One Night Incident

One Night Incident
Bab 42. Berbicara di Dalam


__ADS_3

Beberapa Saat kemudian...


Elmar tampak menikmati minuman yang diseduh oleh gadis yang selalu dimimpikannya itu, sedangkan Arine hanya menikmati air mineral. Keduanya berada dalam diam, seakan bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.


"Tuan...; Arine..." ternyata tanpa sadar, kedua orang itu saling memanggil, tapi keduanya kemudian tertawa bersamaan.


"Ladies first..." akhirnya Elmar mempersilakan Arine untuk bicara duluan,,


"Mmpphh.... hanya mau minta maaf saja, karena Brian telah merepotkan Tuan... Malam malam sampai saya tidak tahu, tuan Elmar harus datang kesini. Dan Brian malah dengan santainya tidur di atas tubuh Tuan Elmar.." dengan senyum malu, Arine meminta maaf..


"Arine... bisakah memanggilku dengan panggilan Elmar saja, atau kak... Sepertinya usiaku masih lebih tua dari pada usiamu.. Tidak enak bukan, apalagi saya dan Brian berteman baik.." ternyata Elmar meminta gadis itu untuk tidak menggunakan panggilan Tuan padanya.. Tampak seperti pemujaan, tatapan mata Elmar pada Arine.


Keduanya kembali beradu pandang, dan sebenarnya Arine merasa risih, karena menemui tamu di tengah malam seperti ini. Tapi, untuk meminta laki laki itu pergi, Arine juga tidak sampai hati untuk mengatakannya.


"Baik kak..., tidak enak jika Arine memanggil nama langsung.." akhirnya Arine menyetujui memanggi Elmar dengan nama langsung, serta menambahkan kata kak di depannya.


"By the way... bolehkan aku bertanya sesuatu yang agak privacy Arine.. Bukan untuk apa apa, hanya agar kita saling menjaga saja.." Arine mengangkat wajah, mencoba menatap ke arah Elmar. Keduanya kembali beradu pandang, tetapi Arine kembali menundukkan wajah, karena teringat dengan kejadian di malam laknat beberapa tahun yang lalu itu.


"Katakan kak..., jika Arine bisa menjawab, akan aku jawab.." gadis itu mengijinkan.


Beberapa saat Elmar mencoba menata hati, untuk bertanya sesuatu yang lebih serius..

__ADS_1


"Arine.. dimanakah papa Brian.., kenapa anak ini memanggil kakakku Bram dengan panggilan papa besar, dan juga memanggil laki laki tadi sore dengan panggilan papa kecil. Aku harap, kamu bisa menjawab yang sejujurnya Arine, agar aku bisa menempatkan diriku.." Elmar mencoba untuk mengulik sisi lain dari gadis yang duduk di depannya itu.


Terlihat Arine mengambil nafas panjang, kemudian.. gadis itu tersenyum pias..


"Kak Elmar... Arine tidak tahu, bagaimana Arine akan bicara. Setelah Arine katakan semuanya, aku juga tidak akan menahan kak Elmar untuk tetap akrab dengan Brian, ataukah bersikap menjauh dari kehidupan putraku. Namun hal ini, memang harus aku tekankan, agar tidak membuat kecewa di kemudian hari. Bahkan Bram dan Raffi, sampai saat ini juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.." Arine akhirnya memulai penjelasan.


Elmar terdiam dan terlihat menunggu penjelasan dari gadis itu. Tetapi melihat gadis itu tampak tertekan, tangan Elmar meraih kedua tangan gadis itu kemudian menggenggamnya.. Gadis itu kembali mengangkat wajah dan beradu pandang dengan Elmar. Perlahan laki laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Brian lahir karena kesalahan kak... seharusnya anak itu tidak ada. Tetapi tidak mungkin aku akan menghancurkan janin yang sudah tumbuh di rahimku kala itu.." air mata tiba tiba menetes dari sudut mata gadis itu.


Perlahan tangan Elmar bergerak, kemudian membantu mengusap air mata di pipi gadis yang banyak menderita sendiri itu,


Elmar kemudian berdiri, dan berpindah tempat duduk di sebelah Arine. Dengan sikap melindungi, Elmar menyandarkan wajah gadis itu di dadanya. Perlahan laki laki itu mengusap usap punggung Arine, membantu agar gadis itu mengurangi sesak di dadanya. Hal itu berlangsung untuk beberapa saat..


