One Night Incident

One Night Incident
Bab 88 Menunjukkan Status


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua aktivitas, termasuk pekerjaan free lance nya, Arine segera mempersiapkan diri di depan kaca dalam kamarnya. Gadis itu mencoba menyesuaikan penampilan suaminya, sebagai CEO sebuah perusahaan, dan tidak mau mengecewakan Elmar. Beberapa kali, Arine tersenyum sendiri melihat riasan tipis yang jarang dilakukannya, dan dengan pakaian batik tulis berbentuk mini dress, gadis itu memang terlihat sangat cantik.


"Semoga penampilanku kali ini tidak mengecewakan, apalagi mempermalukan kak Elmar..." gadis itu berbicara sendiri, sambil melihat beberapa kali ke arah cermin,


"Banyak perempuan yang mengincar kak Elmar, aku harus mempertahankannya. Tapi aku juga tidak boleh merendahkan harkat suamiku, hanya dari penampilanku yang seadanya.." Arine terus mematut dirinya.


Gadis itu sambil berbolak balik bercermin, merasa kurang percaya diri. Tetapi setelah beberapa saat, akhirnya Arine merasa jika penampilannya sudah menarik. Gadis itu kemudian mengambil tas tangan, dan setelah memasukkan ponsel, Arine segera menutup tas tersebut.


"Kasihan driver yang menungguku, aku harus segera berangkat.." karena Elmar sudah menugaskan sopir keluarga untuk mengantarkan ke perusahaan, Arine segera berkemas.


Stiletto warna milo tampak mempercantik kaki dan betis Arine, serta membuatnya lebih jenjang. Apalagi gadis itu mengenakan mini dress selutut, sehingga betis putih mulus terekspos sempurna. Arine yang jarang berdandan, betul-betul menjelma menjadi seorang gadis cantik, dengan penampilan elegance dan berkelas. Perlahan dengan menenteng tas pada pergelangan tangannya, Arine keluar dari dalam kamar.


"Apakah non Arine sudah siap untuk berangkat..?" sopir yang akan mengantarkan istri dari majikannya itu, tercengang melihat penampilan Arine yang tidak seperti biasanya.


Tetapi untungnya, laki-laki itu segera mengendalikan ketakjubannya melihat majikan perempuannya itu.


"Sudah.. kita berangkat saja sekarang pak.. Nanti keburu Brian pulang, setelah jalan ke Dufan.." sambil terus melangkah ke depan, Arine memberikan tanggapan.


"Baik Non... saya siapkan.." sopir segera berjalan cepat mendahului Arine, kemudian membukakan pintu untuk majikannya.


Dengan anggun Arine melangkah masuk ke dalam, dan sesudah memastikan perempuan itu duduk dengan baik, sopir segera menutup pintu. Tidak lama kemudian.., mobil mewah Bugatti sudah meninggalkan halaman mansion keluarga William.


**************

__ADS_1


Di perusahaan...


Tatap mata kagum, dan penasaran terlihat di wajah karyawan Javanica Ltd., melihat dengan anggunnya Arine melangkah masuk ke dalam. Tampak security bagian front line memberi pengawalan, dan menunjukkan arah untuk menuju ruang kerja Elmar.


"Siapa gadis itu, aku baru melihatnya datang ke perusahaan. Apakah mitra baru perusahaan kita..?" beberapa karyawan laki-laki mendekat ke arah customer service, dan bertanya tentang Arine.


"Diamlah.., kendalikan nada bicaramu, terdengar tahu..." customer service menatap lawan bicaranya itu sambil melotot.


"Iya.. iya..., aku paham. Tapi siapa gadis itu, anggun, berkelas, dan wajahnya memiliki daya tarik tersendiri. Ada inner beauty yang memancar dari dalam.." karyawan laki-laki itu terus bersuara, ,memberikan penilaian pada Arine..


Tiba-tiba dari arah dalam, terlihat Abidzar asisten pribadi CEO Elmar keluar, dan memberi sambutan pada Arine..


"Non Arine... tuan muda Elmar masih ada rapat dengan Dewan Komisaris. Saya akan mengantarkan Non ke ruang kerja beliau... bisa ikuti saya..' melihat sikap hormat Abidzar pada Arine, wajah para karyawan yang tengah memperbincangkan gadis itu, menjadi ternganga.


