Our Journey

Our Journey
Penolakan Darinya


__ADS_3

Sontak semua terkejut dengan persyaratan Caca yang barusan ia katakan. Terlebih dengan Arzan, adiknya benar-benar keterlaluan.


"Apa maksud kamu Ca? jangan gila kamu ya!" Arzan tidak dapat menahan gemuruh dalam hatinya kala mendengar persyaratan dari Caca.


"Ca kamu ngomong apa, kenapa kamu bawa-bawa kakak kamu dan orang lain?" Dad Brand yang juga sama terkejutnya, ikut mempertanyakan maksud Caca.


Sedangkan Mom Cas hanya diam membisu karena ia sudah mengetahui maksud anak perempuannya itu.


Sebelum Caca mengutarakan hal ini pada hari ini, Caca sudah mengatakan terlebih dahulu kepada Mommynya.


Bahkan Caca juga menjelaskan bahwa ia ingin mereka menikah dikarenakan perbuatan Az pada Cya yang menurutnya keterlaluan.


Padahal wanita cantik itu begitu baik dan tulus kepada kakaknya. Ia ingin membantu Cya memperjuangkan cintanya.


"Dad, Caca cuma mau itu aja kok buat syaratnya. Kak Cya itu cinta sama Kak Az, jadi Daddy gak mau kan kalau sampai mereka pacaran seperti Caca." Caca mencoba memprovokasi Daddy-nya.


Mendengar penjelasan Caca, Dad Mulai berfikir. Namun tiba-tiba ia mencurigai sesuatu.

__ADS_1


"Apa kamu juga pacaran Az?", tanyanya dengan tegas.


"No Dad, Az tidak melakukan hal itu. Bahkan hanya Cya yang menyukai Az tidak berlaku sebaliknya." jelas Arzan tidak kalah tegas.


"Maksudnya kamu menyukai orang lain?" ujar Dad Brand.


Ia paham bagaimana watak anak-anaknya, jadi untuk mengetahui jalan pikiran Az ia sangatlah paham.


Sedangkan Az yang ditanya hanya diam, namun detik selanjutnya mengangguk pelan.


Hal itu membuat Mom Cas terlebih Caca merasa terkejut. Ia tidak menyangka bahwa kakaknya ternyata memiliki seseorang di dalam hatinya.


Arzan menghela nafas pelan, "Fanya" ujarnya yang kemudian menatap Daddy dan Mommynya.


Dengan menatap kedua orangtuanya ia berujar dengan tegas, "jadi Daddy dan Mommy jika ingin melamarkan gadis untuk Az, silahkan lamar Fanya. Karena dia yang Az suka."


💐💐💐

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang lain, Cya yang sedang sibuk di butik tiba-tiba mendengar pesan masuk.


Setelah ia periksa rupanya Caca yang memintanya datang ke rumah untuk latihan terakhir sebagai salam perpisahan.


Cya dengan senang hati menyetujuinya. Meski selama ini ia berusaha melupakan Az, namun didalam lubuk hatinya yang terdalam ia sangat merindukan pria itu.


Jadi biarlah hari ini akan menjadi terakhir kalinya ia melihat penuh kagum serta perasaan sosok Az. Karena setelah ini, ia berjanji akan benar-benar menghapus perasaan itu sesuai permintaan pria itu.


***


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, kini Cya telah sampai di rumah Caca. Ia berjalan perlahan menuju pintu depan.


Setelah dibukakan pintu oleh art ia pun masuk ke ruang tamu. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke rumah itu, art mengantarkan ia ke taman belakang rumah.


Setelah art yang mengantarnya pergi, ia pun mulai mendekat. Dapat ia saksikan bahwa keempat orang yang ada di taman itu sedang membicarakan hal yang tampaknya serius.


Cya tentu saja tidak berani mengganggu, jadi ia memutuskan untuk duduk di tempat yang tidak terlalu jauh dari sana. Memberikan waktu pada keluarga Adion itu untuk menyelesaikan urusan mereka.

__ADS_1


Namun tidak dia sangka rupanya suara mereka terdengar dari tempat Cya duduk. Meski tidak begitu jelas, namun Cya masih dapat mengerti apa yang mereka katakan.


NEXT .......


__ADS_2