
Sengaja iya ajak membaca Al-Qur'an untuk membersihkan hatinya. Mengajaknya shalat tepat waktu untuk melembutkan hatinya. Sepertinya ia berhasil.
Naya yakin Allah lah yang menyadarkan Casy, bukan dirinya. Naya hanya sebagai perantara semata.
"Kamu tenangin diri dulu ya, terus tidur. Jangan lupa besok bangun pagi. Besok kita lanjutkan lagi mencari solusi masalah kamu." Ucapnya menenangkan Casy.
Mendekati Casy, memeluk dengan kasih sayang. "Udah ya, kamu cepetan tidur. Kakak mau tidur juga, takutnya nanti Kiren bangun karena kakak gak ada." Pamitnya pada Casy.
Melepaskan pelukannya, Naya mengayunkan kakinya keluar meninggalkan kamar Casy.
Casy sendiri bergegas membersihkan diri dan merebahkan diri ke ranjang empuknya. Menyunggingkan senyum dibibirnya, "Iya, selama ini Allah ada kan."
Tak lama kemudian, Casy pun terlelap.
💐💐💐
Sarapan pagi bersama kak Naya dan si kecil Kiren, kini menjadi rutinitas baru bagi seorang Casy. Selama ini ia selalu makan di rumahnya seorang diri.
Meski ada Bik Murti, tapi wanita yang mulai beruban itu tak pernah mau Casy ajak makan bersama untuk menemaninya. Tidak sopan, katanya.
Menyelesaikan sarapannya, Casy berpamitan dengan Naya untuk berangkat ke sekolah.
Memulai aktifitas rutin menjadi siswi, dengan sambutan ruang kelas yang baru. Karena dia naik ke kelas XI. Tentunya dengan semangat yang baru pula.
Sepertinya tinggal bersama Naya, membuat dia merasa hidup yang sesungguhnya. Haaa bahagianya.
"Kak aku berangkat ya." Mencium tangan Naya. "Assalamualaikum." Ucapnya
"Walaikumsallam." Jawab Naya
Memarkirkan mobilnya, Casy keluar dari mobil. Melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas barunya. Tampak senyum terukir di bibir manisnya.
Penampilannya pun tampak rapi tidak seperti biasanya. Ya kemarin mereka ke Mall adalah membeli segala keperluan Casy untuk memperbaiki penampilannya.
Tentunya Naya yang memaksa Casy, karena awalnya Casy menolak hal itu. Rasanya sangat malas sekali bagi Casy untuk dandan meski sedikit saja.
"Wah wah kenapa nih, kesurupan Lo ya???." Teriak Rino yang kaget melihat Casy yang tampak berubah.
Teman-teman nya yang lain pun nampak memandang ke arahnya. Terutama Meta, seseorang yang sering mengganggunya.
Dia tersenyum memandang mereka semua. Dia pasti bisa, Kak Naya sudah memberi semangat penuh untuk dirinya.
Memang tadi pagi Naya meminta Casy untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan teman-teman sekolahnya. Dan Sekarang saatnya dia harus melaksanakan nasehat kakaknya itu.
"Perhatian pada semua teman-teman, di sini gue mau minta maaf sama kalian. Karena mungkin selama ini kalian merasa gak nyaman sama sikap gue yang seolah jijik berteman dengan kalian semua." Ucapnya dengan lantang.
Diam sejenak...
"Gue sama sekali gak bermaksud kayak gitu kok, gue pengen banget temenan sama kalian. Hanya saja selama ini gue bingung cara berinteraksi dengan kalian. Karena kita awalnya dari sekolah yang beda-beda sebelum masuk sini. Untuk itu tolong bantu gue biar bisa kalian nyaman sama gue. Dan gue minta maaf kalau selama ini gue banyak salah." Ungkap Casy dengan tenangnya. Sepertinya semangat dan dorongan Naya berhasil mensugesti dirinya.
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Casy mendekat pada mereka satu persatu untuk bertos ria, melambangkan pertemanan mereka. Mereka pun tersenyum menyambut uluran tangannya.
__ADS_1
Berbincanglah mereka semua dengan menunggu bel masuk berbunyi. Casy pun turut serta berbincang dengan mereka.
Meski agak canggung, namun dia berusaha untuk membuat mereka nyaman.
Waktu bergulir. Kini jam istirahat pun tiba.
Semua orang di kelas Casy pergi ke kantin, kecuali dirinya .
Namun tiba-tiba datang dua orang dari luar. Rupanya Meta dan Rino.
"Hai". Sapa Cassy dengan tersenyum.
"Beneran Lo Casy?." Tanya Meta memastikan.
Casy tersenyum dan menjawabnya.
"Iya lah, gue Casy Met. Kenapa? kok Lo gak percaya gitu?."
"Gue benci banget tau gak sama lo." Ucapnya kesal.
"Ha?." Casy mengkerutkan keningnya. Dia mulai awas, rasanya hatinya harus siap menerima makian sekarang.
"Beb, gimana sih? katanya?." Tanya Rino keheranan.
"Iya gue Benci sama Lo yang dulu. Lo tu nyebelin banget tau nggak? Gue tu sengaja nyari masalah terus sama Lo biar Lo tu berubah dan mau membuka diri sama kita semua. Tapi Lo malah makin parah. Nyebelin tau nggak." Ungkap Meta melampiaskan kekesalannya.
