Our Journey

Our Journey
Baby


__ADS_3

Hari menjelang siang, Brandon tengah bersiap-siap untuk menjemput Casy. Mereka akan makan siang bersama. Setelah beberapa saat, kini Brandon sudah sampai di kantor Casy.


Keluar dari mobilnya, ia berjalan masuk ke kantor menuju ruangan Casy. Tanpa mengetuk pintu, ia langsung masuk.


Ceklek


Terlihat Casy tengah membereskan berkas-berkas yang tampak berantakan di atas mejanya. Bahkan ia tidak menyadari kehadiran Brandon saking fokusnya.


Brandon tersenyum melihat istrinya tidak menyadari kehadiran dirinya. Ia pun mendekat ke arah Casy. Tepat di belakangnya, ia tak segan melingkarkan kedua tangannya di perut Casy.


Jelas saja Casy tersentak kaget. Ia berniat menyingkirkan tangan yang memeluknya. Namun sebelum itu, ia menoleh ke belakang untuk memastikan kelakuan siapa yang begitu berani melakukan hal seperti ini padanya.


Perasaannya tampak lega, ternyata suaminya sendiri yang melakukan itu. Ia tersenyum ke arah Brandon yang juga tersenyum padanya.


"Kaget ya?" tanya Brandon yang tampak paham.


"Iya Kak, aku kira siapa yang berani kayak gitu." Curhatnya.


Brandon mengeratkan pelukannya.


"Kamu lama, jadi aku susul kamu ke dalam" ujarnya


Tangan Casy menggenggam tangan Brandon yang berada di perutnya.


"Maaf ya, habisnya aku gak suka kalau meja aku berantakan. Jadi aku beresin dulu" jelas Casy. Dan ditanggapi anggukan oleh Brandon.


Mereka menikmati pelukan hangat mereka. Tiba-tiba terasa tangan Brandon mengelus perut Casy dengan lembut. Awalnya Casy sedikit terkejut, namun ia membiarkan apa yang Brandon lakukan.


"Aku pengen ada baby di sini" ujar Brandon masih mengelus perut Casy.


Casy nampak diam, ia bingung harus menanggapi bagaimana. Ia sebenarnya juga ingin segera memiliki baby seperti yang Brandon bilang, namun keadaannya belum memungkinkan. Casy masih harus ikut Brandon untuk melanjutkan studinya.


Akan rumit jika dirinya hamil. Casy tidak ingin, kehamilannya tidak terjaga dengan baik. Pasti Brandon juga akan sibuk kuliah nantinya. Casy tidak ingin disaat hamil kurang perhatian dari suaminya.


Ia ingin dimanja oleh suaminya, seperti wanita hamil pada umumnya. Mereka masih sama-sama terdiam.


"Kamu masih belum siap Sayang?" tanya Brandon.


Mendapati Casy yang diam saja, Brandon mengira Casy masih belum mau memiliki anak. Casy menggeleng pelan dalam pelukannya.


"Aku sangat siap Kak, tapi keadaannya yang belum tepat" jelasnya pada Brandon

__ADS_1


Dahinya mengkerut, ia tampak bingung dengan jawaban Casy. Keadaan apa? pikirnya. Ia melepaskan pelukan mereka, dan membalikkan badan Casy. Kini mereka saling berhadapan dan menatap.


"Keadaan apa Sayang?" tanyanya yang tidak paham maksud Casy.


"Kakak lupa kalau kita harus mengembara ke negeri orang" jelasnya dengan menatap Brandon.


Brandon masih belum mengerti. Bukankah Casy juga ikut serta, lalu masalahnya apa?. Casy bersama dengan dirinya, jadi Casy hamil pun tidak akan jadi masalah apa-apa bukan?. Karena Brandon selalu ada di sisinya.


Paham dengan Brandon yang masih belum paham. Casy menghela nafas, lalu mengajak Brandon untuk duduk di sofa yang ada di ruang itu.


Setelah duduk, Casy menoleh pada Brandon dan mulai menjelaskan.


"Kakak di sanakan mau kuliah, kalau misalnya aku hamil nanti keadaannya malah rumit"


"Rumit kenapa? aku selalu di sisi kamu Sayang. Aku gak akan biarin kamu sendirian sedetik pun kalau kamu nanti hamil"


"Bukan gitu. Kakak harus fokus kuliah nanti biar bisa tepat sama waktu yang udah ditentuin. Aku gak mau dengan aku hamil, beban Kakak makin bertambah." Jelasnya dengan lembut.


