
PIK Cluster....
Elmar tersenyum melihat istrinya yang duduk di gazebo, dengan tatapan ke depan menatap keindahan pantai pasir putih reklamasi, yang ada di depannya. Brian sedang istirahat di dalam kamarnya, sehingga Elmar dan Arine bisa lebih santai. Hari ini, Elmar sengaja meliburkan diri dari aktivitas perusahaan, dan mendisposisikan semua pekerjaan pada Abidzar. Setelah sampai di belakang istrinya, tanpa Arine mengetahui keberadaannya, Elmar menutup wajah perempuan itu...
"Mmppphh... siapa ini.. Pasti kak Elmar, tidak ada yang lainnya.." karena hanya tinggal bersama suami dan putranya, dengan mudah Arine menebak siapa pelakunya.
"He.. he.. he.., iya honey.. Aku akan memberikan sesuatu untukmu..., pejamkanlah matamu sesaat saja.." Emar langsung mengaku, dan meminta istrinya untuk tetap tersenyum.
Tanpa ada pengulangan perintah, ketika Elmar melepaskan tangannya, gadis itu terlihat patuh, karena masih memejamkan matanya. Elmar tersenyum, kemudian merogoh sebuah box kecil dari dalam saku bajunya, dan tidak lama mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Sebuah kalung bertahtakan berlian, dengan liontin indah batu safir tampak berkilau terkena cahaya. Perlahan dengan hati-hati, Elmar menyibakkan rambut di leher istrinya, kemudian memberikan kecupan di leher belakangnya. Tidak lama kemudian, kaluang bertahta berlian itu sudah mengalung indah di leher jenjang Arine.
"Apa ini kak... apakah sudah selesai, Arine penasaran ingin segera melihatnya..." dengan menebak nebak dalam hati, Arine bertanya pada suaminya.
"Tunggulah sebentar honey... semua belum selesai.." ternyata Elmar belum selesai memberikan kejutan pada istrinya.
Laki-laki muda itu kembali membuka box, dan mengeluarkan sebuah gelang dengan corak, motif yang sama dengan kalung, kemudian memakaikan pada pergelangan tangan Arine. Demikian juga dengan cincin yang melingkar cantik di jari manis istrinya. Melihat hasil karyanya itu, Elmar tersenyum sendiri memandangnya, kemudian...
"Sudah selesai honey... bukalah matamu. Aku harap, istriku yang cantik ini menyukainya.." setelah mendengar kata-kata dari suaminya, perlahan Arine membuka matanya.
Tatapan mata gadis itu langsung terpaku, ketika melihat pergelangan tangan, jari manis dan lehernya sudah mendapatkan perhiasan mahal. Tangan Arine memegang dan mengusap kalung yang ada di lehernya...
"Kak Elmar... kenapa kak Elmar memberikan barang mewah ini untuk Arine kak... Arine tidak biasa memakainya selama ini.." bukannya terlihat senang dengan perhiasan yang menempel di tubuhnya, Arine malah tampak menyayangkannya.
__ADS_1
"Honey... kamu harus mulai membiasakan diri sayang... Ini baru yang pertama, setiap keinginan apapun yang muncul dari bibirmu, katakan padaku, atau pad Abidzar, maka semua akan datang sekejap di depanmu. Hargai pemberianku kali ini honey... semua ini aku dapatkan pada pelelangan terbatas di Paris.. Aku berhasil mendapatkannya untukmu.." Elmar tersenyum, dan memberikan tanggapan pada istrinya.
Kedua telapak tangan Elmar, berada di pipi kiri dan kanan Arine. Keduanya saling bertatapan, dan ketika Arine merasa tidak nyaman beradu pandang, dan akan mengalihkan pandangan, dengan cepat Elmar menahannya. Tangan laki-laki itu memegang dagu Arine, untuk menahannya.
"Jangan alihkan pandanganmu dariku honey... aku suka melihat jernih bola matamu.." Elmar berbisik, dan Arine tersenyum malu beradu pandang dengan suaminya.
Meskipun mereka sudah menikah, tetapi karena belum lama mereka dipertemukan, Arine masih sering merasa ada batas di antara mereka. Tetapi dengan sikap mesranya, Elmar selalu mengurangi dan menyingkirkan batasan itu. Perlahan Elmar mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, dan tidak lama kemudian laki-laki itu sudah memagut bibir Arine. Gadis itu menerimanya, dan membalas perlakuan suaminya, sampai mereka tidak sadar dengan posisi mereka saat ini.
