Our Journey

Our Journey
Ternyata


__ADS_3

Sesampainya Casy di kamar, ia langsung mengunci pintu dan menumpahkan semua air matanya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Benarkah suaminya akan Setega itu meninggalkan dirinya demi sebuah impian?.


Benarkah semua hal yang terjadi ini adalah fakta?. Apakah ia akan dipisahkan lagi dari Brandon?. Rasanya Casy tak sanggup bila harus melepaskan Brandon.


Mungkin jika belum ada ikatan yang sah seperti ini, Casy masih bisa merelakan Brandon pergi dari hidupnya. Namun sekarang mereka sudah menikah. Ikatan hubungan mereka sangatlah kuat dan suci.


Bagaimana mungkin Brandon semudah itu mengambil keputusan sepihak untuk melanjutkan pendidikan?. Harusnya Brandon mendiskusikan dulu dengan Casy bukan, baiknya bagaimana?.


Namun Brandon seolah tak menganggap keberadaannya. Benarkah yang tadi berbicara adalah Brandon suami yang sangat Casy cintai?.


💐💐💐


Berbeda dengan Casy, terlihat wajah terkejut diiringi tidak percaya Carrel. Ia menatap Brandon intens dengan wajah tak percayanya.


"Bran, kamu serius dengan keputusan itu?" tanyanya tidak yakin.


"Serius Kak" jawab Brandon dengan mantap.


Carrel masih terdiam dengan rasa tidak percayanya. Menyadari hal itu, Brandon pun menjelaskan.


"Kakak jangan berfikiran buruk gitu. Gak akan mungkin aku mau menghancurkan rumah tangga aku" jelasnya


"Lalu? kamu bakal ninggalin Casy dan LDR?. Kamu akan menyiksa dia Brand jika seperti itu." Ujar Carrel nampak tak setuju dengan rencana Brandon.


"Siapa bilang aku bakal ninggalin Casy?, lagian aku juga gak mau jauh-jauh dari Casy Kak." Ucap Brandon.


Carrel mulai paham dengan arah keputusan Brandon. Berarti Brandon akan membawa serta Casy untuk ikut bersamanya. Ide yang lumayan bagus, tapi apa Casy akan bersedia jauh dari keluarga sementara waktu.


"Kamu yakin Casy mau?" tanyanya pada Brandon.


"Aku akan diskusikan ini dengan Casy Kak" jawab Brandon.


Setelah perbincangan mereka, terdengar pintu terbuka.


Ceklek ...


Nampak Naya membawa cemilan dan minuman untuk mereka.


"Udah selesaikan?" tanyanya pada mereka. Dan dijawab anggukan kepala dari Carrel.


"Ya udah ini di minum dulu" lanjutnya.

__ADS_1


Mereka pun menikmati hidangan yang telah Naya sediakan.


"Kak, Casy ke mana?" tanya Brandon yang tidak mendapati Casy bersama Naya.


"Tadi katanya mau ganti baju, tapi lama banget ya?. Ya udah Kakak susulin dulu."


Naya melangkah ke kamar di mana Casy berada. Naya mengetuk pintu ...


Tok ... tok ... tok ...


Mendengar pintu yang diketuk, Casy segera menghapus air matanya. Tak lupa ia mencuci wajahnya kemudian segera membuka pintu.


"Kak Naya." ucapnya tersenyum malu. Ia ingat bahwa ia melupakan tugasnya untuk membantu Naya.


"Kamu ngapain lama banget cuma ganti baju?." Tanya Naya penasaran.


"Gak papa Kak. Ehm cemilan tadi udah selesai ya Kak." ujarnya mengalihkan pembicaraan.


"Iya udah. Ya udah yuk kita ikut ke ruang kerja. Mereka juga udah selesai kok." Ajaknya pada Casy.


Naya tahu Casy sedang mengalihkan pembicaraan. Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Casy. Namun Naya tidak berhak untuk ikut campur.


Mereka segera menuju ke ruang kerja di mana suami-suami mereka berada.


Ia sebisa mungkin untuk menutupinya. Naya menyadari hal itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Carrel dan Brandon sama sekali tidak menyadari hal itu. Mereka terlalu asik bercanda ria.


