
Pagi hari yang begitu cerah, tampak seperti biasanya Arzan dan Caca tengah berdebat sebelum berangkat ke tempat menempuh pendidikan masing-masing. Dan seperti biasanya mereka akan mengakhiri perdebatan ketika sudah akan berangkat.
Caca yang telah sampai di sekolah disambut hangat oleh Dion Arya Pramana, pacarnya semenjak sebulan yang lalu. Padahal Caca sangat paham jika kedua orangtuanya melarang keras la untuk berpacaran.
Namun Caca yang bandil pun melanggar larangan itu Meski Mommynya slalu menasehatinya seputar hal itu, tapi ia tetap saja berpacaran.
Dion adalah satu-satunya pria yang membuat ia tertarik bahkan jika sampai la ketauan berpacaran, ia tetap tidak ingin mengakhiri hubungan mereka lebih baik menikah daripada harus putus dari Dion. Bahkan hal itu Dion sendiri yang menawarkan.
Dion yang paham ajaran orangtua Caca siap jika mereka diharuskan menikah. Sebagaimana Caca, Dionpun tidak ingin putus dari Caca. Walau ia tahu umur mereka masih sangatlah muda, 16 tahun.
"Dion aku pengen belajar musik, ajarin ya"
Caca mengutarakan keinginannya sambil Memakan makanan yang telah ia pesan.
Mereka berdua nampak sedang brisenda gurau bersama di kantin sekolah.
"Tumben kamu tiba-tiba pengen, kenapa?"
Dion yang merasa heran dengan kekasihnya itupun bertanya.
"Biasalah kemarin aku lagi scroll Instagram terus ngeliat orang main musik seru banget, Jadi pengen yang" jelasnya.
"Ya udah nanti aku ajarin"
"Kamu mau belajar musik apa emangnya? tanya Dion
"Piano" Ujarnya singkat.
__ADS_1
"Astaga yang kalau piano aku gak bisa, gitar aja aku bisanya yang"
"Nah terus gimana dong?"
Mereka tampak memikirkan caranya. Akhirnya Caca menemukan ide dari Dion. Ia akan meminta pada kakaknya untuk menanyakan pada Fanya.
Karena setaunya kafe milik Tante Mita yang sekarang dikelola Fanya ada tempat main bandnya. Dapat dipastikan salah satu pemain musiknya Fanya kenal bahkan bisa jadi malah teman kak Fanya.
💐💐💐
Seorang wanita tengah menyelesaikan catatannya di perpustakaan. Wanita berumur 20 tahun itu tampak berusaha mengalihkan pikirannya. Semenjak la bertabrakan dengan Arzan kemarin benar-benar membuat otaknya error.
Pikirannya terus saja tertuju pada Arzan dan Arzan. la memukul pelan kepalanya untuk menyadarkan dirinya
"Please dong, kenapa gue jadi kepikiran dia mulu" keluhnya dengan sebal
Daripada kepikiran terus, Cya memutuskan untuk pulang dan pergi bekerja. Selain bekerja sebagai pelayan kafe, Cya juga terkadang ikut mengisi hiburan kafe dengan band yang ada.
Biasanya ia menempati posisi pianis. Hampir semua alat musik ia kuasai, namun ia tak mau mengisi band itu sebagai personil tetap.
Baginya musik adalah jiwanya, ia tidak ingin menjadikan musik sebagai alat mendapatkan uang. Karena la ingin memainkannya dengan jiwa secara tulas, tanpa embel-embel.
💐💐💐
Seorang pria tampan yang sedang sibuk mengerjakan tugas bersama teman-temannya merasa terganggu dengan suara dering ponselnya.
Drttt drtt
__ADS_1
"Hallo Waalaikumsalam"
"....."
"Iya nanti Kakak tanyain"
"....."
"Kakak lagi sibuk Ca."
"....."
"Waalaikumsalam"
Baru saja ia menerima permintaan adiknya untuk menanyakan guru musik pada Fanya. Akhirnya ia pun menghubungi Fanya dan akan mampir ke kafe nantinya.
Sepulang dari kampus, Arzan menuju kafe Fanya, Kafe Flores. la bergegas turun dari mobil untuk menemui Fanya.
Tanpa la sadari, Cya yang saat ini tengah memainkan piano memperhatikan dirinya. Meski masih tetap fokus bermain piano, tetapi Cya juga masih setia mengamati Arzan.
Dapat ia lihat bahwa Arzan dan Fanya tampak begitu akrab. Jika ia tidak salah, ia melihat bahwa dua orang yang asik mengobrol itu sama-sama memiliki ketertarikan. Sontak hal itu membuat ia berkecil hati.
Selama ini ia tak pernah melihat Arzan dekat dengan wanita manapun. Akhirnya kini dia tahu bahwa Arzan telah memiliki tambatan hati. Sekilas ia melihat ke arah Fanya, lagi-lagi ia merasa rendah.
Fanya begitu cantik, berkelas, dan sholeha. Kurang kebih ia paham bagaimana ajaran keluarga Adion selama dua puluh tahun terakhir. Mereka mengedepankan syari'at.
Kini ia mengerti pastilah tipe wanita idaman Arzan seperti tipe-tipe Fanya. Apa kini ia harus menyerah dan melepas perasaannya?
__ADS_1
NEXT .......