One Night Incident

One Night Incident
Bab 95 Akhir Cerita


__ADS_3

Keiko tersenyum melihat kedatangan adik kandung suaminya, yang menggandeng mesra tangan Arine istrinya. Pasangan suami istri itu tampak bergegas mendatangi Keiko, dan Keiko menyambut mereka dengan sangat senang. Asisten dokter itu dengan cekatan ingin membantu dokter Keiko, namun perempuan muda itu menolaknya dengan halus.


"Kamu urusi yang lain saja Akina... aku akan menemui sendiri, dan melakukan pemeriksaan adik iparku.." dokter Keiko meminta Akina meninggalkannya. Agar privacy keluarga mereka terjaga, dengan sopan Keiko meminta Akina untuk pergi meninggalkan mereka.


"Baik dokter... ijin untuk ke gudang, menyiapkan perlengkapan lainnya.." Akina membungkukkan badan, dan setelah melihat Keiko mengangguk, gadis muda itu berjalan meninggalkan mereka,


Keiko tersenyum kemudian melihat ke arah Arine dan Elmar. Tapi sebagai seorang dokter yang sudah lama menggeluti bidang spesialisnya, perempuan itu bisa menebak apa yang sedang dialami Arine. Namun meskipun demikian, dokter Keiko tetap bersikap profesional...


"Tumben tumbenan kalian berdua datang mencariku di klinik.. Apa yang bisa saya bantu kali ini, dan apakah aku bisa mengundang Bram untuk datang ke tempat ini.." dengan ramah, Keiko menyambut keduanya.


"Tidak perlu Keiko, ini bukan masalah keluarga, Aku hanya mengantarkan istriku, untuk melakukan pemeriksaan bukan untuk lainnya. Bisakah kamu mempercepat proses pemeriksaan pada istriku.." Elmar segera memberikan tanggapan.


Istri dari Bramantya itu tersenyum, kemudian mengajak pasangan suami istri itu masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Terlihat Keiko mengambil sesuatu dari locker nya..


"Hempph... baik Elmar.., Arine. Kamu tahu bukan Arine... barang apa yang aku bawa. Ini untuk pemeriksaan awal, dimana kadang bisa terdeteksi dan terkadang juga tidak terdeteksi ada atau tidak suatu kehamilan. meskipun kalian belum bercerita, aku bisa menebak apa keperluan kalian berdua datang kemari.." Keiko berbicara to the point.


Arine malah tersenyum malu, kemudian...


"Baik Keiko, terima kasih sudah memahamiku.. Aku akan melakukan pemeriksaan, tetapi agar suamiku merasa lebih mantap dengan hasilnya, mungkin urine harus diperiksa secara teliti di laboratorium. Bolehkan aku membawa test pack ini Keiko.." dengan cepat, Arine mengambil test pack dan menggenggamnya,


"Mau ke rest room honey... bisa aku temani.." Elmar menawarkan diri, melihat istrinya sudah berdiri.


"Tidak perlu kak, Arine bisa sendiri.." merasa khawatir dengan niat suaminya, Arine menolak penawaran dari suaminya,

__ADS_1


Sambil mengambil test pack dari tangan Keiko, Arine bergegas berjalan menuju ke arah rest room. Elmar tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat sikap istrinya. Tanpa bicara, Elmar mengikuti langkah kaki istrinya, dan meskipun pintu kamar mandi ditutup dari dalam, Elmar tetap berdiri di depan kamar mandi menunggu istrinya.


"Elmar..., Arine tidak akan pergi dari tempat ini.. Tunggulah di kursi saja, karena masih butuh waktu beberapa saat, untuk bisa mengetahui hasilnya.." dengan nada hati-hati, Keiko mengajak Elmar berbicara,


"Tidak apa Keiko... detik detik dengan Arine, yang selalu aku rindukan, tidak akan aku lewatkan. Gadis itu sudah sangat lama tersiksa, menahan hujatan, cibiran dari masyarakat, atau keluarga." Elmar tetap keukeuh dengan pendiriannya. Laki-laki itu masih berdiri di depan pintu masuk, menunggu istrinya keluar..


Keiko terdiam, dan perempuan itu sambil menunggu hasil test singkat Arine, tampak menulis sesuatu pada selembar kertas.


************


Tidak lama kemudian...


Arine membuka pintu rest room, tapi satu tangan gadis itu berada di belakang tubuhnya. Tapi di pipi gadis itu bersemburat merah, seperti menahan rasa malu, Kedua tangan Elmar terangkat dan diletakkan kedua dengan sisi bahu suaminya...


