One Night Incident

One Night Incident
Bab 48. Bersikap Tegas


__ADS_3

Arine kaget, dan mendorong dada Elmar menjauh darinya. Lagi lagi gadis itu merasa terjebak dengan pesona yang diberikan oleh laki laki yang masih mendekap tubuhnya. Bukannya malu atau segera menjauh, melihat kedatangan Brian, Elmar malah semakin erat memeluk tubuh gadis itu.


"Daddy.... bagaimana daddy bisa sampai di rumah Brian dan mommy.." melihat kebersamaan daddy dan mommynya, senyuman terbit dari bibir bocah kecil itu.


Elmar membuka tangan untuk memberi kesempatan pada Brian untuk bergabung dengan mereka. Dengan senyum bahagia, Brian segera berlari dan masuk dalam rengkuhan tangan Elmar. Arine menjadi tidak berkutik, hanya wajah gadis itu menjadi merah padam. Arine merasa jika laki laki di sampingnya itu sudah melewati batas, dan memperlakukan dirinya di depan putranya sendiri. Sesaat gadis itu diam, tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


"Daddy sudah datang sejak tengah malam Brian.., karena begitu daddy sampai ke Blossom, ternyata kalian berdua sudah pergi meninggalkan daddy tanpa pamit. Akhirnya dengan papa besar, dan Uncle Abidzar, daddy terbang ke kota ini untuk mengejar kalian berdua.." Elmar memberikan ciuman pada Brian.


Wajah Brian terlihat cerah, karena baru kali ini bocah itu merasakan berada di dalam pelukan kedua orang tuanya. Tapi... tiba tiba Arine berusaha bangkit dari posisi tidurnya, dan..


"Mommy.... kenapa mommy akan meninggalkan daddy dan Brian.. Tidurlah sebentar lagi mommy,.." dengan penuh harap, Brian mencoba menahan keberadaan mommy nya,


Arine terkejut, tetapi segera mengembalikan ekspresinya agar tetap wajar..


"Brian... mommy harus ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi sayang.. Meskipun tamu ini datang dan pergi seperti angin, dan memaksa masuk ke dalam rumah. Tapi mommy harus tetap menjamunya bukan..." dengan nada sarkasme, Arine berusaha menyindir Elmar.


Tapi sepertinya laki laki itu memang sudah menyiapkan hati dan perasaannya. Ingin mendapatkan hati dari gadis yang dicintainya, Elmar tidak mempedulikan apa yang dikatakan Arine kepadanya.


"Baik mommy... Brian akan menemani mommy ke pasar untuk berbelanja. Tunggu Brian juga momm..." untungnya hati Brian sangat terikat dengan mommy nya.


Bocah itu segera beranjak turun dari atas ranjang, kemudian menarik tangan mommy nya untuk keluar dari dalam kamar. Elmar yang ditinggalkan oleh dua orang itu hanya bisa mengambil nafas, tetapi akhirnya laki laki itu ikut turun dari atas ranjang, kemudian mengikuti dua orang itu keluar.

__ADS_1


Arine bergegas membersihkan wajah, dan menyikat gigi beberapa saat di dalam kamar mandi. begitu juga Brian... Tidak lama kemudian..


"Brian... mommy sudah siap sayang.." membawa satu tas selempang, terlihat Arine sudah siap berangkat.


"Okay mommy..., Brian juga sudah siap..." dengan senang hati, Brian segera berlari mendatangi mommy nya yang sudah siap untuk keluar dari dalam rumah,


Kedua orang itu bergandengan, dan mereka keluar dari dalam rumah. Tapi tiba tiba dua buah tangan, memeluk Arine dan Brian dari belakang... Dengan susah payah, Arine berusaha melepaskan tangan itu, tetapi rupanya laki laki yang ternyata Elmar malah mempererat pelukannya.


"Daddy mau menemani mommy juga.." dengan mata berbinar, Brian bertanya pada laki laki itu.


"Pasti Brian... mulai sekarang, kita harus berlatih dan berusaha untuk menjadi keluarga yang bahagia. Kita harus membiasakan diri Brian..." dengan tidak tahu malu, Elmar memberikan tanggapan atas pertanyaan Brian.


