Our Journey

Our Journey
Aneh


__ADS_3

Mendengar isakan dan penuturan Casy, Brandon segera ikut duduk di sampingnya. Dibawanya Casy dalam pelukan hangatnya.


"Sayang, maafin aku ya. Aku benar-benar gak kepikiran akan hal itu. Aku selalu inget sama kamu, gak sedetikpun aku lupa sama kamu Sayang." Jelasnya dengan mengelus punggung Casy.


"Tapi kenapa gak ngabarin, kalau makan siang sama mereka?" ujarnya masih menyalahkan Brandon.


"Tadi lagi ngerjain tugas, terus sekalian makan Sayang." Jawabnya mencoba meyakinkan.


Casy terdiam mencerna segala penjelasan Brandon. Ia sebenarnya juga bingung dengan dirinya. Itu hal yang sepele, tapi mengapa ia harus sampai sebaper ini.


Mereka masih nyaman dengan pelukan hangat itu. Akhirnya, Casy melepaskan pelukannya pada Brandon.


"Aku mau ketemu sama Rachel" pintanya pada Brandon.


Jelas saja Brandon keget mendengar ucapan Casy.


"Kamu masih belum percaya sama aku Sayang?" tanyanya tampak bersedih.


"Aku percaya kok sama kamu, Hubby" ujarnya dengan tersenyum. Direngkuhnya wajah suaminya, dan ia kecup keningnya dalam dan lama.

__ADS_1


Brandon tercengang dengan tindakan romantis Casy barusan. Dan panggilan itu, Hubby? . Terdengar sangat manis de telinganya. Mengapa Casy jadi sweet seperti ini?. Bukankah tadi ia marah, lalu menangis, mengapa sekarang berubah manis. Mengapa moodnya berubah-ubah secepat itu.


Apakah ia benar-benar istrinya. Casy yang sama dengan Casy yang sebelumnya. Mengapa ia merasa bersama orang yang sama, namun sifatnya mengapa sedikit berbeda?.


"Sayang, kamu kenapa jadi romantis gini?" tanyanya dengan selidik.


Casy nampak cemberut dan membuang muka.


"Jadi Kakak gak suka aku panggil Hubby. Terus aku cium juga gak suka?" omelnya pada Brandon.


"Bukan gitu Sayang. Tadi kamu marah, jadi aku heran sekarang kok jadi manis gini. Kamu mau sesuatu ya?." ujarnya menggoda Casy dan mencubit dagu istrinya itu dengan lembut.


Melihat Casy yang makin cemberut, Brandon memeluknya kembali.


"Iya aku percaya istri aku gak minta apa-apa. panggil Hubby juga boleh Sayang." Ujarnya.


Casy mengeratkan lingkaran tangannya pada punggung Brandon.


"Hubby, bolehkan kalau aku mau ketemu Rachel?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Emangnya kenapa kamu mau ketemu sama dia?" tanyanya pada Casy.


"Aku mau punya temen di sini. Kamu gak pernah bolehin aku keluar jauh-jauh karena takut aku kesasar. Jadi aku pengen ada temen, biar nanti gak kesasar kalau pergi jalan-jalan." Jelasnya pada Brandon.


"Kamu tau darimana Rachel orang asli" tanyanya.


"Kamu pernah cerita Hubby. Kan kamu bilang kalau lima teman geng kamu orang asli. Aku juga masih inget nama-namanya." Jelasnya lagi.


Brandon baru ingat, kalau ia pernah menceritakan hal itu pada istrinya. Ia pun mengangguk membenarkan.


"Sayang, kata siapa kalau ada temen kamu aku izinin pergi jauh-jauh?. Kamu harus tetap pergi sama aku, kemana pun itu." Tegasnya pada Casy yang masih berada di pelukannya.


Casy memukul dada Brandon pelan, bentuk protesnya.


"Jadi kalau belanja harus sama kamu juga?" tanyanya menggoda.


"Kalau cuma belanja, kamu sama Mirta udah hafal jalannya. Tapi kalau aku gak sibuk, bisa juga sama aku." Ujarnya.


"Gak usah Kak, aku sama Mirta aja kalau belanja." Bantahnya.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2