"Gila... boss Abidzar saja, sampai terlihat tunduk, dan hormat pada gadis itu. Siapa dia..., apakah putra dari stake holder yang sangat berpengaruh.." melihat Abidzar yang menunduk, tampak hati-hati ketika berhadapan dengan Arine, para karyawan terus memperbincangkannya.


Mereka saling bertatapan, dan meskipun Arine sudah masuk ke dalam lift, namun mereka masih memperbincangkannya. Kehadiran Arine di Javanica Ltd., betul-betul menimbulkan kesan positif. Apalagi dengan keramahan gadis itu pada security yang mengantarkan, membuat kesan sombong tidak terlihat dalam diri gadis itu.


**********


Tidak lama kemudian...


Setelah Arine masuk ke ruang kerja Elmar, Abidzar meninggalkan perempuan muda itu sendiri. Abidzar masih memiliki pekerjaan untuk mendampingi suami Arine, sehingga tidak bisa menemani gadis itu. Apalagi mengingat suami Arine sangat cemburu, maka Abidzar juga tidak mau mengambil  resiko.

__ADS_1


"Hempphh... sangat nyaman sekali ruang kerja kak Elmar..." Arine bergumam, sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


Sesuai dengan style suaminya, ruangan kerja itu terlihat sangat maskulin. Furniture dan cat tembok, didominasi secara apik dengan warna hitam dan putih, namun tetap mencerminkan ruang kerja yang ergonomis.


"Tok... tok... tok..." tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu ruang kerja tersebut,


Arine mengerutkan kening, kemudian menoleh ke arah pintu. Karena gadis itu diam, beberapa saat terlihat pintu didorong dari luar, terlihat seorang perempuan berjalan masuk dengan sikap hormat..


"Mohon maaf miss... karena tidak ada jawaban, saya memberanikan diri untuk masuk ke dalam.." melihat Arine yang tengah menatapnya, perempuan itu terlihat serba salah.


"No problem... ada perlu apa.." Arine tersenyum, dan memberikan jawaban singkat.


"Terima kasih Non.., saya mendapatkan perintah dari Tuan Abidzar untuk menanyakan keperluan nona.. Mungkin ada request khusus Non..., untuk minuman sudah kita siapkan kopi dan teh, juga dengan keperluan makanan. Mungkin ada request lainnya non..." dengan senyum kaku, perempuan itu bertanya pada istri dari boss nya.


Sebenarnya bisa saja bagian pantry yang bertanya pada Arine, tetapi karena merasa penasaran dengan perbincangan yang berkembang dalam perusahaan, perempuan itu memutuskan untuk menemui Arine. Apalagi Abidzar mengatakan dengan tegas, untuk melayani istri dari CEO Elmar William. Setelah Abidzar kembali ke meeting room, perempuan itu mengambil tugas bagian pantry,


"Tidak perlu menyiapkan apapun untukku, aku bisa mencari sendiri nanti. Tinggalkan saja ruangan ini.., aku akan menelpon bagian terkait jika membutuhkan sesuatu.." melihat gelagat tidak baik dari perempuan itu, Arine tidak mau menanggapinya lebih jauh,


"Mmmpphh... baik non.. Permisi.." perempuan itu terlihat gugup, dan dengan salah tingkah akhirnya karyawan perempuan membalikkan badan, dan keluar dari dalam ruangan.


Begitu perempuan itu keluar, Arine mengambil nafas panjang dan geleng-geleng kepala. Gadis itu kemudian berdiri, dan berjalan menuju ke meja kerja suaminya.


"Banyak sekali orang cari muka pagi ini, apa mereka tidak suka jika boss mereka memiliki istri sepertiku.." Arine bergumam sendiri.

__ADS_1


Arine tidak melihat foto apapun dalam ruangan itu, tetapi ternyata tanpa sadar tatapan Arine melihat ke atas meja kerja suaminya. Terlihat dalam sebuat frame, foto kebersamaannya dengan Elmar dan Brian, terpajang di atas meja tersebut. Ada rasa haru yang menyeruak masuk, dan tanpa sadar mata gadis itu berkaca-kaca..


***********


__ADS_2