"Kak Elmar... saya harap, kakak jangan keterlaluan ya kak... Jangan perlakukan keluarga kecilku sesuai dengan keinginanmu, aku tidak menyukainya.." di luar dugaan, Arine menghentikan langkah kakinya, dan berteriak marah pada laki laki itu. Kata kata yang diucapkan Elmar, seakan memperolok kehidupannya selama ini...


"Arine... kamu salah sangka sayang... aku tidak pernah memiliki niatan sama sekali untuk memperlakukan kalian seperti itu. Perlakuanku untukmu dan Brian itu tulus..." Elmar berusaha membela diri.


"Pergi.., jangan ikuti kami lagi Elmar.. Atau aku akan melaporkan sikap kekurang ajaranmu pada aparat kepolisian..." tapi rupanya Arine betul betul marah dengan sikap Elmar.


Arine berpikir jika laki laki itu selalu bertindak semaunya, seenaknya, dan sangat meremehkan harga dirinya sebagai seorang perempuan. Berkaca dari masa lalu, dan akhirnya terlahir Brian, membuat gadis itu untuk lebih berhati hati pada dirinya. Arine tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya..


"Jangan usir aku dari kalian Arine... jika kamu menginginkan status, hari ini juga aku akan memberimu status sebagai istriku. Aku akan mengurus ke kantor catatan sipil sekarang juga.." Elmar yang terkejut dengan keterus terangan Arine, berusaha untuk membujuk gadis itu.

__ADS_1


Brian yang sejak pagi bertindak seolah mendukungnya, kali ini bocah itu tiba tiba berada di pihak mommy nya. Dan Arine sudah tidak mau mendengarkan penjelasan Elmar, gadis itu segera mempercepat langkah kakinya, dan segera pergi meninggalkan laki laki itu sendiri.


***********


Niko Market...


Setelah mendapatkan barang belanjaan yang mereka cari, Arine mengajak Brian untuk mencari makanan. Gadis itu memilih kedai yang ada di ujung jalan, karena dari tempat mereka duduk di lantai dua, mereka akan bisa melihat pemandangan alam  dari kota Sapporo. Barisan bukit, dan juga laut terlihat jelas dari lantai dua...


"Mommy... kenapa tadi pagi mommy sangat marah pada daddy.. Tidak bisakah, mommy menganggap daddy sebagai bagian dari keluarga kita mom..." tiba tiba Brian memberanikan diri bertanya tentang kejadian sebelum mereka berangkat ke pasar.


Terlihat Arine sedikit terkejut dengan pertanyaan dari putranya.. Gadis itu menggeser tempat duduk, kemudian memeluk Briam, dan memberi ciuman di pucuk kepala bocah kecil itu.


"Brian... tidak semua keinginan kita harus terwujud dengan mudah sayang. Jika nanti Brian sudah tumbuh dewasa, pasti Brian akan memahaminya... Hempphh.... sebenarnya jujur nak..., di awal awal pertemuan, mommy salut dan hormat dengan semua perlakuan dan ketulusan dari Uncle Elmar..." gadis itu menghentikan kata katanya,


Brian menunggu kelanjutan dari kalimat yang diucap mommy nya, anak kecil itu menengadahkan wajah untuk melihat ke arah mommy nya...


"Tapi.., laki laki itu datang dan pergi seenaknya ke tempat kita. Hal itu sama saja dengan melecehkan dan tidak menghargai kita. Mommy tidak mau sayang, jika Uncle Elmar hanya akan melecehkan keluarga kita, dan dengan seenak hati pergi meninggalkan kita suatu hari nanti, ketika hati kita sudah tertaut.." perlahan Arine melanjutkan kata katanya... Pengalaman masa lalu, memberi pelajaran untuk  bertindak tegas.


"Apakah Brian marah dengan sikap mommy sayang...?" melihat putranya diam tidak menunjukkan reaksi, Arine bertanya pada Brian.


"Tidak mommy.... Brian mendukung sikap mommy... Jika memang daddy Elmar betul betul menyayangi Brian, dan juga mommy. Laki laki itu memang harus berusaha untuk menunjukkan itikad baiknya, tidak hanya datang dan pergi semaunya.." Arine kaget dengan respon dewasa yang ditunjukkan Brian.

__ADS_1


Perempuan itu kemudian kembali memeluk tubuh Brian dengan erat.


*************


__ADS_2