One Night Incident

One Night Incident
Bab 91 Jealous


__ADS_3

Melihat istrinya yang tampak kalap, dan mengajak untuk berpisah, Elmar menjadi terpancing kemarahannya. Laki-laki itu dengan keras kembali membaringkan tubuh gadis itu di atas bed, dan tanpa ampun memberikan ciuman secara paksa pada istrinya. Pada awal-awal, gadis itu menolak, namun Elmar tidak memberikan kesempatan sedikitpun. Mendapatkan perlakuan dari suaminya, yang terus menyiksanya dengan kemesraan, perlahan Arine menjadi tidak berkutik. Meskipun berusaha untuk menolak, tetapi bahasa tubuhnya tampak sekali menerima perlakuan suaminya..


"Mmmpphh... ugh..." kulit Arine menegang, dan muncul bintik kecil karena merinding di sekujur tubuh gadis itu. Lidah Elmar terus menjelajah tanpa permisi menuju ke area leher istrinya, dengan kedua tangan masih mengungkung istrinya tertidur di bawahnya. Tubuh Arine terus menggeliat, berbalik arah dari yang tadi dilakukannya.


Melihat hal itu, Elmar tidak membiarkan istrinya beristirahat dengan tenang, dengan hentakan kasar tangan laki-laki itu menarik baju yang dikenakan Arine. Bibir dengan rahang keras itu, terus menyusuri sekujur tubuh istrinya, dan tidak memberikan kesempatan bagi istrinya untuk mengambil nafas..


"Krekk...." saking kerasnya Elmar menarik pakaian istrinya, terdengar suara robekan. Kulit putih mulus Arine terbuka di depan suaminya.. Arine sudah tidak mempedulikan hal itu lagi...., kedua tangannya malah merangkul pada leher suaminya. Dengan mata terpejam, gadis itu seperti menikmati setiap sentuhan bibir suaminya...


"Jangan kak... ja... aaakhh..." de***sahan terlolos keluar dari bibir Arine\, ketika bibir laki-laki itu memberikan hisapan di daerah sensitifnya.


Sejenak pikiran Arine seperti di awang awang\, rasa jengkel\, dan ingin meninggalkan laki-laki itu lenyap sudah. Bibirnya yang semula terkatup rapat\, sudah mengeluarkan suara yang memancing ha***srat bagi siapapun yang mendengarnya. Di sisi lain\, Elmar seperti sudah tidak bisa dikenali lagi. Laki-laki itu terus menggempur istrinya\, seperti tidak mengenal lelah. Bahkan Elmar seperti mengabaikan lenguhan dan juga de**sahan dari Arine. Tubuh Arine merasa tidak bisa mengimbangi Elmar yang seperti kesetanan\, hanya pasrah dan bibirnya menceracau tidak jelas.


"Aku akan menghukummu atas kata-katamu hari ini honey... Bersyukurlah karena aku sangat mencintaimu..., dan aku tidak akan bisa berpisah denganmu.." melihat istrinya yang kewalahan meladeninya, Elmar tersenyum sinis.


Permintaan pisah yang keluar dari bibir Arine, seperti penghinaan untuknya. Banyak gadis di luaran sana, bukan hanya dari putri pengusaha, tetapi juga selebriti mengantri hanya untuk mendapatkan perhatiannya. Namun... Arine, seorang gadis asing, yang diperjuangkannya, semenjak kejadian malam menegangkan itu, malah meminta berpisah tanpa alasan yang jelas... Melihat gadis itu menggelepar, merasakan kenikmatan duniawi akibat perlakuannya, laki-laki itu tersenyum kecil.


"Mmppphhh... ka...kkk..," jeritan kecil terus keluar dari bibir Arine, ketika tanpa ampun Elmar memaksa melakukan penyatuan dengannya.


Wajah Elmar yang terlihat masih tegang\, terus menatap wajah istrinya yang terus menjerit kecil\, dan mengeluarkan de***sahan dari bibir mungilnya. Hal memabukkan itu berlangsung selama beberapa saat\, dan Arine sampai tidak bisa menghitung\, berapa kali gadis itu melakukan pelepasan. Tapi suaminya seperti tidak memiliki rasa lelah sedikitpun\, padahal gadis itu sudah tidak memiliki tenaga lagi.

__ADS_1


"Ugh.... aakhh..." sampai akhirnya, Elmar berteriak dan menjatuhkan tubuh di atas tubuh gadis itu.


Arine hanya diam, kembali mengingat apa yang telah dilakukan dengan suaminya. Tanpa gadis itu sadari, air mata menetes melewati sudut air matanya. Perlakuan dan kesan dari semua tindakan dari suaminya, tidak akan semudah itu untuk dilepaskannya..


