One Night Incident

One Night Incident
Bab 92 Titah Bagiku


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Terlihat Arine sedang duduk di belakang meja rias\, dengan dibantu suaminya mengeringkan rambutnya. Tanpa ada perencanaan\, dua kali pasangan suami istri itu melampiaskan has***rat mereka. Elmar senyum senyum sendiri\, mengurai helai rambut istrinya\, dan mengarahkan hair dryer ke rambut Arine..


"Habis ini honey mau kemana, apakah ada rencana.." Elmar bertanya pada pstrinya..


"Langsung pulang ke mansion mama saja kak, Brian pasti juga sudah pulang dari main ke Dufan sama Bram dan Keiko.." sambil merapikan rambut, Arine memberikan tanggapan.


"Okay.. suamimu ini akan selalu memprioritaskan keinginanmu. Sepertinya Keiko akan kembali ke Sapporo, tadi malam Bram menyampaikannya kepadaku. Papa dan mama tidak bisa menahan Bram untuk tetap berada di kota ini. Alibinya, Bram sudah merasa nyaman dengan lingkungan di Hokaido, dan enggan berada di kota Jakarta.." tanpa ditanya, Elmar menceritakan tentang Keiko dan Bramantya.


Arine tertegun mendengar penjelasan itu, muncul rasa iri di dalam hatinya. Bukan hanya Bramantya yang terkenang, dan merasa kerasan tinggal di Hokaido, tetapi begitu juga dengan dirinya, Tetapi untuk mengatakan hal itu pada suaminya, ada rasa sungkan di hati perempuan muda itu, Tapi tanpa Arine ketahui, guratan keinginan terlihat oleh pandangan suaminya, karena Elmar melihat pancaran mata perempuan itu dari cermin yang ada di depannya,


"Apa yang kamu pikirkan honey.., sepertinya ada yang mengganjal pada hatimu.." tiba-tiba Elmar mempertanyakan.


Perempuan itu terlihat agak gugup, dan berusaha mengalihkan pandangannya..


"Arine... kita ini pasangan suami istri, tidak baik untuk saling menyimpan rahasia agar tidak terjadi multi tafsir. Apakah honey lupa, apa yang barusan terjadi dengan kita..? Honey menahannya, dan tanpa sebab berkata sesuatu yang kacau, hanya karena salah persepsi.." Elmar mengingatkan kejadian yang baru saja mereka alami,


Arine tersentak, kemudian mata jernihnya menatap suaminya, dan sejenak mereka beradu pandang. Setelah menghela nafas...


"Mmppphh... maaf ya kak, tetapi Arine tidak bisa membohongi pikiranku.. Sama dengan Bram dan Keiko kak.., Arine pun juga merindukan Sapporo, dan ingin kembali berada di kota kecil itu. Ada ketenangan dan ketentraman berada jauh di kota yang sepi itu, Arine merindukannya kak.." akhirnya Arine menyampaikan apa yang ada di hatinya, dengan ucapan lirih,

__ADS_1


Elmar merasa seperti kaget, tetapi segera mengendalikan sikapnya. Tiba-tiba laki-laki itu membalikkan tubuh istrinya, dan mereka akhirnya saling berhadapan. Ketika Arine akan mengalihkan fokus darinya, dengan sigap tangan Elmar menahan dagu gadis itu,


"Keinginan istriku merupakan titah untukku honey.. Aku akan mengabulkan keputusanmu, lagian ada Abidzar yang akan menghandle kerjaanku di lapangan, aku bisa bekerja secara remote dari Sapporo.." senyuman manis keluar dari bibir Elmar.


Arine merasa tidak percaya, gadis itu tanpa permisi memeluk erat tubuh suami yang ada di depannya. Tapi tiba-tiba Elmar melepaskan pelukan istrinya..


"Honey... jika tidak mau terjadi sesuatu sama dengan yang barusan dua kali kita lakukan, lepaskan pelukanmu dulu.." dengan senyum smirk, Elmar membuat peringatan.


Wajah perempuan itu sontak merah merona, dan dengan cepat melepaskan tubuhnya dari tubuh suaminya. Elmar kembali tersenyum, dan memberikan kecupan di kening perempuan muda itu.


"Bertahanlah dulu beberapa hari di Jakarta, aku akan mengurus semuanya.. Setelah semua urusanku selesai, kita akan langsung terbang ke Hokaido langsung.." Elmar menyampaikan rencananya.


