
Begitu Elmar meninggalkan hotel, Arine berpikir tentang dirinya. Mengingat kembali apa yang terjadi tadi pagi dengan laki laki itu, Arine tiba tiba merasa malu, dan akan sungkan jika bertemu lagi dengan Elmar. Gadis itu berpikir, untuk meninggalkan kembali kota Tokyo, dan memutuskan untuk kembali ke Sapporo.
"Brian... sepertinya hari ini kita tidak jadi ke Disney Land sayang... Kebetulan mommy ada pekerjaan mendadak, dan kita harus segera kembali ke Sapporo secepatnya.." Arine dengan hati hati menyampaikan keinginan pada putranya.
Brian menatap wajah mommy nya, dan ketika melihat ada kekhawatiran di wajah mommy yang sudah melahirkannya, senyuman terbit di bibir anak kecil itu.
"Baik mommy... jangan pernah berpikir jika Brian akan risau. Kebahagiaan mommy, segalanya untuk Brian.. Kita kembali ke Sapporo sekarang momm..." di luar dugaan, ternyata Brian menyetujui usulan mommy nya.
Bocah kecil itu segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian menarik trolly bag untuk bersiap. Arine tersenyum penuh rasa haru, karena merasa jika Brian sudah dituntut lebih dewasa dari anak anak seusianya. Mommy dan putranya itu segera berbenah, dan membereskan semua perlengkapan. Sambil menunggu Brian memberesi perlengkapan sendiri, Arine kemudian mencari penerbangan. Untungnya tiga jam dari sekarang, masih tersisa ada penerbangan untuk mereka.
"Finished mommy... kapan kita akan berangkat ke bandara.." ternyata Brian juga sudah merapikan semua barang dan perlengkapannya,
"Kita berangkat sayang, dan setelah mommy check out, kita bisa gunakan fasilitas pengantaran dari hotel menuju bandara.. Ayuk kita keluar kamar sekarang.." dua orang itu akhirnya beriringan keluar dari dalam kamar. Brian membawa trolly bag kabin sendiri, dan Arine juga membawa trolly bag yang lebih besar.
Setelah beberapa saat melalui lift, akhirnya mereka sudah sampai di depan receptionis. brian diminta menunggu di kursi tunggu, dan Arine mengurus check out. serta meminta fasilitas pengantaran menuju bandara. Tidak sampai tiga puluh menit, akhirnya...
"Brian... ikuti mommy sayang. Mobil yang akan mengantarkan kita ke bandara, sudah bersiap di depan pintu lobby.. Kita harus bergegas, karena kita masih membutuhkan waktu untuk check ini, dan melakukan boarding.." Brian segera berjalan menghampiri mommy nya. Keduanya segera keluar dari pintu lobby, kemudian masuk ke mobil yang sudah menunggu mereka.
************
__ADS_1
Pant House...
Setibanya di Pant House, Elmar langsung masuk ke ruang tengah. Suara pertengkaran papa dan mamanya sampai terdengar di luar ruangan, dan Asisten Abidzar hanya duduk terdiam. Tetapi begitu melihat kedatangan laki laki itu, Abidzar langsung berdiri dan mencegat Elmar.
"Apa yang terjadi dengan keluargaku Bidzar...?" Elmar langsung bertanya pada asistennya
"Untuk lebih jelasnya, mohon maaf saya kurang begitu tahu Tuan.. Hanya saja, sepertinya mereka mempermasalahkan tentang hasil test DNA. Saya lihat, tuan Bram sepertinya juga tidak bisa menengahi pertengkaran antara Nyonya besar dan tuan besar.." dengan penuh rasa khawatir, Abidzar menyampaikan informasi yang diketahuinya.
"Hempphh seperti itukah. Sepertinya mereka telah salah persepsi, biar aku yang akan menghentikan mereka Abhidzar. Kamu tetap berjaga di tempat ini, dan jangan biarkan seorangpun masuk ke dalam ruangan ini. Kami membutuhkan privacy.." Elmar menyampaikan beberapa pesan pada Abidzar.
"Siap tuan Elmar.." Abidzar tidak berani membantah perintah yang disampaikan oleh atasanya. Laki laki itu kembali duduk di posisinya sebelum Elmar datang,
"Papa..., mama.., Bram.., sepertinya kalian semua sudah salah persepsi. Mengambil asumsi tanpa mencari kejelasan terlebih dahulu..." suara Elmar mengejutkan tiga orang yang diselimuti ketegangan itu.
