One Night Incident

One Night Incident
Bab 68. Meyakinkanmu


__ADS_3

Elmar memandang wajah Arine yang saat ini menatapnya dengan berani. Laki-laki itu tersentak, dan tersadar dari perlakuan binatangnya, Perlahan Elmar menatap Arine dengan senyum malu...


"Maafkan sikapku barusan Arine.. aku harap kamu bisa memahamiku. Abidzar yang menjadi saksi semuanya\, bagaimana aku mencari dan merindukanmu selama ini. Rasaku pada perempuan manapun sudah mati Arine..\, karena ha***sratku hanya ingin menemukanmu\, dan membawamu untuk menjadi pengantinku..." Elmar terdiam sebentar.


Arine yang menangis terisak mulai bisa mengendalikan perasaanya. Perlahan gadis itu mengusap air mata dengan selimut yang menutup tubuhnya, dan memberanikan diri kembali menatap laki-laki di depannya itu. Ada rasa gemetar yang dirasakan oleh Arine.. dan Elmar terus menatapnya dengan penuh permintaan maaf.


"Kak Elmar... bukan hanya salah kakak kejadian kali ini. Tanpa sadar, Arine juga merasa terbuai dan tanpa sadar juga menginginkannya. Tetapi kak, merupakan hal yang salah jika kita melakukannya kak..., karena apa, karena kita saat ini bukan pasangan. Jika kita melakukannya, sama halnya kita mengulangi kesalahan kita di masa lalu. Padahal kita tahu kak, jika kejadian di masa lalu itu merupakan kejadian yang salah..." dengan suara pelan, Arine akhirnya mengeluarkan suara juga.


"Dan jika sampai hal ini terjadi saat ini kak..., maka Arine akan berjuang untuk pergi jauh dengan membawa Brian dari sisi kak Elmar. Bahkan dengan upaya apapun, kak Elmar meskipun dengan sumber daya, tidak akan bisa menemukan kami..." lanjut Arine. Gadis itu berbicara dengan berani...


"Jangan lakukan hal itu padaku Arine.. Ingat Brian, putra kita sudah tahu jika aku adalah daddy nya, sejak kita masih berada di negara Jepang. Hanya saja, aku ingin meyakinkanmu, jika aku benar benar mencintaimu, bukan karena kesalahan di masa lalu. Terimalah aku Arine.. jangan buat aku menjadi seperti pecundang, atau untuk tidak menikah seumur hidup, jika tidak denganmu..." Elmar mengangkat badannya sendiri, dan perlahan mendekat ke arah Arine.


Laki-laki itu meraih kedua tangan Arine, menggenggamnya erat dan beberapa kali mencium kedua tangan itu dengan hidungnya. Dalam hati, Arine merasa senang dengan perlakuan laki-laki itu, tetapi kejadian barusan membuatnya masih merasa takut, dan berusaha menjaga jarak dari Elmar.


"Aku memahamimu Arine.. jangan merasa trauma dan takut dengan perlakuanku barusan. Aku mencintaimu Arine.. jika kamu mau, saat ini juga aku akan membawa petugas untuk membuatkan surat pernikahan untuk kita.." Elmar terus berusaha meyakinkan gadis itu.


Perlahan Arine mengangkat wajahnya ke atas, dan tatapan keduanya kembali beradu pandang. Elmar tersenyum dan menganggukkan kepala, sambil terus menatap gadis itu..


"Papa baru sakit kak..., aku tidak mau menambah beban papa. Yakinkan papa Arine dulu, jika kak Elmar memang layak untuk menjadi suami Arine.." tanpa melihat latar belakang mengerikan laki-laki di depannya, dengan berani Arine malah akan menguji Elmar.

__ADS_1


"Dengan terbuka Arine.., aku akan memintamu pada papa.. Tetapi ingat honey... namamu harus tetap harum di mata keluargamu, apalagi keadaan papa saat ini masih berada di rumah sakit. Aku hanya akan meminta restu dari papamu, untuk dapat memilikimu. Namun... aku akan mengatakan pada papa jika kita sudah menikah, agar tidak menambah beban pikirannya.." menyadari status dan kesalahan di masa lalu, Elmar membuat pengaturan,


Namun tidak diduga, Arine malah menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu terkejut, dan menatap Arine dengan banyak pertanyaan.


