
Dua bulan pun berlalu, pembelajaran tentang akhlak seperti nya harus ditutup. Dan kini akan berlanjut pada pembelajaran selanjutnya.
Sikap Casy pun semakin baik dan pemikiran nya lebih dewasa. Selama ini ia selalu mencoba menghubungi kedua orangtuanya namun tak pernah bisa.
Mungkin Orangtuanya terlalu sibuk. Casy tak masalah, mungkn ini adalah ujian kesabaran untuknya.
Sepertinya banyaknya materi dalam buku agama yang selalu dibacanya, telah berhasil merasuki jiwa dan pikirannya.
Terbukti dengan semakin giatnya ia belajar, memanfaatkan hidup sebaik-baiknya, dan peduli pada orang-orang di sekitarnya
Bahkan Casy tak segan menolong mereka yang membutuhkan bantuan darinya.
Seperti biasanya, kini Naya dan Casy sudah duduk bersama Naya dan Kiren di perpustakaan.
Kali ini Casy mempelajari buku-buku tentang ibadah dan syariah. Begitu pula dengan Naya yang membaca buku bertema sama.
Saat menemukan sebuah materi tentang hijab, dengan teliti Casy membacanya. Dengan penasaran.
"Kak, jadi berhijab itu wajib ya bagi kaum wanita." Tanyanya.
Tampak senyum tersungging di bibir Naya. "Iya Cas, ada apa?. Kamu sudah tertarik untuk berhijab?."
"Jujur aku belum siap kak. Aku takut kalau nanti aku lepas pakai. Seolah mempermainkan syariah." Jawabnya jujur.
"Berhijab itu memang kewajiban kita Cas. Tapi kakak gak akan maksa kamu sekarang. Kakak tau kamu butuh waktu untuk memantapkan hati kamu." Masih dengan tersenyum, Naya menjelaskan.
"Iya kak. Nanti kalau aku udah siap pasti akan aku lakukan." Jawabnya.
"Kakak harap secepatnya kamu siap ya." Ucap Naya penuh harap.
Semakin hari semakin bertambah pula ilmu pengetahuan Casy tentang agama. Terutama tentang ibadah dan syariah yang memang 2 bulan ini bakal ia geluti.
Di sekolah nampak Casy termenung terdiam di bangkunya. Ada beban yang sedang dipikirkannya.
Semakin mempelajari tentang syariat, Casy semakin merasa berdosa karena belum juga mau menutup auratnya. Ia bingung sekarang.
Ingin dirinya melakukan itu, tapi seolah ada sesuatu yang menghalanginya. Dia merasa belum siap.
Nampak Meta mendekat ke arahnya, pasti bersama Rino tentunya.
"Woi ngapain Lo?." Tanya Rino mengagetkan .
Sepertinya mereka telah selesai mengisi perutnya, di kantin pastinya.
Casy tersentak kaget.
"Ihh kalian ngagetin aja." Dengan mendengus.
"Sorry sorry. Lagian Lo ngapain bengong, kesurupan Lo ntar." Ucap Rino mengingtkan Casy.
"Iya nih, kenapa sih Lo?." Tanya Meta menimpali.
Casy terdiam sejenak dan berfikir.
__ADS_1
"Ehhm menurut kalian, gimana kalau gue pakai hijab?." Tanyanya ragu-ragu.
Rino dan Meta saling tatap.
"Ya gak papa dong. Kita gak bakal ninggalin lo keles." Ucap Meta bercanda.
"Iya kagak papa. Lagian itu hak Lo kan."
Rino menambahkan.
"Iya sih, tapi gue ngrasa belum siap aja. Gue takut kalau nanti gak nyaman."
Ungkapnya khawatir.
"Ya ampun, bukannya selama ini Lo udah belajar tentang agama ya?. Meskipun gue buta tentang agama, tapi gue yakin kok kalau hal itu baik buat dilksanain." Ucapnya sok bijaksana.
"Berarti Lo juga harus ikutan gue pake ya?." Jawab Casy.
"Gue belum siap Cas, Lo aja dulu deh biar Lo nanti jadi panutan gue." Ucap Meta cengengesan.
"Tapi kayaknya kamu cantik kalau pake hijab beb." Ucap Rino terkekeh pada Meta.
Menatap tajam Rino, Meta menimpali.
"Iya habis itu kita putus."
"Ya gak bisa dong. Kita gak boleh sampai pisah." Ucapnya tegas.
Merekapun malah berdebat...
