
Sapporo...
Seperti pemandu wisata, Brian dan Arine mengajak Elmar berkeliling kota kecil itu. Mereka berjalan kaki, melihat keindahan alam yang masih banyak bersifat tradisional di kota itu. Elmar yang terbiasa hidup serba hygienis, dan selalu menyaksikan sesuatu yang bersih, menyesuaikan diri dengan keadaan yang dilihatnya. Arine mengajak tuan muda itu berkeliling ke pasar tradisional, dan duduk menikmati kuliner tradisional di kota kecil tersebut.
"Sesuai pilihanmu honey... kota ini sangat tenang, dan terbingkai dengan pemandangan alam yang menakjubkan." Elmar tersenyum, dan menatap penampakan Gunung Moiwa dan Teine yang menjulang di depan mereka.
Terlihat pula, di depan mereka mangkuk berisi ramen yang masih mengeluarkan asap. Minuman sari kacang hijau, juga masih mengepul di depan mereka berdua. Kali ini, Arine sengaja tidak membawa Brian, karena anak itu masih asyik dengan game nya. Sehingga hanya berdua dengan Elmar, perempuan muda itu menikmati pemandangan pagi.
"Hal inilah kak.., yang membuatku enggan meninggalkan kota ini. Selain banyaknya kenangan dengan Brian disini, tetapi ketenangan kota kecil ini telah membuat Arine jatuh cinta... Apalagi Brian juga besar di kota ini, jadi keramah tamahan, budaya setempat sangat bagus untuk mendidik karakter anak itu.." sambil tersenyum, Arine memberikan tanggapan.
Tiba-tiba Elmar menghadap ke wajah istrinya, dan kedua tangan laki-laki muda itu menumpang di bahu istrinya. Melihat tatapan suaminya, Arine menjadi bertanya, namun gadis itu memutuskan untuk diam menunggu...
"Honey... terima kasih sudah hadir dan muncul dalam hidupku. Banyak pelajaran baru, pengalaman baru, dan kita akan terus menggalinya honey, dengan keluarga kita. Jika tidak bersamamu, aku sepertinya tidak akan bisa menikmati kesempatan-kesempatan kecil seperti ini. Ternyata hal kecil bahagia seperti ini, yang menjadi keinginanku..." tampak tidak ada kebohongan dari laki-laki itu.
"Kita akan melewatinya bersama kak,,," Arine tersenyum dan menganggukkan kepala.
Elmar mendekatkan dahi Arine, dan laki-laki itu memberikan kecupan di kening gadis itu. Pipi Arine seperti biasa bersemburat malu, karena kebetulan kedai tempat mereka duduk, banyak terdapat orang. Beberapa tersenyum melihat keuwuan pasangan suami istri itu. Tidak lama kemudian, Elmar menyandarkan kepala istrinya di sisi bahunya, mereka kembali menikmati pemandangan indah yang tersaji di depan mereka,
"Hey Miss Arine... is that you...?? Lama sekali. kami tidak bertemu denganmu dan Brian..." tiba-tiba terdengar nama Arine dipanggil oleh seseorang.
__ADS_1
Arine mengangkat kepalanya dari bahu Elmar, dan gadis itu mengalihkan pandangan ke orang yang memanggilnya. Terlihat seorang laki-laki Jepang tersenyum dan berjalan mendekat kepada mereka. Elmar terlihat tidak suka, melihat ada laki-laki yang berjalan ke arah mereka, laki-laki itu langsung melingkarkan tangan pada pinggang gadis itu. Tatapan Elmar tidak bisa dibohongi...
"Hello Jiro... kenalkan ini daddy nya Elmar.." memahami kecemburuan suaminya, Arine mengakui posisi Elmar pada Jiro.
"Woww... akhirnya pertanyaan banyak orang sudah terjawab Arine.. Ini suamimu ya, papa dari Brian.. Oke, oke.., aku akan kabarkan berita ini pada kawan-kawan yang lain.." laki-laki bernama itu Jiro itu ikut memandang Elmar.
Mendengar ucapan istrinya, wajah tegang Elmar mulai melunak. Tatapan cinta terlihat dalam tatapan mata laki-laki itu. Arine juga merasa, aura dingin yang tadi muncul pada suaminya sudah mulai mereda..