"Tidak kak... aku hanya mau menikah jika papa yang menjadi waliku.. Arine juga tidak peduli, jika orang akan memandang miring apa yang terjadi dengan kita. Tetapi papa yang akan menikahkanku, tidak yang lainnya.." tidak mau membohongi papanya, Arine tetap keukeuh ingin menjadikan laki-laki yang sedang sakit itu menjadi wali dalam pernikahannya.


Terlihat Elmar mengambil nafas panjang, kemudian...


"Baiklah Arine... sekarang mandi dan bersiaplah. Kita harus ke rumah sakit, untuk menjumpai papa... Di rumah sakit pula, aku akan memintamu pada papa..." akhirnya Elmar segera menyanggupi permintaan gadis itu.


Merasa keinginannya dipenuhi oleh laki-laki itu, perlahan dengan dibantu Elmar, Arine berdiri. perlahan gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke bath room.


****************


Untuk menjaga kesehatan dan keamanan papanya, Arine dengan dibantu Elmar memang membayar beberapa pengawal untuk menjaga kamar rawat inap laki-laki paruh baya itu. Nyonya Sarah dan Claudia, beberapa kali ditolak kedatangannya, ketika ingin menjenguk suaminya. Berbagai cara dilakukan oleh kedua perempuan itu, tetapi mereka tetap saja tidak bisa masuk berkunjung ke dalam kamar tuan Abraham.


"Kenapa tanganmu dingin honey..." sambil berjalan menyusuri koridor rumah sakit, Elmar menggenggam tangan Arine, sehingga laki-laki itu tahu jika tangan gadis itu dingin,


"Mmmppphh... iya kak Elmar.., jujur Arine gugup. Apakah Arine merupakan putri yang durhaka ya kak, seperti tidak tahu dan tidak menyadari kondisi papa...?" sambil mengangkat wajah ke atas, Arine menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


Elmar menghentikan langkah kakinya, dan kedua tangan laki-laki itu memegang kanan dan kiri gadis di depannya.


"Untuk sebuah niatan yang bagus, aku yakin papa akan sangat bahagia honey.. Bahkan, aku yakin dengan aku meminta restu langsung darinya, papa akan segera sembuh, dan akan kembali pulang di tengah tengah kita.." Elmar terus berusaha menetralisir suasana.


"Benarkah...?" seperti seorang gadis kecil, Arine bertanya. Sambil tersenyum, Elmar menganggukkan kepalanya, kemudian kembali mengajak Arine berjalan menuju ke kamar rawat inap papa gadis itu.


Melihat ada dua laki-laki yang tampak siaga berjaga di depan kamar rawat inap papanya, Arine kembali melihat ke arah Elmar..


"Kak... kenapa banyak orang yang menjaga papa... Apakah ini tidak berlebihan kak..?" merasa ragu, gadis itu kembali bertanya.


"Tidak honey... hanya lima orang saja yang aku tugaskan untuk berjaga. Itu semua untuk kebaikan papa, agar tidak ada siapapun yang mengganggu istirahat papa..." laki-laki itu berusaha menjelaskan,


Belum sampai Arine bisa mencerna kata-katanya, Elmar sudah kembali mengajak gadis itu berjalan menuju ke arah pjntu. Dua pengawal yang berjaga, mengangguk hormat dan mendekat pada tuan muda Elmar...


"Ijin melapor tuan muda..., satu dari kita sedang keluar untuk mencari makan. Dua lainnya berjaga di dalam kamar..." merasa takut, jika tuan mudanya bertanya tentang satu temannya, pengawal itu melaporkan lebih dahulu.


"Tidak apa-apa bang... kalian sudah berusaha keras, dan memastikan keamanan papa. Terima kasih ya..." sebelum Elmar memberikan tanggapan, Arine menjawab lebih dulu. Gadis itu merasa khawatir, jika tanpa pertimbangan, Elmar tiba-tiba memarahi para pengawal itu.,


"Kalian sudah mendengar jawaban dari istriku kan... Jawabanku sama..." setelah menjawab, Elmar langsung membawa Arine masuk ke dalam kamar perawatan tuan Abraham.

__ADS_1


Kedua pengawal itu tahu, jika tuan mudanya belum menikah. Tetapi apa yang dikatakan Elmar, seperti sebuah perintah, mereka hanya bisa mengiyakannya.


************


__ADS_2