Our Journey

Our Journey
Pernikahan "SAH"


__ADS_3

Saat-saat mendebarkan itu pun tiba. Brandon yang lebih dulu sampai telah memposisikan dirinya. Casy pun dituntun mendekati Brandon oleh Mama. Hatinya berdetak tak menentu. Dari semalam, ia begitu gugup.


Ditambah duduk di samping calon suami yang sedang marah padanya, membuat Casy bertambah gugup dan gelisah.


Di sinilah mereka sekarang, duduk berdua di depan penghulu dan wali untuk melangsungkan akad pernikahan. Bukan hanya Casy, rupanya Brandon tak kalah gugupnya dengan Casy.


Apalagi Casy yang begitu terlihat sangat cantik, membuat hatinya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Selang beberapa menit, akhirnya ia segera mengucapkan ikrar suci cinta mereka dihadapan Allah SWT dan semua keluarga.


Terdengarlah serempak suara "SAH" dan selanjutnya terdengar ucapan Alhamdulilah dari semua orang yang menyaksikan. Namun Brandon dan Casy hanya mengucapkan dengan gumaman lirih.


Akhirnya sekarang mereka telah saling memiliki satu sama lain secara utuh. Brandon sangat bahagia, sampai dia melupakan peristiwa kemarahannya kemarin pada Casy.


Mulai detik ini ia akan leluasa memeluk dan pergi berdua dengan Casy. Ia tak perlu takut berpisah lama-lama dengan Casy lagi, karena mereka akan satu rumah bahkan satu ruang.


Begitu juga dengan Casy yang juga sangat bahagia. Ia sekarang dapat sebebas-bebasnya menyalurkan rasa rindu dan rasa cintanya pada pasangan halalnya ini.


Brandon memasangkan cincin di jari manis Casy, begitu juga sebaliknya. Cincin yang mereka pakai bukanlah emas. Kanaya yang tahu tentang agama sengaja mencari cincin yang bisa dipakai oleh Brandon.


Setelahnya, entah naluri atau karena pernah menyaksikan orang lain, Casy menarik tangan kanan Brandon dengan lembut untuk dikecupnya. Seolah menujukan ia bahagia telah sah menjadi milik Brandon dan telah halal mencintai lelaki ini.


Jujur ia gugup dan gemetar mengecup tangannya, ia begitu malu. Lalu ia melepaskan tangan Brandon. Casy kembali menghadap ke depan. Namun belum sempat ia berpindah posisi, Brandon menahan tubuhnya. Dikecupnya kening Casy beberapa detik.


Casy terkejut, membulatkan matanya. Ia tak menyangka Brandon akan melakukan ini. Malu yang tadi saja belum sempat hilang sekarang ditambah lagi karena hal ini. Namun ia merasa bahagia, diperlakukan sweet oleh suaminya ini. Nampaknya ia harus membiasakan hal-hal seperti ini, setelah menikah.


Brandon sebenarnya juga canggung melakukan itu. Selain karena sudah bertahun-tahun tidak pernah dekat lagi dengan Casy, ia juga begitu malu dilihat banyak orang. Namun, duduk di sampingnya seorang Carrel yang dari tadi mengintruksikan itu padanya. Jadilah ia memberanikan diri melakukannya.


Semua orang tersenyum dan turut ikut bahagia atas apa yang baru saja mereka lakukan. Bahkan banyak juga yang memotret dan merekamnya. Lalu dilanjutkanlah acara berdoa.


Kemudian diteruskan dengan acara resepsi pernikahan. Skip...

__ADS_1


Semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing, hanya tinggal keluarga inti. Dari tadi Brandon tampak sangat perhatian pada Casy, Casy merasa sangat bahagia dan tersanjung diperhatikan terus oleh suami tercintanya itu.


Akhirnya keluarga inti pun pulang, Casy dan Brandon juga ikut pulang. Mereka langsung pulang ke rumah Brandon, diiringi oleh orangtua Casy, Carrel, Naya, dan Kiren.


Mereka pun menginap di rumah Brandon itu, baru besoknya akan pulang.


Sampailah mereka di rumah Brandon, masuklah mereka ke dalam kamar masing-masing setelah Papa menyuruh semua untuk beristirahat.


Brandon menggandeng tangan Casy memasuki kamar mereka. Terlihat kamar yang telah dihias dengan indah dan cantik.