**********


Beberapa saat kemudian...


Arine masih duduk di atas bed, sambil melipat kedua lututnya ke atas. Dengan berselimutkan bed cover, gadis itu meletakkan dagunya di atas kedua lututnya. Air mata masih terus mengalir keluar dari sudut matanya, dan dengan cover gadis itu mencoba untuk menghapusnya..


"Sampai kapan kamu masih mau berada di atas bed honey.. Mandilah, dengan menangis apakah semua masalahmu akan terselesaikan...!' tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan Elmar yang keluar dari dalam hanya mengenakan handuk yang menutup bagian bawah dari tubuhnya, berbicara padanya.


"Honey... jika kamu tidak segera beranjak untuk membersihkan tubuhmu, jangan salahkan jika aku kembali khilaf karena melihat kulit mulusmu.." tiba-tiba perkataan Elmar, membuat Arine menjadi ketakutan.


Gadis itu sontak menggeser tubuhnya menjauh dari laki-laki itu, namun Elmar hanya tersenyum melihatnya.. Menggunakan tangan kanannya, Elmar malah membantu menurunkan tubuh gadis itu dari atas bed tempatnya duduk. Tiba-tiba dengan tidak berdaya, Arine melihat pakaiannya yang sudah koyak teronggok di lantai. Padahal dirinya tidak membawa baju ganti, ketika datang ke perusahaan. Untungnya Elmar melihat ke arah tatapan gadis itu..,


"Apa yang kamu khawatirkan honey.. pakaian robekmu itu. Tenanglah... banyak gaun di wardrobe, honey tinggal memilih dan mengenakannya.." tidak paham jika pakaian perempuan di wardrobe itu, yang merupakan pangkal kemarahan istrinya, Elmar malah menawarkannya.


"Hempphh... apa yang suamiku katakan...?? Tidak sudi kak.., lebih baik Arine mengenakan pakaian robek itu keluar dari perusahaan, daripada harus mengenakan baju wanita lain.." dengan seringai kemarahan kembali, Arine memberikan tanggapan.

__ADS_1


Dahi Elmar berkerut, dan akhirnya laki-laki itu tersadar...


"Ha.. ha.. ha..., I see.., I see.. Gaun itukah yang menjadi pangkal kemarahanmu honey...? Apakah kamu berpikir jika gaun itu merupakan gaun perempuan lain...?" Elmar mendekat ke arah istrinya.


Arine memundurkan tubuhnya ke belakang, berusaha menjauh dari laki-laki itu. Tapi tubuhnya sudah menempel di dinding yang ada di belakangnya. Dengan senyum manis, Elmar malah meletakkan tangannya di kanan kiri wajah Arine, dan tatapan lembut laki-laki itu tampak membuai wajah istrinya...


"Jawab pertanyaanku honey.., apakah istriku ini jealous hanya dengan melihat beberapa gaun di wardrobe..?" karena tidak ada penjelasan dari istrinya, Elmar mengulang kembali pertanyaan,


"Kak Elmar bangga ya.., bisa memamerkan beberapa gaun milik perempuan lain padaku. Daripada Arine menjadi penghalang kebahagiaan kak Elmar, lebih baik Arine yang mengalah kak.. Lepaskan Arine..." pertanyaan kedua itu, membangkitkan kembali kemarahan Arine.


Tiba-tiba Elmar tidak menjawab, laki-laki itu mengangkat pinggang istrinya, sampai tidak menyadari handuk yang melilit pinggangnya terlepas. Tanpa bisa menghindar, Arine dengan tubuh polosnya berada dalam gendongan Elmar, yang juga saat ini dalam keadaan polos.


"Kamu memancingku honey.." Elmar berbisik pelan di telinga Arine,


Tubuh Arine kembali merasa gemetar, mendengar bisikan dengan suara serak itu. Laki-laki itu kemudian melangkahkan kaki, dan membawa tubuh Arine ke depan wardrobe.


"Honey.. gaun gaun ini sengaja aku siapkan untukmu. Abidzar yang memesannya di butik, dan kamu malah tanpa konfirmasi, malah mencemburuiku... Lihatlah ukuran gaun ini, dan semua gaun ini menggunakan ukuran tubuhmu honey, juga semua under wear di dalamnya..!" kata-kata lembut memenuhi rongga telinga Arine.


Wajah putih gadis itu tiba-tiba bersemburat merah menahan malu, dan Arine menengadahkan wajahnya ke atas. Elmar tidak membiarkan hal tersebut, laki-laki itu terus menangkap bibir istrinya dan berjalan mundur masuk ke bath room.

__ADS_1


*************


__ADS_2