Our Journey

Our Journey
Semakin Terbuka Peluang


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhirnya Cya dan Arzan sampai di rumah Arzan. Dapat mereka lihat dengan jelas, Caca tampak antusias menunggu mereka di depan pintu.


Arzan membuka pintu mobil sebelah kanan bersamaan dengan Cya yang membuka pintu di sampingnya.


Setelah memperkenalkan Cya kepada Caca, Arzan bergegas masuk dahulu ke dalam rumah. Meninggalkan Caca dan Cya yang masih stay di sana.


Setelah turun dari mobil, dapat Cya lihat seorang gadis cantik tampak berdiri dengan tersenyum manis. Seolah menunjukkan bahwa ia begitu menunggu kedatangan Arzan dan dirinya.


Setelah Arzan saling memperkenalkan dirinya pada Caca, yang kemudian ditinggal masuk duluan. Caca mengajaknya masuk ke dalam.


"Kak Cya ayo masuk" ajak Caca kepada Cya


"Iya" jawabannya dengan tersenyum. Mereka masuk ke dalam rumah lalu duduk di ruang tamu.


Caca dan Cya berbincang-bincang terkait musik yang akan mereka pelajari nanti.


"Kakak temennya Kak Az atau Kak Fanya?"


Meski tadi Arzan memperkenalkan mereka, namun kakaknya itu tidak menjelaskan secara detail siapa Cya. Jadi tidak salah bukan jika ia menanyakan hal-hal terkait guru musiknya itu.


Cya yang memang sejak tadi saling bertatapan dengan Caca, segera menjawab.

__ADS_1


"Em bisa dibilang dua-duanya temen Kakak. Tapi kalo Kak Fanya lebih tepatnya bos kakak di kafe"


Cya menjelaskan hubungan dirinya dengan Arzan maupun dengan Fanya. Jika Arzan memang benar temannya, lain halnya dengan Fanya.


Meski Fanya bersikap friendly kepada dirinya, ia cukup tau diri untuk menganggapnya atasan.


Sebenarnya Fanya menganggapnya teman, tapi ia rasa kurang sopan jika ia terlalu merasa ia benar-benar teman.


"Loh kok bisa gitu Kak, aku baru tahu kalo pegawai Kak Fanya ada yang temennya Kak Az"


Caca sedikit terkejut dengan pernyataan Cya. Ia tidak menyangka teman kakaknya ada yang menjadi pegawai Fanya.


Setelah ia pikir-pikir, kini ia merasa curiga. Apa jangan-jangan Cya ini adalah gebetan atau pacar Kakaknya.


Kakaknya saja tidak mengetahui bahwa dirinya teman satu kampus. Miris sekali hidupnya ini, mendambakan seseorang yang bahkan tidak mengenal dirinya sama sekali.


Tapi ia harus tetap semangat, meskipun begitu sekarang Arzan sudah mengenal dirinya. Bahkan mereka akan sering bertemu. Betapa bahagianya hati.


Sebelum menjawab Caca, Cya menghela nafasnya.


"Wajar Ca, orang Az aja juga awalnya gak kenal sama kakak" jelas Cya

__ADS_1


Caca menanggapi dengan menganggukkan kepalanya. Namun kemudian ia tersenyum pada Cya.


Lalu mendekatkan wajahnya di depan Cya.


"Atau jangan-jangan Kakak pacarnya Kak Az ya?" tebaknya tersenyum curiga.


Tentu saja Cya yang mendengar pertanyaan Caca mendadak salah tingkah. Meski mereka tidak pacaran, namun ia menyukai Arzan.


Ia merasa takut jikalau perasaannya itu tergambar jelas di wajahnya. Dengan berusaha keras ia mencoba menetralkan kegugupannya.


"Bu..bukan Ca, kita aja baru kenalan kok tadi" jelasnya mengklarifikasi


"Serius kak? bukannya kalian sekampus?" ujarnya yang merasa bingung.


"Iya Ca meskipun temen kampus. Tapi kakak kamu itu gak kenal sama Kakak. Boro-boro kenal, pernah liat aja enggak katanya" jelas Cya sedikit kesal.


Mendengar penuturan Cya, bukannya prihatin Caca malah tertawa. Ia sangat tahu kelakuan kakaknya itu yang tidak banyak kenal dengan teman-temannya.


Namun detik berikutnya, Caca mencurigai sesuatu lagi.


"Kakak suka sama Kak Az?"

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2