"Kamu gak akan pernah jadi beban aku Sayang" kekehnya.


"Kak, aku sayang sama Kakak. Aku gak mau sampai Kakak terlalu lelah terus sakit. Itu akan membuat aku merasa bersalah." jelasnya memberi pengertian kepada Brandon.


"Maafin aku ya, karena S3 harus membuat kita menunda punya baby" ujarnya tampak menyesal.


Casy mengusap punggung Brandon dengan lembut.


"Kakak gak salah, ini semua udah takdir Kak. Aku janji kalau kita udah pulang ke sini, kita akan langsung program punya baby" ujar Casy


"Itung-itung di sana nanti kita liburan sambil puasi-puasin pacaran" lanjutnya dengan bercanda pada Brandon.


Brandon mengangguk.


"Plus bulan madu" bisiknya di telinga Casy. Casy merinding dibuatnya. Namun akhirnya mereka tertawa dengan rencana mereka barusan.


Akhirnya mereka berangkat menuju restoran untuk makan siang. Sesampainya di sana, mereka duduk berhadapan. Tak lupa juga untuk memesan makan dan minum.


Setelah beberapa menit, pesanan pun datang. Mereka terlihat menikmati dengan canda tawa. Mereka juga saling menyuapi sesekali. Di tengah canda tawa mereka, kehadiran seseorang menghentikan tawa mereka.


Tampak Rino berdiri di samping Brandon.


"Hai Cas, Kak Brandon" sapanya ramah.

__ADS_1


"Hei Rino" jawab Casy menanggapi sapaan Rino. Sedangkan Brandon menanggapi seraya tersenyum tipis.


Tak lama kemudian dari arah belakang Rino, Meta datang menyusul suaminya.


"Hai Cas, Kak Brandon" sapanya


Brandon hanya tersenyum tipis lagi. Sedangkan Casy langsung berhambur memeluk Meta. Mereka pun berpelukan.


"Apaan sih Cas, perasaan sering ketemu kita" ucapnya tampak bingung


Nampaknya bukan itu yang yang membuat Caya memeluk dirinya. Melainkan sesuatu yang berbeda dari dirinya. Ternyata bukan hanya dirinya, Brandon dan Rino juga sama bingung dengan apa yang Casy lakukan. Mereka tidak ada yang ngeh.


Casy melepaskan pelukannya.


"Meta, sejak kapan Lo pake hijab?" tanyanya antusia.


Nah, kini mereka semua baru paham. Ternyata itu yang Casy antusiasi. Meta yang ditanya hanya tersenyum malu-malu. Sedangkan Casy tampak masih menunggu jawabannya.


"Setelah gue dinyatakan positif hamil" jelasnya tersenyum lebar.


Casy yang mendengarnya semakin dibuat bahagia. Perubahan penampilan sahabatnya dan kabar kehamilan juga. Ia kembali memeluk Meta.


"Selamat ya Meta. Gue seneng banget karena Lo udah pake hijab dan akan jadi ibu juga." ujarnya seraya tersenyum lebar.


Casy menatap Rino.


"Ingat Rin, jagaian bener-bener loh Baby-nya sama bundanya juga sih." ucapnya pada Rino.


Setelahnya Brandon juga memberi ucapan selamat pada kedua calon orangtua itu. Mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang, mereka berencana untuk berbincang.


Karena sibuknya aktivitas masing-masing membuat mereka jarang berkumpul hanya untuk membahas tentang kehidupan sehari-hari.


Karena di rasa tempat mereka makan tadi kurang nyaman, mereka memutuskan untuk naik ke atap. Rupanya restoran ini adalah milik Rino dan Meta.


Mereka tadi sedang berkunjung untuk mengecek restoran. Tanpa sengaja Meta melihat Casy dan Brandon ada di restoran mereka itu. Akhirnya mereka menghampiri Casy. Tapi tiba-tiba Meta ingin buang air, jadi ia pergi ke toilet sebentar tadi.


Kini mereka tengah duduk saling berhadapan di atap atas restoran. Pemandangan di sekelilingnya tampak asri, seperti taman bunga.


Konsep desain restoran mereka tampak sangat indah.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2