"Udah kalian jangan berdebat. Nanti gue pikirin sendiri aja." Ucap Casy akhirnya.
"Oh iya jadi kan minggu kita nanti ngerjain tugas bareng?. Gue mau sekalian mampir ke toko buku." Ucap Casy menambahi.
"Jadi dong. Kita ke kafe aja cari suasana baru. Bosen suasana rumah terus." Ucap Meta menyarankan.
"Bener banget. Gue juga bosen suasana rumah. Kamu pinter banget sih beb." Ucap Rino memuji Meta.
"Iya dong gue gituh." Jawab Meta berbangga hati.
"Tapi awas aja ya kalian kalau malah asik pacaran."
Rino dan Meta hanya menjawab dengan cengengesan.
💐💐💐
Hari Minggu pun tiba, Casy sudah bersiap untuk pergi bersama dua sahabatnya.
"Kak aku berangkat ya. Assalamualaikum." Pamitnya pada Naya sembari mencium tangan Naya.
Sampailah ia di kafe tempat janjian mereka. Rupanya dua temannya sudah duduk manis berdua sembari menunggunya.
"Assalamualaikum. Sorry ya gue kelamaan ya?." Tanya nya merasa bersalah.
__ADS_1
"Walaikumsallam." Jawab Meta dan Rino bersamaan.
"Enggak kok, kita belum lama juga." Jawab Meta.
Mulailah mereka mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka. Terlihat mereka sangat serius mengerjakannya.
Tampak Casy juga membantu mereka menjelaskan materi yang mereka kurang pahami.
akhirnya tugas mereka pun selesai. Kini mereka akan menikmati sisa waktunya untuk saling berbincang ringan.
Namun tiba-tiba pertanyaan Meta membuat darah Casy berdesir. Dan jantungnya berdetak lebih kencang.
"Cas, bukannya dulu Lo pernah Deket ya sama Kak Brandon?." Tanya Meta penasaran.
deg
Casy terdiam membeku. Segala kenangannya bersama Brandon yang beberapa bulan ini tersingkir dari ingatannya. Karena ia fokus memperbaiki hidupnya.
Kini muncul kembali saat telinganya mendengar nama itu lagi. Rasanya masih sama, ia menyayangi lelaki itu. Tapi ia juga membencinya. Rasanya hatinya begitu perih dan terluka.
Menetralkan perasaannya, Casy mencoba tersenyum pada dua orang di depannya.
"Gue cuma kenal aja kok. Gak Sampai sedekat yang kalian fikir." Ujarnya menutupi.
"Ohh gue fikir Lo deket. Soalnya kalian sering jalan bareng kan." Ucap Meta masih penasaran.
"Ya ampun Meta, itu cuma masa lalu. Ngapain Lo tiba-tiba bahas ke arah sana?." Tanya Casy mengalihkan topik pembicaraan.
"Gak papa, cuma gue penasaran aja. Dia gak pernah dekat dengan siapapun rumornya. Tapi waktu itu tiba-tiba gempar lagi dekat sama Lo. Gue pikir kalian pacaran sampai sekarang." Ujar Meta menjelaskan.
"Udahlah gak penting banget bahas masa lalu. Mending bahas kalian aja. Kapan nih kira-kira kalian mau menikah?." Tanya Casy mengajak bercanda.
Rino dan Meta saling menatap seolah tau, kalau temannya ini sedang mengalihkan pembicaraan. Sepertinya Casy ingin melupakan kenangan tentang Brandon. Pikir Rino dan Meta.
"Kita masih sekolah keles. Ngapain juga buru-buru nikah." Jawab Meta terkekeh.
"Tapi aku siap beb nikahin kamu." Ujar Rino ikut terkekeh.
"Aku belum mau nikah beb. Kamu aja nikah sama yang udah siap." Jawab Meta menanggapi Rino.
"Aku cuma mau nikah sama kamu." Ujar Rino memandang lekat Meta.
Meta pun jadi ikut memandang Rino. Mereka pun saling mengunci tatapan mata dan tersenyum. Huh.. tampaknya Casy jadi obat nyamuk.
"Kan kan kalian mulai lagi. Gue dianggurin." Protes Casy kesal.
Mereka tersadar dan tertawa.
"Sorry Cas."
Casy hanya memutar bola matanya malas.
Begitulah jika mereka berkumpul bertiga. Casy terkadang harus jadi obat nyamuk.
__ADS_1
Tapi tidak sering. Agaknya dua temannya itu menghargai dirinya. Tapi kadang juga khilaf.
NEXT.......