"Bagaimana honey... tapi tidak perlu panik. Apapun hasilnya, honey tetap istriku yang paling aku cintai sampai kapanpun.." Elmar langsung menanyai suaminya,


"Kak Elmar kok diam saja... tidak ada keterkejutan sama sekali. Malas ah.." melihat respon bingung suaminya, Arine melepaskan tangan laki-laki dan berjalan mendatangi Keiko.


Senyum lebar terlihat dari bibir Keiko, melihat Arine yang mengacuhkan suaminya. Padahal perempuan itu tahu, jika Elmar sangat mempedulikan istrinya. Namun karena tidak tahu, apa yang ditunjukkan oleh perempuan itu, sehingga Elmar malah terlihat bingung,


"Hey... bagaimana Arine hasilnya.. Bolehkan aku melihatnya, dan apa yang terjadi dengan Elmar. Kenapa kamu meninggalkannya sendiri, padahal Elmar sangat antusias lho, sejak tadi menunggui depan kamar mandi.." Keiko bertanya pada Arine,


Arine tidak menanggapi pertanyaan dari istri dari Bramantya itu, tetapi malah memberikan test pack berisi pemeriksaan urine. Melihat dua garis biru yang tertera pada test pack tersebut, mata Keiko terbelalak. Gadis itu juga menantikan kehamilan seperti adik iparnya, namun Tuhan masih belum berkehendak.

__ADS_1


"Congratulation Arine... Brian sudah akan memiliki adik lagi..." Keiko memberikan ucapan selamat, dan memeluk tubuh adik iparnya.


Mata Elmar terbelalak melihat hal itu, dan baru menyadari alasan kenapa Arine meninggalkannya sendiri. Gadis itu tampak seperti kecewa, karena respon terlambat darinya. Dari tempat berdirinya, Elmar berlari mendatangi Arine, dan langsung memeluk gadis itu..


"Honey... apakah benar, adik Brian sudah tumbuh dalam rahimmu honey... I.m so so.. sorry honey, cause I don.t know.." tidak memperhatikan jika istrinya tengah berbicara dengan kakak iparnya, Elmar memeluk dari belakang dan menghadapkan wajah istri ke arahnya.


"Love you honey... I,m really... really love you so much..." di depan Keiko, Elmar terus memberikan ciuman ke bibir istrinya.


Arine merasa malu, dan berusaha menolak. Namun bukan Elmar namanya, jika dengan mudah mengalah pada istrinya. Keiko hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat hal itu... Sangat indah melihat pemandangan, seorang papa sangat bahagia mendengar kehamilan istrinya..Melihat keintiman keluarga Elmar dan Arine, Keiko membayangkan jika dirinya dan Bram juga akan mengalami hal yang sama.


"Kita pulang ke rumah sekarang honey, kita harus merayakan kebahagiaan kali ini. Tentu saja bersama dengan Brian juga.." beberapa saat kemudian, Elmar mengajak istrinya kembali.


"Baik kak... kita pamitan dulu pada Keiko.." Arine mengiyakan.


Pasangan suami istri itu menoleh ke arah kakak iparnya, dan melihat Keiko tersenyum dengan menaikkan dua sisi bahu ke atas, mereka kemudian berpamitan. Senyuman tidak pernah lepas dari bibir Elmar, laki-laki itu berjanji untuk menjaga istri dan kedua putranya dengan baik. Sedikitpun mereka tidak akan pernah dari pengawasannya,


"Terima kasih honey... kehadiranmu membangkitkan semangat baru dalam kehidupanku. Sampai kapanpun, kita tidak akan pernah terpisahkan... Dimanapun kamu berada, disitu juga pasti akan ada aku suamiku..." Elmar membisikkan kata mesra pada istrinya.


Saat ini mereka sudah berada dalam mobil, dan tatapan laki-laki itu manis ketika menatap istrinya.


"Terima kasih juga kak... Tuhan sudah begitu baik mengatur skenario dan takdir untuk kita sekeluarga. Kita akan saling menjaga kak.." dengan haru, Arine juga memberikan tanggapan,


Elmar mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu, dan tidak lama ciuman bibir antara keduanya sudah meluapkan kebahagiaan mereka. Tidak akan yang bisa memisahkan mereka, kecuali takdir Tuhan di depan mereka.

__ADS_1


**************


TAMAT


__ADS_2