"Baik kak.... terima kasih atas kesediaan kakak memenuhi keinginan Arine.." dengan pandangan bersinar, Arine menatap wajah suaminya dengan bahagia. Hanya ucapan terima kasih yang mewakili perasaannya saat ini.


Setelah memastikan semua pekerjaan selesai, dengan bangga Elmar menggandeng istrinya keluar dari ruang kerja. Senyuman keluar dari bibir laki-laki itu, ketika berpapasan dengan para karyawannya. Melihat hal itu, iklim kerja di Javanica Ltd. kembali gempar. Semua membicarakan keuwuan tuan muda mereka, ketika menggandeng seorang gadis yang sedikitpun tidak terlepas dari tangannya...


"Selamat siang tuan muda.. ada acara keluar.." di lantai satu, terlihat manajer divisi menyapa laki-laki itu sambil melirik ke arah Arine..


"Untuk apa tahu urusanku. Jaga pandangan matamu., kamu bertanya padaku, tetapi sejak tadi tatapan matamu memindai mata istriku.." dengan sikap protective, Elmar tanpa merasa malu sangat memperhatikan istrinya.


"Tidak tuan muda.., mana saya berani tuan muda.. Hanya ingin mengenal sedikit saja tuan muda..., jadi jika ketemu di jalan, bisa menyapa nona muda.." dengan gugup, manajer divisi membuat penjelasan.

__ADS_1


"Tidak akan aku biarkan istriku berkeliaran sendiri di luaran, tanpa pengawalan yang ketat. Kembali ke tempat kerjamu, jam kepulangan masih lama.." bukannya mengapresiasi perkataan anak buahnya, dengan tegas Elmar menutup komunikasi lanjutan dengan manajer divisi.,


Merasa jika angin kurang baik mulai menerpa suaminya, Arine menggandeng tangan suaminya dan segera mengajak berlalu dari tempat itu.


"Kak Elmar... Arine keburu kangen dengan Brian nih.. Kita percepat untuk pulang saja yukk.." sambil sedikit menarik lengan Elmar, gadis itu mengajak laki-laki itu berbicara,


"Baik honey.." mendengar ucapan dari istrinya, senyuman manis kembali muncul dan merekah dari bibir laki-laki itu.


Para karyawan yang berada di sekitar mereka, yang sebelumnya merasa tegang melihat sikap tuan mudanya, sedikit mengambil nafas lega. Mereka berpikir, ternyata istri dari tuan muda mereka memiliki kharisma untuk melunakkan hati tuan mudanya. Pasangan suami istri segera menuju ke arah lobby, dengan saling bergandengan.


"Tidak menyangka, ternyata tuan muda Elmar bisa berperilaku bucin seperti itu pada istrinya. Padahal jika berada di sekitar kita, hampir semua merasa dingin, seperti berada di dalam kulkas.." begitu pasangan suami istri itu pergi, kembali gunjingan tentang mereka berlanjut.


"Benar sekali... cantik dan sopan sih istrinya, pantas jika tuan muda tunduk padanya. Tapi aku senang melihatnya, nona muda tidak terlihat sombong. Tahu suaminya sedang dalam suasana hati yang kurang baik, gadis itu segera membawa suaminya pergi.." karyawan lain ikut menyahut,


"Jika nona muda tidak memiliki kualifikasi seperti itu, untuk apa tuan muda merelakan masa mudanya terbuang sia-sia. Gadis itu layak untuk tuan muda... mereka betul-betul pasangan yang serasi.." gunjingan itu semakin seru.


Bahkan sampai Arine dan Elmar sudah masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan lobby perusahaan, para karyawan itu masih membicarakan mereka. Rupanya kebiasaan baru, yang tidak pernah mereka saksikan sebelumnya, telah menarik perhatian mereka,


"Ada apa kalian bergerombol di depan pintu lobby, apakah sudah merasa tidak ada pekerjaan.." tiba-tiba dari belakang mereka terdengar suara tegas berwibawa.


Sontak beberapa karyawan itu menoleh ke belakang, dan terlihat dengan tatapan tidak bersahabat, asisten pribadi Elmar yang bernama Abidzar bertanya pada mereka. Seketika kerumunan itu gugup dan bubar, dan mereka segera meninggalkan tempat itu, sambil meminta maaf pada Abidzar.

__ADS_1


*************


__ADS_2