"Mmmpphh... slruppp..." kedua bibir itu tampak merangkai indah, saling memagut di bawah cahaya matahari yang mulai beranjak tenggelam.
"Kita masuk ke dalam honey..., aku jadi menginginkannya.." setelah berbisik, tanpa minta persetujuan dari istrinya, Elmar mengangkat tubuh Arine dengan satu tangannya. Laki-laki itu dengan bridal style membawa Arine masuk ke dalam rumah.
Di dalam kamar...
Sambil terus berpelukan, perlahan Elmar menjatuhkan tubuh istrinya di atas ranjang. Tatapan malu Arine sudah berganti dengan tatapan keinginan, keinginan untuk mendapatkan perlakuan lebih. Gadis itu gampang terlena, setiap ada sentuhan dari suaminya, dan sesaat pikiran jernihnya akan menghilang.
"Apakah kamu bahagia bersamaku honey, dengan menjadi istriku..." Elmar tampak menggoda.
Laki-laki itu sengaja mempermainkan istrinya\, karena tampak istrinya sudah tidak bisa menahan ha***sratnya. Tatapan mata Arine sudah mulai redup\, dengan hidung kembang kempis tampak menahan sesuatu. Terlihat gadis itu menganggukkan kepalanya\,
"Katakan honey... aku ingin mendengarnya langsung dari bibirmu.." Elmar tetap menunggu, dan tangan laki-laki itu sudah masuk ke dalam pakaian istrinya, dengan gemas mempermainkan kulit lembut dan kenyal di dalamnya.
__ADS_1
"Mmmmpphh... Arine ba... ba.. ugh... kak...:" Arine tampak menggelinjang, tidak mampu meneruskan kata-katanya. Serangan Elmar terus mengarah pada titik titik sensitif istrinya, dan keluar lenguhan tanpa sadar dari bibir gadis itu. Elmar tersenyum smirk, dan terus memberikan remasan, serta sesekali memberikan kecupan pada bagian sensitif istrinya.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku honey... Apakah kamu bahagia..." laki-laki itu kembali berbisik lembut di telinga Arine, dan meniup pelan telinga perempuan muda itu.
"Aaaakh..., mmmmppp.... kak... Arine ba... ba.. hagia hidup dengan kakak..." akhirnya Arine mampu menyelesaikan kata-katanya.
Elmar kembali tersenyum\, dan laki-laki itu kembali mengangkat tubuh istrinya\, kemudian memberikan ciuman kembali di setiap inchi tubuh istrinya. Di setiap lekukan tubuh\, laki-laki itu berhenti\, dan intens memberikan ciuman\, sampai Arine tidak mampu untuk bernafas tenang.Ga**irah dan ha**srat pasangan suami istri itu sudah tidak bisa tertahankan lagi\, bahkan Arine tanpa sadar sudah melucuti pakaian yang dikenakan oleh suaminya..
"Hon... honey.., jangan siksa aku..." Elmar mengeluarkan erangan dari bibirnya, karena tidak terduga, dirinya yang sejak tadi menggoda dan memperlakukan istrinya, kali ini keadaan terbalik.
Dengan kekuatannya, ternyata Arine membalikkan tubuh suaminya, dan dengan berada di atas gadis itu menjadi lebih leluasa. Mata Elmar sudah tidak bisa melihat dengan jelas, dan sentuhan lembut tangan, serta bibir Arine semakin membuatnya mabuk.
"Krekkk... jangan goda aku honey..." tiba-tiba Elmar menjadi tidak sabar,
Dengan sekali hentak, pakaian yang dikenakan Arine bisa terlepas robek... Kini, kedua tubuh pasangan suami istri itu sudah tidak berbalut selembar benangpun.., dan semakin mengeratkan pelukan mereka,
"Honey... kamu nakal, dan semakin berani padaku..." merasa jika istrinya terus mempermainkannya, Elmar dengan nafas memburu tersenyum smirk.
Belum sampai Arine menyadarinya, tiba-tiba tubuhnya sudah terguling, dan saat ini dengan sikap dominannya, Elmar sudah berada di atas tubuhnya. Tidak ada kesempatan untuk berpikir.., karena dengan cepat, Elmar memeluk dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya.
************
__ADS_1