Waktupun berlalu, Carrel dan Naya berpamitan untuk pulang. Brandon dan Casy kembali masuk ke dalam rumah. Mereka memutuskan untuk segera mandi dan menunaikan shalat Ashar.


Setelah shalat isya' mereka duduk berdua di sofa yang ada di dalam kamar mereka. Brandon berkutat dengan laptopnya, sedangkan Casy sibuk bermain ponsel.


Tak biasanya ketika sedang berdua dengannya Casy sibuk sendiri. Brandon merasa aneh dengan sikap Casy yang lebih banyak diam semenjak masuk ke ruang kerja tadi.


Setelah selesai dengan kegiatannya, Brandon mematikan laptop dan meletakkan kembali di tempatnya.


Ia mendekat pada istrinya. Dipandanginya wajah Casy dengan lekat penuh kekaguman. Menyadari Brandon sedang menatapnya, Casy mengalihkan pandangannya pada Brandon.


"Kenapa?" tanyanya pada Brandon.


"Aku merasa di surga, soalnya ada bidadari di sini" Candanya pada Casy.


Casy memutar bola matanya malas. Dari tadi ia berusaha menyembunyikan kekecewaannya pada Brandon. Ia bersikap cuek dan ketus pada suaminya itu. Ia juga menunggu Brandon untuk menyampaikan keputusan yang tadi ia dengar.

__ADS_1


Dahi Brandon mengernyit. Ia merasa heran dengan tanggapan Casy. Ia semakin yakin ada yang tidak beres dengan Casy.


"Kenapa Sayang? aku ada salah sama kamu?" tanyanya dengan lembut.


Casy nampak terdiam. Ia enggan mengeluarkan suara. Sekuat tenaga ia menahan tangis. Bisa dipastikan air matanya akan luruh jika ia membuka suara sedikit saja.


"Sayang ..." Panggilnya karena tak mendapat respon dari Casy.


Mendengar panggilan Brandon yang begitu manis, mata Casy berkaca-kaca. Seolah Brandon begitu mencintainya, namun nyatanya ia akan meninggalkan Casy.


Brandon menyentuh wajah Casy dan mengangkat dagunya. Ia terkejut melihat mata Casy yang nampak berkaca-kaca. Sedangkan Casy mencoba mengalihkan pandangannya.


Brandon yakin bahwa Casy memang tidak baik-baik saja. Dibawanya Casy segera ke dalam pelukannya. Dikecupnya kening Casy berulang-ulang dengan dalam.


Diperlakukan seperti itu oleh Brandon membuat Casy tak mampu menahan air matanya lagi. Ia terisak di pelukan Brandon. Dan tangisannya semakin dalam dan pilu.


"Sayang, jelasin kamu kenapa?" Tanya Brandon mulai khawatir. Tangannya membelai lembut rambut Casy dengan sayang.


Ditanya seperti itu oleh Brandon, Caya hanya bisa menggeleng di pelukan Brandon. Ia benar-benar tak sanggup untuk menjelaskannya.


"Apa karena aku kamu jadi seperti ini?" tanyanya pada Casy.


Mendengar pertanyaan suaminya, Casy semakin terisak. Melihat respon Casy, berarti benar ia penyebab Casy menangis.


"Aku salah apa Sayang?. Aku minta maaf kalau punya salah sama kamu." ujarnya tulus dan lembut.


Dengan masih terisak, Casy mencoba membuka suaranya.


"Jangan tinggalin aku" ucap Casy akhirnya.


Brandon agak terkejut mendengar penuturan Casy. Siapa yang mau meninggalkan Casy?. Apa mungkin Casy tadi mendengar pembicaraan mereka.


Brandon semakin mengeratkan pelukannya. Mengisyaratkan bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan Casy. Ia juga tidak mau kehilangan Casy.


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu Sayang." ujarnya.


"Oh iya, aku mau ajak kamu diskusi tentang pembicaraan aku sama Kak Carel tadi. Tapi melihat kamu sekarang seperti ini, mungkin besok aja kita bicaranya." jelasnya.


"Apa kamu mendengar pembicaraan aku sama Kak Carel tadi?." Tanyanya, dan diangguki Casy yang masih berada di dalam dekapannya.


"Apa kamu sedih juga karena hal itu?" Tanya Brandon lagi. Dan lagi-lagi Casy menganguk mengiyakan.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2