Our Journey

Our Journey
Perjalanan


__ADS_3

Waktu pun berlalu, seperti apa yang telah direncanakan sebelumnya. Kini keluarga Casy maupun keluarga Brandon tengah dalam perjalanan menuju ke puncak. Karena tempatnya yang lumayan jauh, meski sekarang sudah menjelang waktu Dzuhur mereka belum juga sampai.


Menit berikutnya, terdengar suara adzan dari masjid yang mereka lewati. Tanpa banyak kata, Brandon maupun Carrel membelokkan mobilnya untuk masuk ke area masjid. Mereka memarkirkan mobilnya berdekatan.


Mereka semua keluar dari mobil dan berpencar. Para wanita ke arah tempat wudhu khusus wanita, begitu juga sebaliknya dengan para lelaki.


Setelah selesai dengan urusan ibadah, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat liburan. Dan diselingi obrolan-obrolan ringan.


"Kenapa Rino sama Meta gak jadi ikut Cas?" pertanyaan Mama kepada Casy yang duduk di depan, tepatnya samping kemudian.


Casy menoleh ke belakang untuk menjawab pertanyaan Mamanya.


"Meta lagi hamil muda Ma. Jadi gak bisa ikut, kata dokter kandungannya juga agak rentan" jelasnya menjawab pertanyaan Mama.


"Alhamdulilah, akhirnya mereka memutuskan punya anak juga. Mama udah lama gak ketemu mereka Cas, gimana kabarnya?" ujar Mama pada Casy.


"Alhamdulillah mereka baik Ma. Nanti lain kali aku ajak main ke rumah kalau Mama kangen." jelas Casy.

__ADS_1


Mama mengangguk menanggapi ucapan Casy.


"Tahu gak Ma, sekarang Meta juga udah pakai hijab. Aku seneng banget kemarin pas gak sengaja ketemu dia." jelas Casy begitu semangat.


"Beneran Cas, alhamdulilah pasti Meta tambah cantik sekarang. Sayang banget mereka gak bisa ikut. Mama kangen kita seru-seruan bareng para wanita". Jelas Mama dengan terkekeh.


"Iya ya Ma. Kedepannya juga belum tentu bisa. Bisa enggak ya Ma aku datang pas Meta lahiran nanti?." Ujarnya nampak guratan kesedihan.


Casy merasa sedih jika mengingat dirinya yang akan pergi untuk sementara waktu. Mama ikut merasa sedih melihat kesedihan anaknya. Begitu juga dengan Papa dan Brandon yang dari tadi diam mendengarkan celotehan mereka. Pun merasa terenyuh mendengar ucapan Casy.


Terlebih Brandon merasa bersalah karena dirinya penyebab mereka harus pergi meski sementara waktu. Tanpa ragu, Brandon mengelus kepala Casy mengungkapkan rasa bersalahnya.


Mama dan Papa yang duduk di belakang juga ikut merasakan kegundahan hati mereka.


"Gak papa Kak, Kakak gak salah. Aku yakin semua ini adalah jalan terbaik untuk kita semua" jelas Casy dengan tersenyum.


Brandon merasa lega mendengar ucapan Casy. Mama dan Papa pun juga merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"Kalian tambah romantis dan harmonis ya nanti di sana." ujar Mama memberi nasehat.


"Iya, jangan berantem. Harus saling percaya dan menjaga." Ucap Papa menimpali.


"Iya Pa, Ma. Doain yang terbaik untuk kita ya" Balas Casy.


"Makasih Pa, Ma udah mempercayakan Casy pada Brandon. Brandon akan terus menjaga dan mencintai Casy segenap jiwa dan raga." Ujarnya Pada Mama dan Papa.


"Kamu memang pantas dipercaya Bran." Ujar Papa.


"Iya dong, siapa dulu. Menantu Mamakan" ucap Mama dengan bangga.


Setelah perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka sampai di Villa yang berada di puncak. Mereka segera membersihkan diri dan mengistirahatkan diri sejenak sebelum memulai kegiatan liburan.


"Sayang, kamu udah memutuskan mau lanjutin kuliah lagi apa enggak." Tanya Brandon mendekat pada Casy yang sedang duduk.


Brandon baru saja selesai mandi. Ia mendekat pada Casy yang sedang duduk di ranjang merapikan barang-barang mereka.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2