"Itulah kak, asal mula Brian ada di dunia ini. Dan anak itu, sampai sekarang tidak tahu, siapa papa kandung yang sebenarnya. Sampai kapanpun, aku juga tidak akan bisa menjelaskan pada putraku.." lanjut Arine.


"Tenanglah Arine... semua akan terkondisikan. Dan mungkin saja, sebenarnya Brian sudah menemukan papa kandungnya, hanya saja kamu belum menyadarinya. Laki laki yang beruntung bisa mendapatkanmu seperti jack pot, sebenarnya juga sudah mengetahui, siapa gadis yang tidur dengannya di malam yang indah itu. Hanya saja, laki laki itu menunggu waktu yang tepat, untuk mengungkapkan semua.." seperti mengungkapkan apa yang dirasakannya, Elmar berusaha menenangkan gadis itu.


Beberapa saat, kedua orang itu saling berpelukan. Ada gelenyar aneh di hati Arine, seperti dekapan laki laki itu sangat menghiburnya. Begitu juga apa yang dirasakan Elmar, kebahagiaan dan suasana yang sudah lama dirindukannya selama ini, akhirnya datang saat ini.


"Mmmppphh... maaf kak Elmar.., aku jadi terbawa suasana.." tiba tiba kedua tangan Arine mendorong dada Elmar, berusaha menjauhkan dari pelukannya. Sepertinya gadis itu sudah mulai tersadar..

__ADS_1


Tetapi Elmar malah memeluk tubuh gadis itu dengan erat, dan memberikan kecupan di pucuk kepala gadis itu.  Arine dengan malu berusaha melepaskan diri dari pelukan laki laki yang belum lama dikenalnya itu. Beberapa saat Arine terdiam, dan Elmar terus menatapnya dengan penuh kerinduan..


"Dadd.... mommy..." dua orang itu saling bertatapan, karena terdengar suara Brian memanggil mereka.


"Sepertinya Brian mengigau, ayo kita datangi..." Elmar memecah keheningan.


Arine menganggukkan kepala, kemudian dua orang itu bergegas mendatangi Brian yang tengah berbaring sendiri di atas ranjang. Tanpa meminta ijin pada Arine, Elmar langsung merebahkan diri kemudian memeluk tubuh Brian dengan erat. Arine juga kaget melihat respon putranya, merasa ada yang memeluknya, Brian juga memberi pelukan pada laki laki itu,. Hal itu berlangsung beberapa saat...


"Ikutlah berbaring di sebelan kanan Brian... Arine.. Tidak perlu malu padaku, toh ada Brian yang memisahkan kita, jadi kita tidur berdua saja di tempat ini..." tiba tiba Elmar mengajak Arine berbicara.


Arine tidak segera menjawab, namun melihat ke arah ranjang. Melihat posisi tidur putranya saat ini, gadis itu tidak sampai hati untuk meminta Elmar meninggalkannya. Akhirnya setelah menghela nafas, Arine kemudian merebahkan diri di atas ranjang, dengan posisi tidur di sebelah kanan Brian. Sedangkan posisi tidur Elmar berada di sebelah kiri Brian. Jika ada orang yang melihat, mereka seperti pasangan suami istri, yang memeluk putra mereka. Hal itu berlangsung untuk beberapa saat...


"Kak Elmar... sepertinya Brian sudah kembali tertidur pulas.. Mungkin..." Arine mencoba untuk meminta Elmar pergi meninggalkan mereka.


Tapi tidak ada jawaban dari laki laki itu, dan setelah melihat kembali beberapa waktu, akhirnya Arine membatalkan niatnya.


"Sepertinya kak Elmar sudah tertidur.., biarkan saja. Lagian sudah jam tiga pagi lebih, tidak mungkin aku akan membangunkannya. Biarlah malam ini, Brian juga merasakan bagaimana tidur dipeluk oleh papanya.." Arine bergumam sendiri.


Tidak lama kemudian... gadis itu akhirnya juga ikut memejamkan matanya.


**********

__ADS_1


__ADS_2