalkan Uncle dengan mommy Brian. Kata papa besar, mommy sudah datang ke Tokyo, dan malam nanti Brian akan menginap di hotel mommy.." dengan polosnya, Brian memperkenalkan mommy nya pada Elmar.


Elmar mengangkat wajah, dan melihat ke wajah anak itu. Laki laki itu bingung, karena merasa ada ikatan erat dalam hatinya dengan anak kecil di depannya. Tapi begitu ingat kenyataan jika Brian adalah putra kakak kandung dengan perempuan yang selama ini dicari dan ditunggunya, laki laki itu menjadi lemas.

__ADS_1


***********


__ADS_2