Bram, mama, dan papa laki laki itu melihar ke arah Elmar, dan laki laki itu kemudian duduk di sofa. beberapa saat mereka terdiam, kemudian...
"Brian adalah putraku mam, pap,. Bram.. Ini adalah buktinya, jika kalian bertiga tidak mempercayainya." Elmar mengambil lipatan hasil pengujian DNA atas namanya dan Brian, kemudian melemparkan ke atas meja.
Tuan William bergegas mengambil kertas itu, dan keterkejutan memenuhi wajahnya. Nyonya Clara tidak mau kalah, perempuan paruh baya itu mengikuti apa yang dilihat oleh suaminya. Begitu ketiga orang itu membaca hasilnya, giliran ketiga orang itu menatap tidak percaya pada Elmar.
__ADS_1
"Itulah alasan Elmar ma..., kenapa sejak empat tahun yang lalu, ELmar tidak pernah merasa tertarik dengan seorang gadis. Karena Elmar mengerahkan banyak sumber daya untuk menemukan seorang gadis, yang karena kecelakaan akhirnya berakhir dengan Elmar di atas ranjang. Itulah dari mana Brian berasal, dan anak itu sudah mengetahui dari mana asal usulnya.." ucapan dan penjelasan Elmar membuat tiga orang itu hampir tidak percaya.
Ketiganya terdiam dans aling berpandangan.
"Lalu... jika memang Brian putramu, kenapa kamu tidak membawa Arine ke tempat ini sekarang juga Elmar. Meskipun itu sebuah kesalahan, papa dan mama akan menerima gadis itu untuk menjadi menantu keluarga kita. Dan Brian akan menjadi tuan kecil pertama dari William." Tuan William menunjukkan respon yang sangat positif.
Bram terdiam, dan terduduk di atas sofa yang sejak tadi didudukinya. Laki laki itu tahu sendiri, bagaimana perngorbanan dan perjuangan Arine dalam melahirkan serta membesarkan Brian, dan dia sendiri ikut andil dalam bagian itu. Tetapi pengakuan adik kandungnya, betul betul mengejutkannya. Terlihat ada raut kecewa di wajah laki laki itu...
"Papa..., mama..., Bram.., aku mohon dengan sangat. Kalian bertiga tidak akan ikut campur dalam masalah ini, Elmar akan berjuang dengan usaha sendiri, dan Elmar berjanji akan membuat mommy nya Brian, jatuh cinta kepadaku. Kami akan menikah, jika kami sudah saling menyadari jika kami memang saling membutuhkan, dan juga saling menyayangi.." kata kata yang diucap laki laki itu kembali mengejutkan mereka.
"Brian... apakah kamu sedemikian percaya dirinya, jika Arine akan jatuh cinta kepadamu...? Aku sudah pernah meminta gadis itu untuk aku nikahi beberapa waktu lalu. Tapi dengan tegas, Arine menolak dan malah mengatakan aku gila... tidak mudah untuk mengobati trauma masa lalunya, karena Arine berpikir jika dirinya kotor. Dan ternyata, adik kandungku sendiri yang telah menyebabkan trauma itu.." ada kemarahan dalam nada bicara Bram. Tapi semua yang ada di dalam ruangan itu menyetujuinya.
"Maaf Bram..., aku terlalu percaya diri, karena Brian akan membantuku. Aku dan Brian sudah saling mengetahui, jika antara kita ada hubungan daddy dan anak.. Brian akan membantuku, dan akan membuat mommy nya jatuh cinta pada daddy nya.." dengan penuh percaya diri, Elmar memberi tanggapan atas perkataan kakak kandungnya.
"Sudahlah..., biarkan adikmu berusaha Bram... Dan untuk papa, maafkan mama ya pa... Karena sudah menuduh papa yang telah melakukan perbuatan kotor pada Arine. Mama sudah terlanjur jatuh cinta pada Brian, dan sangat bersyukur ternyata ada garis keturunan dari keluarga kita pada anak itu.." nyonya Clara berucap lirih.
Tuan William menarik istrinya, kemudian memeluk erat perempuan paruh baya itu.
**********
__ADS_1