One Night Incident

One Night Incident
Bab 67 Tidak akan Ada Kata Maaf


__ADS_3

Nyonya Edward segera membawa putrinya ke rumah sakit, dengan diantarkan oleh sopir keluarga tersebut. Wajah Stevia sangat pucat, karena banyaknya darah yang terus keluar dari pergelangan tangannya. Sangat terlihat kepanikan dari wajah perempuan sosialita melihat putrinya yang sedang tidak berdaya.


"Tambah kecepatan mobilmu Darmo... apakah kamu tidak kasihan melihat keadaan Stevia.." merasa jika driver sangat lambat membawa mobilnya, Nyonya Edward memberi teguran pada laki-laki itu.


"Ini sudah melampaui batas kecepatan ketika mengemudi di tengah kota Nyonya.. Lagian jalanan sangat ramai, inipun kita sudah dibantu polisi di depan untuk membuka jalan.." dengan sabar, Darmo sopir keluarga Edwar memberikan tanggapan pada majikannya,


"Mam... apakah kak Elmar akan datang untuk menjenguk Stevia mam... " dengan suara pelan, terdengar suara Stevia bertanya pada mamanya,


"Mmpphh... sabarlah Stevia.. Untuk saat ini, yang utama adalah keselamatanmu sayang.., nanti mama akan mengusahakan agar Elmar bisa datang untuk melihatmu di rumah sakit. Mama juga sudah mengirimkan chat pada Clara, mamanya Elmar, Semoga saja Tante Clara segera membaca pesan yang mama kirim..." sambil mengusap kening putrinya, nyonya Edward menjawab,


Stevia mengalihkan pandangan dari mamanya, dan terlihat ada air mata yang tidak berhenti terus keluar dari sudut mata gadis itu. Dengan penuh kasih sayang, perempuan paruh baya itu mengusap air mata itu dengan menggunakan tissue. Siapapun tidak akan tega, jika melihat darah dagingnya tergolek tidak berdaya seperti itu. Kelopak mata nyonya Edward juga tampak tergenang air mata, meskipun perempuan itu berusaha untuk menahannya.


"Di depan kita tinggal belok ke kiri Nyonya, saya akan menghentikan mobil di depan intalasi gawat darurat.." merasa prihatin dengan keadaan majikannya, dari depan Darmo memberikan informasi.


"Ya.." tidak lama kemudian, mobil sudah masuk ke dalam komplek rumah sakit, dan seperti apa yang pernah dikatakannya, Darmo menghentikan mobil langsung depan IGD.


Terlihat satpam rumah sakit langsung datang ke mobil, dan Darmo memberikan informasi singkat tentang keadaan majikannya. Tidak lama kemudian, satpam memberi tahu teman kerjanya yang lain, dan tidak menunggu lama sebuah emergency stretcher sudah menuju ke depan mobil. Begitu pintu mobil dibuka, nyonya Edward keluar duluan. Darmo dengan dibantu tenaga kesehatan rumah sakit, segera mengangkat Stevia yang terlihat lemas dan memindahkannya ke dalam emergency stretcher.

__ADS_1


"Hati-hati nyonya, jalanan agak naik..." Darmo berpesan pada nyonya Edward, agar majikannya itu berhati-hati.


Tidak lama kemudian, Stevia dengan ditunggui mamanya, sudah masuk ke dalam rumah sakit.


************


Sementara itu, di dalam kamar sebuah hotel termegah di Jakarta, Elmar berusaha mengambil hati dan melunakkan Arine. Merasa trauma dengan masa lalunya, Arine belum  bisa menerima ajakan Elmar untuk mengakhiri trauma itu dengan sebuah pernikahan. Namun... Arine memiliki prasangka jika laki-laki muda itu, hanya ingin menebus kesalahannya di masa lalu, dan hal itu yang menjadikannya ragu.


"Kak... banyak gadis yang masih virgin, dengan status sosial yang tinggi di luaran sana. Tanpa kak Elmar memintapun, mereka akan dengan sangat bersedia untuk menjadi pendamping hidup kakak. Namun.,. kenapa kak Elmar memaksa Arine kak..." ucapan pelan Arine dengan mata berkaca-kaca berusaha meyakinkan Elmar.


"Aku tidak menginginkan siapapun dari kalangan jet set, selebrity atau siapapun. Aku hanya menginginkanmu Arine... tidak ada perempuan manapun dalam hidupku sampai dengan sekarang. Trust me baby..." dengan mengulum senyum, dan sorot mata permohonan, Elmar terus menatap gadis di depannya itu.