Casy tersenyum, "Iya maafin gue ya Meta."
"Iya gak papa kok. Lagian gue udah lupa."
"Bagus deh kalo gitu. Gue itu dari awal sebenarnya pengen temenan sama lo pas kita baru MOS dulu. Eh Lo malah cuekin gue, gue sakit hati dong. Makanya gue kayak punya dendam ke Lo. Tapi syukur deh sekarang Lo udah berubah." Ucap Meta.
"Iya, gue bener-bener gak tau Meta kalau sikap gue bakal nyinggung lo. Maafin gue ya." Ucapnya dengan merasa bersalah.
"Iya iya gue maafin, boleh temenan nih berarti?."
"Boleh banget." Ucap Casy tersenyum.
Casy dan Meta pun berpelukan sebagai lambang pertemanan. Rino hanya mampu tersenyum melihat mereka.
Ternyata semudah itu untuk menjalin hubungan dengan mereka. Casy merasa menyesal selama ini terlalu menutup diri.
Ya memang dia merasa tak membutuhkan siapa pun selama ini sejak rasa marah nya pada kedua orangtuanya. Sehingga menutup diri dari lingkungan luar adalah pilihannya saat itu.
Selama ini dia malas memulai pergaulan dengan orang lain. Sangat malas berhubungan dengan orang lain. Sampai pada saat Brandon hadir dan Casy dipaksa menerima kehadirannya.
Yah sudahlah, Brandon sudah pergi sekarang. Tak penting sekali untuk diingatnya. Lelaki pembual itu, huh.
Hari pertama sebagai murid kelas XI pun berakhir, kini Casy melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah Naya. Tempat tinggal barunya.
Dengan binaran wajah bahagia, Casy tak henti-hentinya tersenyum. Nyatanya sungguh bahagia menjalin pertemanan bersama teman-teman sekolahnya.
__ADS_1
Terlebih, Rino dan Meta tak enggan mau menjadi teman dekatnya. Mengapa harus dengan Rino, tak hanya Meta? Karena sebenarnya Meta dan Rino itu sepasang kekasih.
Awalnya mereka hanya berteman dekat, namun lama-kelamaan benih cinta tumbuh diantara mereka berdua. Rino yang sangat posesif kepada Meta, selalu melarang Meta untuk dekat-dekat dengan lelaki lain.
Maka dari itu, ia harus ikut menjadi sahabat dari Casy agar bisa selalu bersama Meta. Berlebihan sekali.
Kembali pada Casy, kini ia sudah sampai di rumah naya. Memarkirkan mobilnya, dan turun menuju pintu utama.
Nampak Naya sedang bermain dengan Kiren di ruang keluarga. Dengan tersenyum, Casy melangkah mendekatinya.
"Assalamualaikum kak." Mencium tangan Naya.
"Walaikumsallam. Udah pulang kamu?." Tanyanya.
"Kenapa kamu kayaknya bahagia banget?." Tanya Naya dengan tersenyum.
"Iya kak, saran kakak udah aku lakuin. Dan aku berhasil kak. Mereka semua Nerima aku." Ucapnya dengan bahagia.
Merentangkan tangannya, Casy memeluk Naya. "Makasih ya kak." Ucapnya tulus.
"Iya. Alhamdulilah kalau gitu. Berarti di sekolah udah gak ada masalah ya?." Tanya Naya memastikan.
Raut wajah Casy berubah lesu.
"Belum kak."
"Lah, apalagi Cas?." Tanyanya penasaran.
"Kakak lupa prestasi aku. Aku takut deh kalau masih aja ngecewain mama sama papa." Ucapnya khawatir.
Nampaknya Casy tak lagi membenci kedua orangtuanya. Sepertinya Allah mulai membuka pintu hatinya.
Naya tersenyum, "Kan ini baru hari pertama masuk. Masih bisa banget kok untuk memperbaiki nilai-nilai kamu. Apa yang kamu takutin?." Ucap Naya.
"Emang hari pertama kak, tapi aku takut gak bisa menguasai pemahaman materi nantinya." Ucapnya pasrah.
"Ya ampun Casy. Kan kamu bisa ikut privat, bukannya Mama kamu udah ngatur jadwal privat kamu waktu itu. Kamu ikuti privatnya. Lagi pula kamu itu sebenarnya pintar Cas, hanya saja selama ini malas." Jelas Naya.
"Iya juga sih kak. Ya udah deh, aku nanti akan ikut privat. Huh bakal berkurang waktu aku bisa main sama Kiren." Ucapnya dengan lesu.
"Gak papa dong, lagian tiap hari kamu ketemu sama Kiren."
"Coba aja kalau adik kakak di rumah, lebih enak kamu diajari sama dia." Ucap Naya teringat adik iparnya yang sedang berada di luar negeri.
"Gak enk dong kak. Aku tuh udah ngerepotin kakak, masa mau ngerepotin adik kakak juga." Ucap Casy nampak tak enak.
"Gak papa dong Cas, lagian pintar kalau gak diamalin buat apa." Ucap nya menyangga.
"Iya sih." Ucapnya terkekeh.
NEXT.......
__ADS_1