Our Journey

Our Journey
Tentang Melupakan


__ADS_3

Setelah kejadian di mana Az memintanya untuk melupakan, telah seminggu berlalu Cya berusaha melaksanakannya.


Ia selalu berusaha untuk menghindari Az untuk melupakannya. Karena dengan masih melihat wajah Az, Cya akan merasa kesulitan melupakannya.


Bahkan sejak kejadian itu, dirinya selalu menolak jika Mom Cassy meminta Az mengantarkan dirinya pulang. Ia lebih memilih pulang sendiri, dan mengusahakan untuk tidak pulang malam.


Sesungguhnya ia merasa tersiksa dengan menghindari Az begini. Jujur saja hatinya merindukan melihat sosok Arzan yang selalu membuat ia merasa bahagia.


Namun apalah daya, ia akan tetap berusaha mengendalikan hatinya. Benar kata Az jika ini demi kebaikan bersama. Demi kebaikan Az juga dirinya agar tidak lebih merasa sakit karena bertepuk sebelah tangan.


Selama ia mengajarkan musik pada Caca, ia menyimpulkan bahwa keturunan keluarga mereka adalah orang-orang yang cerdas.


Baru sebulan lebih ia mengajari Caca, gadis cantik yang menjadi anak didiknya itu berhasil menguasai apa yang ajarkan melebihi perkiraannya.


Jika ia perkirakan kemungkinan sebulan lagi ia akan selesai mengajari Caca. Semoga saja bisa lebih cepat dari perkiraanya.

__ADS_1


Karena dengan tetap datang ke rumah Az, ia merasa tidak yakin bisa dengan mudah melupakan pria itu.


💐💐💐


Di belahan bumi yang sama, tampak empat insan yang sedang berwajah tegang. Namun salah satu diantaranya tampak menangis dan terisak.


Mereka adalah keluarga Arzan. Mereka sedang melakukan sidang di dalam ruang kerja Dad Brandon. Permasalahan yang terjadi adalah, Caca yang ketahuan memiliki pacar.


Mom Cas yang tidak tega pada anaknya segera mendekati Caca dan memeluknya. Baru saja anaknya itu diamuk oleh suaminya.


"Sejak kapan kamu diam-diam seperti itu Ca, tanpa sepengetahuan kami?" Dad Bran masih mencoba menginterogasi anak perempuannya itu.


Dad Bran menghela nafas berat, sejujurnya ia tidak tega melihat anak perempuannya menangis seperti itu. Namun ini demi kebaikan Caca sendiri, juga karena ia sangat menyayanginya.


Maka ia akan selalu menjaga anak perempuannya itu dengan jiwa raganya. "Kamu tahu tentang hal ini Az?", kini ia bertanya kepada anak lelakinya.

__ADS_1


Arzan yang ditanya oleh daddy-nya menatap ke arah Caca kemudian menjawabnya,


"Maafin Az dad karena membantu Caca menyembunyikan hal ini." Ia menjawab dengan jujur pertanyaan Daddynya.


Dad Bran mengh la nafasnya yang terasa berat. Ia merasa emosi namun berusaha mengendalikannya. Ia juga merasa ikut bersalah karena kurang mengawasi kelakuan anaknya.


Bahkan jika bukan karena diberi informasi oleh mertuanya, dirinya tidak akan mengetahui hal ini. Ia yang begitu percaya pada anak-anaknya melepas begitu saja tanpa pengawasan.


"Kenapa kamu menutupinya dari kita boy, kamu gak sayang sama adik kamu kalau sampai mereka berbuat hal-hal negatif?" Mom Cas yang dari tadi hanya diam, akhirnya membuka suara kala mendengar bahwa anak lelakinya tahu tentang hubungan adiknya.


"Maaf Mom, Az takut kalian marahin Caca", jelasnya dengan jujur kepada Mommynya.


"Jadi kamu lebih memilih adik kamu rusak daripada dimarahin oleh Daddy & Mommy?" Dad Bran mulai emosi mendengar penjelasan anak lelakinya itu.


"Deddy dan Mommy sudah memutuskan, Caca akan kami pindahkan sekolah ke luar negeri. Oma dan Opa yang akan menemani kamu di sana", putus Dad Bran akhirnya. Ia tidak ingin mengambil resiko lagi.

__ADS_1


Dari penjelasan dari mertuanya, Caca dan pacarnya itu akan sulit untuk dipisahkan. Kalau saja umur mereka sudah layak untuk menikah, dirinya akan lebih memilih menikahkan mereka.


NEXT .......


__ADS_2