One Night Incident

One Night Incident
Bab 93 Persiapan Kembali


__ADS_3

Mansion


Setelah makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah. Terlihat keseriusan di wajah orang-orang yang berada disana. Terutama wajah Nyonya Clara yang tampak tegang, dan senyuman seperti hilang dari wajah perempuan paruh baya itu. Tuan William lebih bisa mengendalikan dirinya, mungkin karena laki-laki, jadi lebih bisa mengendalikan dirinya,


"Jadi kalian semia benar-benar tega meninggalkan mama di mansion ini sendirian. Tidak adakah, dari kalian berdua salah satu memutuskan untuk menemani mama.." dengan muka sedih, nyonya Clara akhirnya kembali memulai pembicaraan.


Tuan William melihat ke arah istrinya, dan laki-laki itu mencoba lebih bersabar. Sebagai orang tua, laki-laki itu berpikir jika tidak bisa menahan kemauan anak, karena mereka butuh untuk lebih berkesplorasi.


"Mama... selama ini, meskipun Elmar berada dalam kota yang sama, di Jakarta. Bukankah kita juga berpisah, dan ketika mama membutuhkan Elmar untuk kepentingan apapun, tidak butuh waktu lama, Elmar pasti akan datang. Demikian juga untuk kali ini ma..., meskipun Elmar dan Arine berada di Sapporo, ataupun nanti di Tokyo, kami juga masih akan memiliki kebiasaan yang sama. Mama butuh, kami akan datang..." Elmar memberikan tanggapan. Dengan tatapan meyakinkan, laki-laki muda itu berusaha untuk tidak membuat mamanya khawatir,


"Demikian juga dengan Bram dan Keiko ma... Lagian, sebagai wanita yang bebas, bukankah mama lebih bisa untuk menikmati hobbi perjalanan mama... Selain itu, mama juga bisa berkunjung dengan bebas ke negara Jepang, toh.. kedua putra mama berada di negara itu," Bramantya ikut menyahut,


Sesaat semua yang berada dalam ruangan itu terdiam... Ada perasaan bersalah dalam hati Arine, karena dirinya, suaminya Elmar menjadi seperti ini. Tetapi... kenyamanan akan berada dimana mereka, hanya dirinya yang memahami, dan merasakannya sendiri.


"Sudahlah ma... mama sudah mendengar apa yang dikatakan Elmar dan Bramantya bukan. Apalagi banyak properti perusahaan kita di Tokyo, kita bisa sesekali merubah cara kerja melalui negara itu. Tidak perlu dipermasalahkan, semuanya demi kebahagiaan kita masing-masing.." setelah mengambil nafas panjang, tuan William akhirnya mengakhiri diskusi tentang rencana keberangkatan kedua putranya ke negara Jepang.


"Tapi kenapa papa tidak mendukung mama sih... malah mengabulkan permintaan anak-anak.." nyonya Clara memprotes tindakan suaminya. Perempuan paruh baya itu melihat ke mata suaminya, dan mereka beradu pandang,


"Bukannya seperti itu ma... tapi semua hidup ada proses yang tidak semuanya ditentukan oleh orang tua.. Anak-anak juga butuh, bagaimana mereka menjalani waktu mereka sendiri, kitapun juga demikian. Atau jika memang mama ingin papa temani, nanti papa bisa mengambil untuk pensiun dari mengelola perusahaan. Semua bisa diatur oleh asisten pribadi.., jadi papa juga lebih banyak waktu untuk bersama mama..." dengan nada pelan, tuan William berusaha menetralisir keadaan,


"Benarkah pa..." mendengar pernyataan terakhir dari suaminya, nyonya Clara berusaha meyakinkan dirinya,

__ADS_1


Perempuan itu masih beradu pandang dengan suaminya, dan tuan William tersenyum kemudian merengkuh bahu suaminya. Pasangan suami istri itu paruh baya, tanpa merasa malu berpelukan di depan putra dan menantu mereka. Arine dan Keiko terharu melihat pemandangan itu, mereka dibutakan dengan pemandangan jika keluarga itu memiliki cinta kasih, penuh kelembutan dengan perempuan pilihan mereka,


"Honey... kita kembali ke mansion saja, atau menginap di mansion sini... Lihatlah Brian sudah mengantuk sejak tadi, kasihan..." menggunakan alasan Brian, Elmar mengajak Arine untuk meninggalkan tempat itu,


"Menginap disini saja kak... sekalian menemani mama... Bukankah tidak lama lagi, kita sudah akan kembali ke Hokkaido.." Arine dengan sinar mata lembut, menatap ke mata suaminya,


"Mmmpphh.... sesuai perintahmu honey.." Elmar kemudian mendekat Brian yang sudah sangat mengantuk,


Dengan menggunakan kedua tangannya yang kuat, laki-laki itu mengangkat putranya. Sambil menggandeng tangan Arine, pasangan suami istri itu meninggalkan ruangan tersebut. Tidak lama kemudian, Bramantya dan Keiko juga mengikuti keduanya...