Casy duduk di tepi ranjang, sedangkan Brandon melepas jas dan sepatunya. Casy sangat canggung berdua dengan lelaki di dalam kamar seperti ini, meski ini suaminya sendiri. Rasanya aneh dan begitu malu.


"Kakak mau kemana?" tanyanya ketika melihat Brandon melangkah ke suatu pintu. Casy tidak tau kalau itu kamar mandi, karena sebenarnya kamar mandinya ada di dalam ruangan itu.


Lebih tepatnya ruang yang akan dituju Brandon itu adalah walk in closet, sedangkan untuk kamar mandi harus melewati ruangan itu. Karena pintu kamar mandi ada di ruangan itu.


Brandon yang hendak menggapai pintu, segera berbalik kala mendengar suara Casy. Kemudian ia mendekati Casy.


Casy yang diperlakukan manis dan dipanggil sayang oleh Brandon, tersipu malu dan seakan melayang.


"Kak?" protesnya, ia begitu malu. Padahal dalam hatinya sangat bahagia.


"Kenapa?, malu? dulu juga pernah aku cium, tapi kamu gak malu." Ingatnya pada Casy. Ia meraih Casy untuk dipeluknya.


Casy merasa nyaman berada dipelukan Brandon. Namun mengapa terasa lebih nyaman dibandingkan dulu? apa karena sekarang mereka sudah sah, jadi lebih leluasa?. Pikirnya.


"Dulu beda sama sekarang Kak." Sanggahnya masih dalam dekapan Brandon.


"Beda apanya? dulu juga aku sama kamu sekarang juga kamu sama aku." Ucap Brandon.


"Statusnya yang beda Kak, dulu kakak itu kakak aku. Kalau sekarang suami aku." Ucapnya dengan mendongak menatap Brandon.

__ADS_1


Brandon menatap balik Casy, mengelus kepala atas dan mencium kening Casy lagi. "Aku tau kamu pasti mikir yang aneh-anehkan?" tanyanya menuduh Casy.


"Apaan sih Kak, enggak kok. Kakak ngomong apa sih?" Casy melepas diri dari pelukan Brandon. Ia sedikit menjauh dari Brandon, kala melihat senyuman Brandon yang nampak aneh.


"Mandi sana Kak" usirnya.


Melihat respon Casy yang terlihat lucu di matanya, Brandon melepas tawanya. Casy hanya bisa mendengus kesal merasa dipermainkan oleh suaminya itu.


Ketika Brandon telah masuk ke kamar mandi, Casy menatap sekeliling kamar barunya bersama Brandon. Dulu ini memang rumahnya, namun tampak banyak yang berbeda.


Sepertinya ada yang diubah desainnya oleh Brandon. Contohnya, kamar ini. Sebelumnya di sini tidak ada kamar, saat masih berstatus rumahnya. Lalu sekarang dibuat kamar yang besar dengan desain interior yang sungguh perfect, pikirnya.


Sepertinya masih banyak lagi ruangan yang diubah oleh Brandon. Baiklah, sekarang rumah ini juga miliknyakan jadi dia punya banyak waktu untuk melihat-lihat desain interior rumah ini.


ceklek


Brandon membuka pintu menandakan ia telah selesai dari urusan mandinya, kini berganti Casy yang akan segera mandi. Casy melangkah ke kamar mandi dan melaksanakan ritual bersih-bersihnya.


Sedangkan Brandon yang sudah bersih dan wangi, duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Ketika ia sedang asyik berselancar dalam ponsel, tiba-tiba terdengar notifikasi dari ponsel Casy. Tak mau mengganggu privasi Casy, Brandon mengabaikannya.


Namun yang tadinya hanya bunyi chat masuk, kini berganti dengan bunyi panggilan. Tak ada alasan lagi bagi Brandon untuk mengabaikan.


Diambilnya ponsel Casy yang ada di atas nakas. Ketika ia hendak memencet tanda hijau, Brandon tersentak kaget.


Deg


Di sana tidak tertulis nama pemanggil, namun hanya dinamai dengan emot love serta gambar profilnya seorang... pria?.


Rahangnya mengetat, ia tersulut emosi. Ia terbakar cemburu diiringi rasa kecewa. Ia baru teringat telah melupakan kejadian dua hari lalu, yang sebenarnya ia masih marah pada Casy.


NEXT.......

__ADS_1


__ADS_2