"Baik Jiro... lanjutkan aktivitasmu, aku masih ingin melihat pemandangan gunung Meiwa dan Teine. Maklum Jiro, aku sudah beberapa waktu kembali ke Indonesia, mengurus kepindahan suamiku ke negara ini..." beberapa kali Arine menyebut kata suami untuk Elmar, sehingga perlahan senyuman sudah mulai muncul kembali pada bibir suaminya.
"Baik Arine... bye.." akhirnya Jiro melambaikan tangan, dan melanjutkan aktivitasnya.
Tinggallah Arine dan Elmar, yang kembali menikmati waktu berdua untuk mereka.
Setelah tinggal beberapa hari di Sapporo, Elmar dan Arine kembali menyesuaikan aktivitas mereka. Bahkan Elmar membangun fasilitas tempat tinggal baru di kota kecil tersebut, padahal mereka sudah memiliki banyak asset dan properti di kota Tokyo. Tetapi karena Arine dan Brian, lebih menginginkan berada di kota kecil itu, akhirnya Elmar yang mengalah. Laki-laki itu juga sudah jatuh cinta dengan kota kecil ini...
"Kak Elmar jadi ke Tokyo siang ini..." sambil menghidangkan black coffee untuk suaminya, Arine bertanya tentang rencana suaminya hari ini.
"Jadi honey... karena kolega dari Singapura mengajak bertemu, dan membahas pembaruan kerjasama di kota itu. Bagaimana, apakah honey akan ikut ke Tokyo.." Elmar menghentikan aktivitasnya yang sedang melihat ke arah gadget berlogo Apple itu.
__ADS_1
Senyuman selalu terlihat di wajah laki-laki itu, ketika berhadapan dengan istrinya..
"Kak Elmar pergi sendiri saja ya..., Arine ada keperluan hari ini. Lagian, Arine belum pamit dengan Brian, jika akan menemani kak Elmar jika akan ke Tokyo. Kasihan putra kita.." menggunakan alasan Brian, dengan hati-hati Arine menolak ajakan suaminya,
"Honey ada keperluan apa, apakah perlu aku menemanimu hari ini..." bukannya fokus dengan dirinya sendiri, tetapi malah Elmar menawarkan diri untuk menemani gadis itu,
"Biasa kak... mau ke klinik kak Keiko saja.. Mau periksa, karena ternyata sudah satu bulan lebih, Arine tidak mengalami menstruasi.." sambil tersenyum malu, Arine menjelaskan pada suaminya,
Mendengar apa yang dikatakan gadis itu, Elmar terkejut. Laki-laki itu lebih fokus melihat ke arah istrinya, dan berhenti di bagian perut gadis itu. Arine kaget dengan reaksi suaminya, kemudian...
"Aku akan cancel pertemuanku dengan mitra. Jika memang dia ada perlu penting denganku, tuan Richard bisa menyeberang ke kota kecil ini... Saat ini, dirimu lebih penting dari segalanya honey, aku akan menemanimu menemui istri Bram.." di luar dugaan, melihat bagaimana respon suaminya, Arine malah menjadi kaget.
"Apakah kak Elmar serius...?" Arine berbisik mencoba meyakinkan dirinya.
"Kenapa honey, apakah honey meragukan suamimu ini. Aku tidak mau lagi, kehilangan sedikitpun moment denganmu honey, daripada aku menyesalinya di kemudian hari. Ayolah... kita segera bersiap, aku akan menemanimu pergi ke klinik Keiko.." Elmar tersenyum.
Tatapan penuh cinta kembali terlihat dalam pandangan mata laki-laki itu. Setelah sesi percintaan mereka yang pertama karena sebuah kesalahan, pasangan suami istri itu kembali dipertemukan, Elmar betul-betul menjaga agar mengetahui sedetail apapun apa yang terjadi pada istri dan putranya.
"Tidak kak Elmar... Arine malah merasa senang mendengarnya. Arine bisa membuktikan pada dunia, jika Arine memiliki suami, dan Brian memiliki seorang daddy.. Meskipun Arine tidak pernah mendengarnya secara langsung, tapi mungkin selama ini ada omongan buruk tentang kehidupan Arine dan Brian.. Kehadiran kak Elmar, akan memberikan dukungan untukku dan Brian..." dengan suara pelan, Arine menjelaskan,
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Elmar kemudian memeluk istrinya dengan penuh perasaan,
**************