"Tapi kak... apakah kak Elmar tidak memikirkan bagaimana keluarga kakak.. Mendapatkanku dengan Brian.., bagaimana dengan pandangan masyarakat nantinya. Hal itu perlu juga untuk kak Elmar pertimbangkan.. Beda denganku dan Brian kak..., karena kami sudah terbiasa dengan keadaan ini. Kota Sapporo, Hokaido sudah menjadi tempat yang nyaman untuk kami berdua, tanpa ada yang kepo atau ingin tahu dengan kehidupan kita. Lepaskan Arine kak... please.." kembali Arine membuat permohonan.


Tidak diduga, mendengar perkataan gadis di depannya itu sekali lagi, yang mengandung unsur penolakan, tatapan mata Elmar tiba-tiba menjadi sadis. Tanpa meminta persetujuan, laki-laki muda itu lebih menundukkan wajahnya ke depan, dan Arine terlambat untuk menyadari apa yang dilakukan oleh laki-laki itu. Dengan beringas, bibir Elmar menyergap bibir Arine.., dan dengan satu tangannya Elmar mengangkat tubuh Arine. Perlahan Elmar membawa tubuh Arine ke atas bed dalam kamar tersebut, kemudian membaringkan tubuh gadis itu di atas ranjang.


"Mmmppphh... ka... k..." suara gemetar keluar terbata dari bibir Arine. Seketika gadis itu merasa ngeri dengan tindakan Elmar.

__ADS_1


"Slurrpp...." bukannya berhenti, Elmar malah menjadi semakin tidak terkendali.


Bukan hanya bibir laki-laki itu yang menguasai bibir Arine, sampai gadis itu merasa kebas di atas bibirnya. Tangan Elmar juga tidak tinggal diam, tangan itu merangsek kemana-mana, bahkan atasan yang dikenakan oleh Arine sudah terlepas kancing bajunya... Tubuh Arine merasa bergetar, di satu sisi gadis itu ingin menolak perlakuan yang dilakukan oleh laki-laki yang saat ini mengungkung tubuhnya. Namun... sikap berkuasa yang ditunjukkan Elmar, membuat dirinya merasa lemas, dan dengan leluasa Elmar memperlakukan tubuhnya..


"Kak... mmmpph.... ugh..." ketika bibir Elmar turun dari atas bibir menuju ke belakang telinganya, tanpa sadar mulut Arine mengeluarkan lenguhan.


"Kenapa aku melakukannya, bukannya aku menolak... Aakh...." dalam hati, Arine mengutuk dirinya sendiri. Berkali kali dirinya memberikan penolakan, namun tubuhnya berbicara lain.


Senyum smirk terlihat di bibir Elmar, dan laki-laki itu sudah tidak bisa dihentikan lagi. Merasakan tubuh dan kulit kenyal gadis yang pernah membuatnya gila,  bertahun-tahun lamanya, membuat laki-laki itu tidak bisa mengendalikan ha**srat dan gejolak manusia purbanya. Sementara itu, gerakan penolakan yang dilakukan Arine semakin melemah, karena sekujur tubuh Arine seperti memberikan ucapan selamat datang atas semua perlakuan yang dilakukan oleh laki-laki itu.,


"Arine... kamu setuju ataupun tidak, kamu harus memenuhi rasa rinduku honey... bertahun-tahun aku menahan gejolak rasa ini, kamu harus membalasnya kali ini..." bisikan lembut suara Elmar memenuhi telinga gadis itu.


Namun Arine tidak mampu memberikan jawaban, mata gadis itu terpejam dan tanpa sadar kedua tangannya malah melingkar di tubuh laki-laki yang ada di atasnya. Laki-laki itu tersenyum melihat reaksi yang ditunjukkan Arine, dan tangan kanannya sudah menarik turun pelindung utama gadis itu,.


"Mmmmpphh.... kak... stop it..." ketika laki-laki itu membuka kedua kakinya, perlahan Arine kembali tersadarkan. Dan seperti memiliki kekuatan, Arine mendorong tubuh laki-laki itu ke atas. Arine segera menarik selimut, dan menutupi tubuh polosnya...


"Kak Elmar merendahkanku kali ini, dan jika kakak memaksaku untuk melakukannya, tidak akan pernah ada kata maaf dariku..." kata-kata yang terucap dari bibir gadis itu mengejutkan Elmar.

__ADS_1


**********


__ADS_2