Our Journey

Our Journey
Membuka Tirai Hubungan


__ADS_3

Berbeda dengan Caca yang sedang stay di rumah menunggu kedatangan Arzan dan Cya, kedua orang itu baru saja keluar ke jalan raya setelah dari Kafe Flores.


Suasana yang terasa hening membuat Arzan merasa bosan. Dia bukanlah orang yang begitu pendiam. Meski tidak terlalu banyak bicara, namun bukan berarti dirinya nyaman jika banyak diam.


Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman disebabkan keheningan yang terjadi, Arzan mencoba membuka percakapan dengan Cya.


Ia melirik Cya sekilas kemudian tersenyum kecil. Ia dapat menangkap kegugupan pada wanita cantik di sampingnya itu.


Namun ia tidak berfikir macam-macam atau curiga jikalau Cya menyimpan rasa padanya. Ia menerka kegugupan Cya dikarenakan merasa bersama orang asing baginya.


Ia melihat kearah Cya beberapa detik untuk mengajukan pertanyaan dirinya. Kemudian ia kembali fokus pada kemudi.


"Ehm nama lo tadi siapa? Fanya manggil lo tadi Cya?"


Tidak jauh berbeda dengan Arzan, sebenarnya Cya juga merasa bosan dengan keheningan yang terjadi di dalam mobil.


Namun jujur saja dekat dengan Arzan membuat dia sedikit gugup. Jadi ia tidak berani mencoba membuka percakapan dengan Arzan.


Ia hanya mampu melirik Arzan dari sudut matanya, supaya Arzan tidak mengetahuinya bahwa ia sedang curi-curi pandang kepadanya.

__ADS_1


Namun jujur saja ia ingin melakukan percakapan dengan Arzan. Bukankah ini kesempatan bagi dirinya untuk bisa dekat mengakrabkan diri dengan Arzan.


Seolah takdir sungguh berpihak padanya, akhirnya ia mendengar Arzan mengajaknya berbicara. Mendengar pertanyaan yang Arzan ajukan, ia segera menoleh ke sumber suara.


Dapat ia lihat, Arzan fokus pada kemudinya. bahkan ia tidak tahu jika tadi Arzan sempat melihat kearahnya.


Ia memalingkan wajahnya ke arah depan. Ia berusaha menekan kegugupannya dan mencoba menjawab pertanyaan Arzan.


Tanpa melihat kearah Arzan, ia pun menjawab apa yang Arzan tanyakan tadi.


"Gu..nama gue Racya biasa dipanggil Cya. Bener kok tadi Kak Fanya manggilnya Cya"


Arzan menganggukkan kepalanya pertanda paham. Dan semua itu tertera jelas pada pandangan Cya. Ia ingin percakapan mereka tetap berlanjut. Ia berusaha memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan.


Tanpa melihat kearah Arzan, ia pun bertanya.


"Lo benar-benar gak kenal sama gue em..maksudnya gak pernah ngeliat gue sebelum waktu kita gak sengaja tabrakan?"


Setelah ia mengutarakan pertanyaannya, terjadi keheningan beberapa saat. Ia yang penasaran pun menoleh pada Arzan.

__ADS_1


Rupanya Arzan tampak berfikir, sepertinya ia berusaha mengurai memori ingatannya tentang Cya.


Arzan mencoba mengingat-ingat semua mahasiswi yang pernah dia lihat dan kenal. Namun wajah Cya tidak sama sekali dia kenali sebelum kejadian tabrakan itu.


Meski dua tahun mereka satu kampus, namun mereka dalam jurusan berbeda. Bisa saja memang mereka yang jarang satu tempat, jadi jarang bertemu atau melihat Cya.


Mungkin saja ketika Cya masuk pagi, dirinya masuk siang atau sore. Dan begitu seterusnya yang terjadi sampai ia tidak pernah bertemu atau melihat Cya


Setelah berfikir sesaat akhirnya Arzan menggerakkan bibirnya untuk menjawab pertanyaan Cya.


"Sorry ya gue bener-bener gak inget kalau pernah liat lo. Mungkin karena gue terlalu sibuk sama dunia gue, jadi gak merhatiin sekitar"


Arzan mengucapkan kata maaf padahal sebenarnya ia tidaklah salah jika tidak mengenal Cya. Entah kenapa ia merasa tidak enak kepada Cya.


Cya yang mendengar perkataan Arzan sebenarnya merasa kecewa. Rupanya benar dugaannya bahwa Arzan tidaklah mengenal dirinya. Bahkan melihatnya pun tidak pernah.


Namun bukanlah masalah bagi dirinya, karena perkataan maaf Arzan barusan seolah memberi kehangatan pada hatinya. Toh sekarang mereka akan saling mengenal dan sering bertemu.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2