
Waktupun berlalu, kini hari telah senja. Brandon, Casy, dan Mama Papa sedang berpamitan untuk pulang ke rumah. Setelahnya, mereka masuk ke dalam mobil dan menuju arah pulang.
Sesampainya di rumah, Casy dan Brandon membersihkan diri mereka. Sedangkan Mama dan Papa bersiap-siap untuk kondangan partner Papa setelah selesai mandi.
"Sayang, Mama sama Papa pergi dulu ya. Assalamualaikum" pamit Mama
"Iya Ma, hati-hati ya" ujar Casy dan diangguki oleh Mama.
Mama bergegas keluar dari rumah untuk menyusul Papa yang sedang menyiapkan mobil. Mereka mengendarai mobil sendiri tanpa sopir. Untuk menikmati waktu berdua.
Setelah kepergian mereka, Brandon muncul dari arah belakang.
"Udah berangkat Sayang?" tanyanya kepada Casy
Casy terkejut dengan suara Brandon yang muncul tiba-tiba.
"Ihh Kakak ngagetin" kesalnya. Dan ditanggapi kekehan oleh Brandon.
"Iya Kak, udah. Kita cuma berdua malam ini" ucapnya tampak lesu.
"Cuma semalam Sayang. Jangan sedih gitu dong" jelasnya menenangkan Casy dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Aku gak sedih, cuma ngerasa sepi aja"
Rencananya Mama dan Papa akan menginap di villa yang berada dekat dengan gedung acara partner Papa. Dikarenakan tempatnya yang lumayan jauh dari rumah dan hari yang larut malam ketika mereka selesai acara. Jadilah mereka memutuskan untuk menginap.
Brandon dan Casy menikmati waktu dengan menonton tv berdua di ruang keluarga. Dengan Casy yang bersandar di pelukannya.
"Kak, berkas-berkas yang kamu urus kemarin udah selesai?" tanya Casy tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.
__ADS_1
"Iya, udah beres semua. Gak lama lagi kita akan berangkat Sayang." ujarnya dengan mengecup pucuk kepala Casy.
"Pasti aku bakal kangen sama Mama, Papa, Kak Naya, Kak Carrel, apalagi Kiren" jelasnya tampak sedih.
Merasakan adanya aura-aura kesedihan, Brandon membenarkan posisinya dan memeluk Casy dengan lembut.
"Aku janji kita gak lama kok. Kita bakal secepatnya pulang ke sini. Aku juga gak akan betah jauh-jauh dari mereka." jelas Brandon meyakinkan.
Casy mendongak menatap Brandon yang juga menatapnya. Dia mengangguk.
"Iya Kak, aku percaya sama Kakak. Aku gak masalah harus pergi kemanapun asalkan selalu sama kamu" jelas Casy.
"Tadi aku cuma bilang bakal kangen aja kok. Lagiankan bisa vc tiap hari kalo lagi kangen mereka" ujar Casy tertawa kecil.
Brandon lega mendengarnya. Dia pikir Casy akan bersedih karena kepergian mereka yang tinggal hanya 2 minggu lagi.
"Emang kamu gak mau lanjutin S3 juga Sayang?" tanya Brandon
"Dulu aku pernah punya prinsip. Kalau aku bakal selesain semu urusan diri aku sendiri sebelum aku menikah. Dan setelah menikah aku ingin hidup aku fokusnya ke rumah tangga dan keluarga. Gak mikirin tentang masalah pribadi aku lagi Kak" jelas Casy.
Brandon mendengarkan penjelasan Casy dengan seksama.
"Lalu?" tanya Brandon.
"Sekarang aku udah nikah Kak. Lagi pula aku juga udah lulus S2, udah berkarir. Terus apalagi yang mau aku kejar Kak?. Aku udah merasa memiliki segalanya." ujar Casy menjelaskan
"Pengalaman" ucap Brandon singkat.
Casy mendongak lagi mendengar ucapan Brandon.
__ADS_1
"Kamu bisa dapat pengalaman Sayang. Dengan lanjut kuliah lagi." jelas Brandon.
Casy mengangguk membenarkan ucapan Brandon.
"Memang Kakak gak takut nanti aku mengabaikan tugas sebagai istri karena sibuk kuliah?" tanya Casy pada Brandon.
"Aku yakin Sayang, kamu bisa bagi waktu" ujar Brandon dengan begitu yakin.
Casy tampak berfikir, ia akan mempertimbangkan hal itu.
"Iya Kak, nanti aku pikirin dulu." ujar Casy akhirnya.
"Ya udah tidur yuk Sayang." ajak Brandon.
"Iya" jawab Casy
Tanpa diduga, Brandon langsung mengangkat Casy dalam gendongannya.
"Kak" kagetnya. Dengan kekehan Brandon menanggapinya.
Brandon merasa leluasa melakukan hal-hal romantis dengan Casy selama kedua mertuanya tidak ada si rumah. Jika ada, bukannya Brandon tidak berani. Namun ia harus menjaga etika kepada kedua orangtua istrinya.
Brandon membawa Casy ke kamar. Ia membaringkan Casy di atas ranjang dengan lembut. Kemudian ia mencium kening Casy dan berbaring di sampingnya. Casy hanya bisa tersenyum diperlakukan manis oleh suaminya.
Brandon membawa Casy dalam dekapannya. Kemudian ia memejamkan matanya. Jujur saja Casy belum mengantuk, ia masih bergerak sangat pelan. Rupanya Brandon menyadari itu.
"Tidur Sayang." Titahnya.
Casy yang mendengarnya tersenyum malu lalu mencoba memejamkan mata. Ia membalas pelukan suaminya. Yang awalnya tidak mengantuk, kini Casy merasa nyaman dengan pelukan hangat mereka. Akhirnya ia pun terlelap.
__ADS_1
NEXT .......