
Pagi menyapa disertai terangnya cahaya mentari yang dengan cerianya menyinari semesta. Setelah melewati malam indah bersama, terlihat Brandon & Cassy dengan wajah berseri bermain bersama baby Arzan di taman belakang.
Mereka mengajak Baby Arzan bermain di taman belakang supaya mendapatkan sinar matahari untuk berjemur pagi.
Rupanya tak hanya mereka berdua yang sedang menemani Baby Arzan berjemur, namun semua anggota keluarga yang menginap juga ikut serta menyaksikan Baby Arzan yang tampak lucu saat menggeliat. Mereka menemani Baby Arzan dengan saling berbincang dan bercanda.
Setelah beberapa saat, akhirnya kegiatan berjemur selesai juga. Brandon membawa Baby Arzan ke tempat yang teduh. Tidak jauh dari lokasi para keluarga sedang berbincang.
Cassy yang menyaksikan bagaimana Brandon begitu menyayangi Baby mereka, ia merasakan kehangatan menjalar dalam hatinya. Ia bangga karena memberikan ayah yang hebat untuk anaknya.
"Apa semalam Baby Arzan tidak rewel Brand?." Carrel berjalan untuk berpindah duduk tepat di samping Brandon yang mengajak Baby Arzan bermain dalam gendongannya.
Brandon menoleh mendengar pertanyaan Carrel yang telah duduk di sampingnya. Setelahnya ia kembali melihat pada Baby Arzan dan mencium pipi gembul anaknya.
"Sepertinya tidak Kak. Karena anakku sangat pengertian." Brandon berucap dengan penuh rasa bangga.
"Sepertinya? Apa kau menitipkan anakmu pada mertuamu Brand?" Carrel yakin Baby Arzan tidak tidur bersama orangtua, dilihat dari ketidak yakinan Brandon menjawab pertanyaan dirinya.
"Tidak Kak. Mereka yang memang ingin tidur bersama Baby Arzan. Aku saja tidak tahu ketika Mama mengambilnya dari kamarku. Karena aku sedang mandi ketika Mama datang."
__ADS_1
Jelasnya untuk menampik tuduhan Carrel yang mengira ia sengaja menitipkan anaknya.
"Ehm baiklah. Jadi apa Papa baru ini tadi malam menghabiskan malam yang panjang ... yang begitu indah?"
Carrel menggoda Brandon dengan tersenyum jahil. Ia sangat tahu apa yang Brandon rasakan.
Brandon hanya dapat mengangguk membenarkan. "Tidak baik bukan, melewatkan kebaikan?. Aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan pahala Kak." Ujarnya mencoba mengeles.
"Akui saja Brand, tak udah mengelak seperti itu. Kakak lebih tau apa yang kau rasakan. Kakak lebih berpengalaman jika kau lupa." Ujar Carrel dengan bangga.
"Iya Kakak memang lebih BERPENGALAMAN." Brandon mennggapinya dengan penuh penekanan pada kata berpengalaman.
Dan perbincangan mereka tetap berlanjut sampai jam makan siang. Hari ini memang mereka semua mengambil cuti bekerja, demi menemani Baby Arzan. Mereka tidak ingin melewatkan menemani kelucuan Baby Arzan. Karena besok mereka semua sudah akan mulai beraktifitas kembali.
Sebenarnya Brandon & Cassy diminta Papa & Mama untuk tinggal di rumah mereka. Carrel & Naya pun juga menawarkan. Supaya ada yang membantu mengurus Baby Arzan.
Namun Brandon & Cassy menolak. Mereka ingin belajar menjadi orangtua mandiri. Bahkan mereka tidak mencari babysitter atau pengasuh lainnya. Bagi mereka berdua saja sudah cukup untuk mengurus Baby Arzan.
Meskipun mereka memiliki pekerjaan masing-masing tapi tidak akan menggangu fokus mereka pada perkembangan Baby Arzan. Karena mereka memiliki tangan kanan masing2.
__ADS_1
💐💐💐
Mereka sedang melakukan makan siang, namun Brandon dan Cassy belum nampak batang hidungnya.
"Brandon & Cassy kemana, kok gak ikut makan?." Tanya Mama yang merasa penasaran.
"Tadi lagi nidurin Baby Arzan Ma, sepertinya mereka benar-benar berusaha menjadi orangtua yang baik." Dengan tersenyum Naya menjelaskan kepada Mama.
"Ohh begitu. Ya sudah kita makan dulu saja. Biarkan mereka menyusul." Ajak Mama dan diiyakan oleh semua yang ada di meja makan.
---
"Hubby kamu makan duluan aja biar aku nyusul nanti. Kayaknya Baby Arzan laper banget, aku mau kasih ASI dulu." Cassy tidak ingin menyusahkan Brandon. Ia yakin suaminya pasti lapar.
"Enggak Sayang, aku mau makan sama kamu. Aku pengen kamu suapin, semenjak ada Baby Arzan kamu kurang perhatian sama aku." Keluh Brandon dengan terdengar manja.
"Ya ampun Hubby tadi malam kan udah disayang-sayang." Ujar Cassy mengingatkan.
"Sayang, yang tadi malam itu kewajiban. Jadi kamu memang harus mau." Jelasnya dengan mengedipkan mata.
__ADS_1
Cassy akhirnya pasrah. "Iya nanti aku suapin".
NEXT .......