***************


Setelah berhasil meyakinkan kedua orang tua Elmar, akhirnya laki-laki itu membawa istri dan putra mereka Brian untuk kembali ke Sapporo, Jepang. Arine berusaha meminta pada suaminya , untuk berpamitan dulu dengan kedua mertuanya, namun Elmar yang terbiasa melakukan apapun dengan sendiri, tidak mengabulkan permintaan Arine..


"Kak... please, mengalahlah sedikit saja pada papa dan mama... Kasihan mama, jika kita tinggalkan begitu saja.." ketika keluarga kecil itu, sudah akan masuk ke bandara, Arine masih berusaha mengajak Elmar bicara,


"Tenanglah honey..., jika kita menemui mama sebelum berangkat, jadinya kita akan membuat mama malah menjadi sedih, dan pasti akan melarang keberangkatan kita. Apalagi terhadap dirimu dan Brian, pasti mama akan sangat tidak mau kalian berdua tinggalkan,." Elmar meraih tangan istrinya, kemudian segera mengajak istrinya untuk turun menuju ke arah pesawat pribadi yang sudah menunggu mereka.,


"Hemppphh... ya sudahlah kak, yang penting Arine sudah mengingatkan. Semoga hal ini menjadi yang terbaik untuk kita semua kak.." akhirnya tidak ada pilihan bagi Arine, selain hanya mengikuti permintaan suaminya.


"Daddy.... kita langsung masuk ke pesawat ya daddy... Tetapi kenapa tidak ada penumpang lainnya.., hanya mommy, daddy dan Brian saja.." melihat jika hanya mereka yang akan masuk ke pesawat. Brian bertanya pada daddy nya.

__ADS_1


Elmar tersenyum, kemudian menggandeng tangan Brian di tangan kirinya. Laki-laki muda itu menggandeng istrinya di tangan kanan dan putra mereka pada tangan kirinya,


"Ini namanya pesawat pribadi Brian..., jadi tidak ada penumpang lain, hanya kita bertiga saja, Nanti jika Brian sudah besar, pasti Brian akan memahami semuanya.. Ayolah kita semua masuk ke dalam.." sambil mengajak putra dan istrinya naik ke tangga pesawat. pelan-pelan Elmar memberikan jawaban.


Pramugari dan pilot serta co pilot yang akan mengantarkan mereka ke Jepang, memberikan hormat pada keluarga kecil itu. Mereka bersikap hormat pada keluarga itu..., dan sambil tersenyum menganggukkan kepala, Arine menaiki tangga terlebih dahulu. Brian, dan juga suaminya mengikuti perempuan itu dari belakangnya.


"Woww daddy.... interior dalam pesawat ini mewah sekali daddy... Seperti kamar kita di mansion..." Brian berteriak, tidak bisa menutupi kekaguman melihat interior dalam pesawat.


"Tuan kecil bisa menikmati semua fasilitas yang sudah disiapkan, dan jika membutuhkan sesuatu yang lain, yang tidak ada di dalam, tuan kecil bisa memanggil saya..." dengan ramah, pramugari yang mengikuti mereka, memberikan tanggapan,.


"Baik auntie..." Brian berkeliling ke dalam pesawat dengan didampingi pramugari,


Elmar mengajak Arine duduk di sandaran kursi, yang sduah disetting untuk dua orang. Rupanya laki-laki itu tidak mau kehilangan kesempatan untuk selalu berada di dekat istrinya..


"Kak... jika kita duduk disini, terus Brian duduk dimana kak..?" seorang ibu, siapapun mereka, pasti akan selalu memikirkan keberadaan putranya.


"Brian sudah besar honey..., banyak pramugari yang akan menemani, dan mengajaknya bermain.." langsung membantu Arine duduk, Elmar memberikan tanggapan.


Sudah hafal dengan karakter suaminya, akhirnya Arine hanya tersenyum, menuruti apa yang menjadi keinginan dari laki-laki itu.


**************

__ADS_1


__ADS_2